Menu ✖

Dark Mode
Koreksi IHSG Bukan Cerminan Pelemahan Fundamental Ekonomi Nasional Sentimen MSCI Jadi Momentum Pembenahan Pasar Modal dan Penguatan IHSG Fundamental Ekonomi Kuat, Tekanan IHSG akibat Sentimen MSCI Hanya Sementara Usulan MSCI Belum Final, Investor Diimbau Tenang Sikapi Fluktuasi IHSG Karhutla Ditekan, Pengawasan Perusahaan di Lahan Gambut Diperketat Karhutla Ditekan lewat Modifikasi Cuaca dan Penguatan Pengawasan Hutan

Berita

Pemadaman Karhutla Diintensifkan, Pemerintah Kerahkan Seluruh Sumber Daya

badge-check


					Pemadaman Karhutla Diintensifkan, Pemerintah Kerahkan Seluruh Sumber Daya Perbesar

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), pemadaman oleh personel di darat, serta dukungan operasi udara. Upaya tersebut mulai memberikan hasil dengan turunnya hujan di beberapa wilayah. Langkah terpadu ini diharapkan mampu menekan penyebaran api sekaligus mengurangi dampak asap terhadap kehidupan masyarakat.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Iskandar Kotawaringin Barat BMKG, Nur Setiawan, menyampaikan bahwa kondisi atmosfer di Kalimantan Tengah menunjukkan peluang terjadinya hujan yang cukup besar. Situasi tersebut dimanfaatkan untuk mendukung strategi penanganan karhutla melalui pelaksanaan modifikasi cuaca dan pemantauan perkembangan kondisi meteorologi.

“Dalam rapat terbatas sebelumnya, kami telah menjelaskan bahwa sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah memiliki peluang cukup tinggi untuk mengalami hujan. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang mendukung upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan,” ungkap Nur Setiawan dalam keterangan resminya.

BMKG berkontribusi dalam penanganan karhutla dengan memantau perkembangan cuaca serta mengidentifikasi potensi hujan yang dapat dimanfaatkan. Sementara pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca akan dilanjutkan dengan mempertimbangkan keberadaan awan yang berpotensi untuk disemai. Strategi ini menjadi bagian dari penanganan melalui udara yang dilaksanakan bersama upaya pemadaman langsung di lokasi kebakaran. Sinergi antarsatuan tugas diharapkan mempercepat pengendalian api di berbagai wilayah terdampak.

Sementara itu, Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menekankan bahwa penanganan karhutla harus berorientasi pada perlindungan masyarakat. Menurutnya, asap kebakaran berdampak terhadap kualitas udara, kesehatan, proses belajar mengajar, transportasi, serta kegiatan sehari-hari warga.

“Kami menyadari bahwa asap kebakaran hutan dan lahan telah mengganggu kehidupan masyarakat dalam berbagai bidang. Karena itu, semua unsur yang terlibat harus menjalankan tugas secara optimal dan saling memperkuat,” ujar Januanto.

Ia menjelaskan bahwa Satgas Darat berfokus memadamkan api di lapangan, sedangkan Satgas Udara memberikan dukungan dari udara. Operasi Modifikasi Cuaca turut dilakukan untuk membantu mengurangi dampak asap, sementara penegakan hukum terhadap pihak yang diduga bertanggung jawab tetap dilaksanakan.

“Seluruh unsur harus bekerja sesuai tugas masing-masing dengan koordinasi yang baik. Sasaran utama kami adalah memastikan kebakaran segera terkendali dan dampak yang ditanggung masyarakat dapat diminimalkan,” tegas Januanto. (*)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Koreksi IHSG Bukan Cerminan Pelemahan Fundamental Ekonomi Nasional

20 October 2026 - 01:15

Sentimen MSCI Jadi Momentum Pembenahan Pasar Modal dan Penguatan IHSG

20 October 2026 - 01:14

Fundamental Ekonomi Kuat, Tekanan IHSG akibat Sentimen MSCI Hanya Sementara

20 October 2026 - 01:14

Usulan MSCI Belum Final, Investor Diimbau Tenang Sikapi Fluktuasi IHSG

20 October 2026 - 01:14

Karhutla Ditekan, Pengawasan Perusahaan di Lahan Gambut Diperketat

20 October 2026 - 01:14

Trending on Berita