Menu

Dark Mode
Insentif Likuiditas Pacu Investasi dan Sektor UMKM Nasional Dorong Ekonomi Riil, Insentif Likuiditas Dialirkan Optimal ke Sektor UMKM Menjaga Momentum Ekonomi: Mengalirkan Insentif Likuiditas Perbankan UMKM Insentif Likuiditas Perkuat Pondasi Investasi dan Pemberdayaan Ekonomi UMKM Pemerintah Komitmen Jaga Akuntabilitas Pembiayaan Kopdes Merah Putih Pastikan Stabilitas Keuangan, Pemerintah Siapkan Pembayaran Utang Kopdes Merah Putih

Berita

OPM Kembali Lakukan Teror Brutal di Jayawijaya, Warga Papua Bersatu Tolak Kekerasan

badge-check


					OPM Kembali Lakukan Teror Brutal di Jayawijaya, Warga Papua Bersatu Tolak Kekerasan Perbesar

JAYAWIJAYA – Jayawijaya kembali menjadi saksi kekejaman Organisasi Papua Merdeka (OPM) usai penembakan brutal terhadap dua pekerja bangunan rumah ibadah, Rahmat Hidayat dan Saepudin di Kampung Kwantapo, Distrik Asotipo. Tindakan ini tak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menodai kesucian tempat ibadah dan mengguncang nurani kemanusiaan.
Serangan terhadap warga sipil semakin mempertegas bahwa OPM kian kehilangan arah perjuangan. Alih-alih membela masyarakat Papua, OPM justru menebar teror dan luka mendalam bagi warga asli. Ironisnya, propaganda yang disebar kerap dibungkus dengan narasi palsu dan hoaks demi mengaburkan fakta keji di lapangan.
Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, mengecam keras aksi tersebut dan menegaskan bahwa kekerasan yang dilakukan OPM tidak merepresentasikan aspirasi rakyat Papua.
“Apa yang mereka lakukan bukan perjuangan, melainkan pembunuhan yang melukai kami semua,” ujar Ronny.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan aparat untuk bersinergi menjaga keamanan.
“Masyarakat tidak boleh takut. Kita harus lawan teror ini dengan persatuan dan kekuatan moral,” tambahnya.
Hal yang sama juga disampaikan Ketua Klasis Baliem Yalimo, Pendeta Eduard Su, yang menyebut tindakan OPM sebagai penghinaan terhadap nilai-nilai agama.
“Gereja seharusnya menjadi tempat damai, bukan medan kekerasan. Ini tidak bisa ditoleransi,” tegas Pendeta Eduard.
Ia mengajak seluruh umat untuk bersatu menolak teror dan tidak terpengaruh oleh propaganda separatis. Menurutnya, kekejaman OPM justru mengkhianati semangat kemanusiaan dan nilai-nilai spiritual masyarakat Papua.
Sementara itu, warga yang selamat dari serangan, Markus Murib, mengungkapkan keresahannya atas situasi yang mencekam.
“Kami hanya ingin hidup tenang, bekerja dan beribadah tanpa rasa takut,” ungkap Markus Murib.
Tragedi ini menjadi penanda bahwa narasi kebencian OPM tidak lagi mendapat tempat di hati masyarakat Papua. Kekuatan rakyat kini terletak pada suara damai dan penolakan terhadap kekerasan. Sebuah sinyal kuat bahwa Papua menolak tunduk pada teror, dan memilih jalan damai untuk masa depan yang bermartabat. (^)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Insentif Likuiditas Pacu Investasi dan Sektor UMKM Nasional

7 September 2026 - 09:40

Dorong Ekonomi Riil, Insentif Likuiditas Dialirkan Optimal ke Sektor UMKM

7 September 2026 - 09:40

Pemerintah Komitmen Jaga Akuntabilitas Pembiayaan Kopdes Merah Putih

7 September 2026 - 09:40

Pastikan Stabilitas Keuangan, Pemerintah Siapkan Pembayaran Utang Kopdes Merah Putih

7 September 2026 - 09:40

Jelang Dua Tahun Pemerintahan, Masyarakat Diajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas Indonesia

7 September 2026 - 09:40

Trending on Berita