Menu

Dark Mode
Utang Luar Negeri Indonesia Tetap Aman, Rasio terhadap PDB Stabil dan Terkendali Pemerintah Pastikan Utang Indonesia Masih Aman Utang Indonesia Dinilai Tetap Terkendali di Tengah Tantangan Global Pemerintah Jamin Keberlanjutan Fiskal dengan Pengelolaan Utang yang Aman Penguatan Infrastruktur Air Menjadi Kunci Keberhasilan Menghadapi Kemarau 2026 Mitigasi Kemarau yang Terencana Menjaga Ketahanan Pangan Nasional

Berita

Mitigasi Kemarau yang Terencana Menjaga Ketahanan Pangan Nasional

badge-check


					Mitigasi Kemarau yang Terencana Menjaga Ketahanan Pangan Nasional Perbesar

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau 2026 guna menjaga produksi pangan nasional tetap stabil. Berbagai upaya dilakukan melalui penguatan infrastruktur air, penyediaan benih unggul, modernisasi pertanian, serta peningkatan koordinasi dengan pemerintah daerah.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Suwandi, menegaskan bahwa sektor pangan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan bangsa. Karena itu, pemerintah memastikan berbagai program penguatan produksi terus berjalan di tengah tantangan perubahan iklim.

“Pangan bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi kebutuhan strategis bangsa. Menjaga pangan berarti menjaga kedaulatan dan masa depan negara,” ujar Suwandi.

Ia menjelaskan bahwa sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, sektor pertanian menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan nasional, termasuk untuk mendukung swasembada pangan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengembangan biofuel, dan hilirisasi pertanian.

Menurut Suwandi, Indonesia memasuki musim kemarau tahun ini dengan kesiapan yang lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.

Berbagai program telah dijalankan, mulai dari optimalisasi lahan, cetak sawah, pembangunan irigasi perpompaan, hingga penyediaan benih unggul yang lebih tahan terhadap kondisi kekeringan.

Ia juga menegaskan bahwa kondisi iklim tahun ini berbeda dengan fenomena El Nino kuat yang terjadi pada 2015 dan 2023.

Berdasarkan data BMKG dan satelit NOAA, musim kemarau diperkirakan berlangsung dalam kondisi yang lebih terkendali.

“Karena itu, yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, bukan menimbulkan kekhawatiran berlebihan,” katanya.

Meski demikian, Kementan tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat periode Juli hingga September merupakan puncak musim kemarau.

Sejak awal tahun, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, telah menginstruksikan pemerintah daerah untuk memperkuat langkah mitigasi kekeringan melalui pemetaan wilayah rawan, perbaikan jaringan irigasi, normalisasi saluran air, serta optimalisasi embung dan waduk.

“Kita minta daerah melakukan pemetaan wilayah yang selama ini menjadi langganan kekeringan sehingga langkah-langkah penyelamatan bisa dilakukan lebih cepat dan lebih tepat,” ujar Suwandi.

Sementara itu, Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengingatkan bahwa musim kemarau 2026 diperkirakan lebih kering dibandingkan kondisi normal. Menurutnya, Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino yang dapat memengaruhi curah hujan di berbagai wilayah.

“Kami telah menyampaikan sejak bulan Maret bahwa tahun ini akan terjadi fenomena El Nino. Kemudian pada tanggal 2 Juni kemarin, WMO juga telah merilis bahwa El Nino akan terjadi pada tahun 2026,” ujarnya.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Utang Luar Negeri Indonesia Tetap Aman, Rasio terhadap PDB Stabil dan Terkendali

23 June 2026 - 01:05

Pemerintah Pastikan Utang Indonesia Masih Aman

23 June 2026 - 01:05

Penguatan Infrastruktur Air Menjadi Kunci Keberhasilan Menghadapi Kemarau 2026

23 June 2026 - 01:05

Program Magang Nasional 2026 Didorong Lebih Merata ke Seluruh Provinsi

23 June 2026 - 01:05

Pemerintah Siapkan 150 Ribu Kuota Magang Nasional untuk Fresh Graduate pada Juli 2026

23 June 2026 - 01:05

Trending on Berita