Menu ✖

Dark Mode
Penindakan OPM di Yahukimo Tegaskan Kehadiran Negara dalam Melindungi Masyarakat Guru Sejahtera Masuk Radar Besar Pembaruan Sisdiknas Guru Sejahtera Jadi Fokus Penyempurnaan RUU Sisdiknas Dua Tahun Prabowo-Gibran, APBN Topang Pendidikan, Kesehatan, dan Produktivitas Dua Tahun Prabowo-Gibran, APBN Perkuat Program Prioritas Nasional Hilirisasi Menguat, Dua Tahun Prabowo-Gibran Dorong Investasi Bernilai Tambah

Berita

Miliki Fundamental Stabil, Pemerintah Optimis Rupiah Menguat

badge-check


					Miliki Fundamental Stabil, Pemerintah Optimis Rupiah Menguat Perbesar

Jakarta – Pemerintah optimistis nilai tukar rupiah dapat kembali menguat seiring kuatnya fundamental ekonomi nasional dan koordinasi yang terus dilakukan antara otoritas fiskal dan moneter dalam menjaga stabilitas pasar keuangan.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan kondisi ekonomi Indonesia tetap solid meskipun nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sempat menembus level Rp18.000.

“Yang pasti bisa kami sampaikan bahwa kita harus yakin bahwa sesungguhnya fundamental ekonomi kita yang tergambar dari pertumbuhan ekonomi. Kemudian dari inflasi yang masih terjaga Insya Allah sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat,” kata Prasetyo.

Menurutnya, pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memantau perkembangan pasar keuangan serta menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Kami pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, kemudian Bank Indonesia, kemudian juga Otoritas Jasa Keuangan terus berkoordinasi secara intens untuk terus memonitor dan kemudian melakukan langkah-langkah,” katanya.

Optimisme terhadap penguatan rupiah juga didukung oleh kondisi ketahanan eksternal Indonesia yang tetap terjaga. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan bahwa cadangan devisa Indonesia masih berada pada level yang kuat.

“Secara umum, pelemahan Rupiah juga masih sejalan dengan regional, secara YTD melemah 7,44%. Cadangan devisa tetap terjaga di level US$ 146,2 miliar pada akhir April 2026,” ujar Destry.

Di sisi lain, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa meyakini pemerintah akan terus berupaya mengendalikan pergerakan nilai tukar rupiah agar tetap berada pada jalur yang sesuai dengan target jangka menengah yang telah ditetapkan.

“Saya yakin Pemerintah dalam hal ini kementerian-kementerian terkait sudah dan akan terus berupaya untuk bisa mencegah agar tren turunnya nilai tukar rupiah ini tidak semakin dalam dan mencegah untuk terus bisa mengendalikan pada posisi seperti yang memang kita harapkan bersama,” ungkapnya.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga, inflasi yang terkendali, serta dukungan cadangan devisa yang kuat, pemerintah meyakini fondasi ekonomi Indonesia tetap kokoh. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan pasar sekaligus mendukung penguatan rupiah di tengah dinamika ekonomi global.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Penindakan OPM di Yahukimo Tegaskan Kehadiran Negara dalam Melindungi Masyarakat

14 October 2026 - 04:18

Guru Sejahtera Masuk Radar Besar Pembaruan Sisdiknas

14 October 2026 - 01:13

Guru Sejahtera Jadi Fokus Penyempurnaan RUU Sisdiknas

14 October 2026 - 01:13

Dua Tahun Prabowo-Gibran, APBN Topang Pendidikan, Kesehatan, dan Produktivitas

14 October 2026 - 01:13

Dua Tahun Prabowo-Gibran, APBN Perkuat Program Prioritas Nasional

14 October 2026 - 01:13

Trending on Berita