Menu ✖

Dark Mode
KPR Subsidi Dipercepat, Peluang Pekerja Muda Punya Rumah Diperluas Bank Swasta dan Daerah Didorong Perluas Pembiayaan Rumah Subsidi Pemerintah Respons Kritik, Tata Kelola Koperasi Merah Putih Dibenahi Koperasi Merah Putih Dievaluasi, Pemerintah Terbuka terhadap Masukan Publik Pemerintah Proyeksikan Defisit APBN 2026 Tetap di Bawah 3 Persen Pemerintah Antisipasi Tekanan Global, Defisit APBN Dijaga di Bawah Batas

Berita

Molinas Diproyeksikan Ciptakan Nilai Ekonomi dan Lapangan Kerja Baru

badge-check


					Molinas Diproyeksikan Ciptakan Nilai Ekonomi dan Lapangan Kerja Baru Perbesar

JAKARTA — Program Motor Listrik Nasional (Molinas) diproyeksikan menciptakan nilai ekonomi sekitar Rp150 triliun sepanjang 2026–2031.

Program tersebut juga diperkirakan mampu membuka sekitar 215.000 lapangan pekerjaan melalui pengembangan ekosistem kendaraan listrik dari industri manufaktur hingga infrastruktur pendukung.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan Molinas dirancang tidak sekadar meningkatkan penggunaan kendaraan listrik, tetapi juga membangun rantai industri nasional yang terintegrasi.

Ekosistem tersebut mencakup manufaktur, industri komponen dan baterai, distribusi, pembiayaan, infrastruktur pengisian daya, hingga layanan purnajual.

“Program motor listrik manfaatnya banyak sekali, selain penghematan subsidi bahan bakar, juga menciptakan lapangan kerja. Pengembangan ekosistemnya akan melibatkan banyak sektor sehingga dampaknya tidak hanya dirasakan oleh produsen kendaraan,” ujar Susiwijono di Jakarta.

Menurut pemerintah, sekitar 215.000 lapangan pekerjaan yang diproyeksikan tercipta akan tersebar di berbagai sektor, mulai dari original equipment manufacturer (OEM), industri komponen dan baterai, hingga pembangunan infrastruktur pengisian daya.

Dari sisi kapasitas produksi, kemampuan awal ekosistem motor listrik nasional saat ini berada di kisaran 100.000 unit per tahun.

Pemerintah menargetkan kapasitas tersebut meningkat hingga 1 juta unit per tahun pada 2028. Peningkatan kapasitas ini akan berjalan beriringan dengan penguatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

TKDN Molinas saat ini berada di kisaran 40 persen dan ditargetkan meningkat secara bertahap hingga 60 persen.

Peningkatan penggunaan komponen lokal diharapkan memperluas dampak ekonomi ke berbagai sektor pendukung, seperti pemasok komponen, industri baterai, jasa logistik, pembiayaan, hingga penyedia infrastruktur pengisian daya.

Selain menciptakan aktivitas ekonomi dan lapangan pekerjaan, pengembangan Molinas juga diproyeksikan memberikan dampak terhadap fiskal melalui pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Pemerintah memperkirakan penghematan subsidi BBM mencapai Rp82,2 triliun sepanjang 2027–2037, dengan asumsi sekitar 11 juta motor listrik telah beroperasi pada 2037.

Dari sisi perdagangan, penggunaan motor listrik juga diharapkan mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak. Substitusi impor minyak tersebut diproyeksikan memberikan dampak sekitar Rp45 triliun.

Asisten Deputi Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian Atong Soekirman mengatakan pengembangan Molinas perlu diarahkan untuk memperkuat kemampuan industri nasional, termasuk desain, teknologi, manufaktur, dan rantai pasok.

“Molinas harus membangun kemampuan desain, engineering, manufaktur, teknologi, dan rantai pasok di dalam negeri,” kata Atong.

Dengan berbagai sasaran tersebut, Molinas diarahkan menjadi bagian dari pengembangan industri kendaraan listrik nasional. Selain itu, pencapaian target tetap bergantung pada peningkatan kapasitas produksi, penguatan TKDN, ketersediaan infrastruktur, serta kemampuan industri memastikan produk terserap pasar domestik.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

KPR Subsidi Dipercepat, Peluang Pekerja Muda Punya Rumah Diperluas

25 October 2026 - 00:04

Bank Swasta dan Daerah Didorong Perluas Pembiayaan Rumah Subsidi

25 October 2026 - 00:04

Pemerintah Respons Kritik, Tata Kelola Koperasi Merah Putih Dibenahi

25 October 2026 - 00:04

Koperasi Merah Putih Dievaluasi, Pemerintah Terbuka terhadap Masukan Publik

25 October 2026 - 00:04

Pemerintah Proyeksikan Defisit APBN 2026 Tetap di Bawah 3 Persen

25 October 2026 - 00:04

Trending on Berita