Menu ✖

Dark Mode
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pemerintah Siapkan BSU Buruh sebagai Bantalan Kesejahteraan Pekerja Dua Tahun Prabowo-Gibran, Aspirasi Buruh Didengar, Dialog Dibuka untuk Cari Solusi Bersama Dua Tahun Prabowo-Gibran Aspirasi Buruh: Berdampak saat Dijaga Tetap Damai BSU Buruh Menjadi Bukti Aspirasi Pekerja Didengar dengan Solusi Nyata Selama Dua Tahun Prabowo-Gibran Pemerintah Perkuat Keamanan Papua, Lindungi Warga dan Dukung Pembangunan Aparat Tegas dan Profesional, Pemerintah Perkuat Keamanan Masyarakat Papua

Berita

Momentum Hari Pahlawan, Tokoh Publik Nilai Soeharto Layak Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

badge-check


					Momentum Hari Pahlawan, Tokoh Publik Nilai Soeharto Layak Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional Perbesar

Jakarta – Peringatan Hari Pahlawan menjadi momentum untuk mengenang kembali jasa para tokoh yang telah mengabdi bagi bangsa. Sejumlah tokoh menilai, Presiden ke-2 RI, Soeharto, bukan sekadar pemimpin, tetapi sosok pekerja keras yang memusatkan perhatian pada kesejahteraan rakyat.

Ketua Relawan Exponen 08, M. Damar, putra Aktivis 66, menyatakan bahwa Soeharto telah memberikan pengabdian besar bagi bangsa.

“Pak Harto itu bukan cuma pemimpin, tapi juga pekerja keras untuk rakyat. Di zamannya Indonesia bisa swasembada pangan, ekonomi tumbuh, dan rakyat hidup tenang. Itu bukan hal kecil. Sudah sepantasnya beliau diberi gelar Pahlawan Nasional,”

Damar menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pemimpinnya. Meski pandangan politik dapat berbeda, ia menilai rekam jejak Soeharto tak terbantahkan—dari pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, hingga keberhasilan program KB dan pertanian. Baginya, Soeharto adalah penjaga Pancasila dan UUD 1945.

“Kita boleh berbeda pandangan politik, tapi soal jasa dan hasil nyata, semua orang tahu. Jalan, sekolah, puskesmas, bendungan, sampai program KB dan pertanian, itu semua hasil kerja Pak Harto di masa kepimpinannya,dan Pak Harto adalah Penjaga Pancasila dan UUD 45,” ungkapnya.

Di bawah kepemimpinannya, banyak pihak menilai bahwa Indonesia mencapai swasembada pangan, stabilitas ekonomi terjaga, dan kehidupan masyarakat berlangsung lebih tenang. Keberhasilan-keberhasilan itu menjadi jejak penting dalam perjalanan pembangunan nasional.

Ketua Umum DPP Angkatan Muda Sisingamangaraja XII (AMS XII), Paulus Sinambela juga menilai Presiden Soeharto layak menerima penghargaan atas pengabdian dan kontribusinya bagi bangsa.

“Dimasa pemerintahan beliau kondisi ekonomi, politik, budaya dan pembangunan berjalan dengan baik. Tak ada kegaduhan dan keriuhan semua tenang dan tentram,” tutur Paulus.

Banyak figur publik menilai kepemimpinan Soeharto meninggalkan jejak pembangunan yang kuat, mulai dari swasembada pangan, stabilitas ekonomi, hingga pemerataan layanan publik. Karena itu, sejumlah tokoh menilai pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto layak dipertimbangkan sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdiannya bagi Indonesia. [-RWA]

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pemerintah Siapkan BSU Buruh sebagai Bantalan Kesejahteraan Pekerja

16 October 2026 - 23:48

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Aspirasi Buruh Didengar, Dialog Dibuka untuk Cari Solusi Bersama

16 October 2026 - 23:48

Pemerintah Perkuat Keamanan Papua, Lindungi Warga dan Dukung Pembangunan

16 October 2026 - 23:48

Aparat Tegas dan Profesional, Pemerintah Perkuat Keamanan Masyarakat Papua

16 October 2026 - 23:48

Pemerintah Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana dari Pusat hingga Daerah

16 October 2026 - 23:48

Trending on Berita