Menu ✖

Dark Mode
Tokoh Adat Sentani Ajak Warga Jaga Kedamaian dan Tak Terprovokasi Isu Roma Agreement Tokoh Adat Sentani Dorong Masyarakat Tak Terpengaruh Isu Roma Agreement Koordinasi Kebijakan Fiskal Perkuat Stabilitas Keuangan dan Jaga Ketahanan Ekonomi Nasional Pemerintah Optimistis Jaga Ketahanan Ekonomi Nasional Melalui Investasi Strategis Danantara Ketahanan Ekonomi Nasional Kunci Menghadapi Ketidakpastian Global APBN Pilar Utama Pemerintah Dorong Pertumbuhan dan Ketahanan Ekonomi Nasional

Opini

Menjaga Semangat Nasionalisme dan Kondusivitas Keamanan Papua Jelang HUT Ke-81 RI

badge-check


					Menjaga Semangat Nasionalisme dan Kondusivitas Keamanan Papua Jelang HUT Ke-81 RI Perbesar

Oleh : Yohanes Wandikbo )*

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, menjaga keamanan dan kondusivitas di Papua menjadi bagian penting dari upaya memastikan seluruh masyarakat dapat merayakan momentum kemerdekaan dengan aman, tertib, dan penuh kebersamaan. Peringatan kemerdekaan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat persatuan, memperkokoh nasionalisme, serta memastikan pembangunan dapat terus berjalan di seluruh wilayah Papua.

Kondisi keamanan yang kondusif merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan. Stabilitas memungkinkan pelayanan publik berjalan optimal, kegiatan ekonomi berkembang, anak-anak dapat belajar dengan tenang, serta masyarakat dapat menjalankan aktivitas sosial tanpa rasa khawatir. Karena itu, menjaga keamanan Papua bukan hanya menjadi tugas aparat keamanan dan pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Semangat tersebut terlihat dari berbagai ajakan tokoh adat di sejumlah wilayah Papua yang mendorong masyarakat untuk menjaga persaudaraan dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang berpotensi mengganggu ketertiban. Di Kabupaten Mimika, Ketua Ikatan Lima Suku Besar Kabupaten Mimika, Decky Tenouye, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan menjelang HUT ke-81 RI.

Menurut Decky Tenouye, momentum peringatan kemerdekaan seharusnya menjadi kesempatan untuk memperkuat rasa persaudaraan dan semangat kebangsaan. Masyarakat Mimika yang berasal dari beragam latar belakang suku, agama, dan budaya dinilai memiliki kekuatan besar apabila keberagaman tersebut dikelola melalui semangat saling menghormati dan hidup berdampingan.

Ajakan tersebut menjadi relevan di tengah munculnya sejumlah kasus kekerasan dan gangguan keamanan di beberapa wilayah Papua. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan tanpa menciptakan ketakutan. Informasi yang belum terverifikasi juga perlu disikapi secara bijak agar tidak berkembang menjadi provokasi yang dapat memicu konflik sosial.

Decky Tenouye menilai para tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat memiliki peran strategis dalam menjaga suasana tetap damai. Para pemimpin masyarakat dapat menjadi jembatan komunikasi sekaligus menyampaikan pesan persatuan kepada warga di lingkungan masing-masing. Pendekatan dialog dan kekeluargaan perlu terus dikedepankan dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

Pandangan serupa disampaikan Sekretaris Umum Ikatan Lima Suku Besar Mimika sekaligus Kepala Suku Nduga, Elipanus Wesareak. Ia menilai stabilitas keamanan merupakan syarat penting bagi kelancaran pemerintahan, pelayanan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi di Mimika. Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, dan Forum Pembauran Kebangsaan perlu terus diperkuat. Menurut Elipanus Wesareak, keberagaman masyarakat Mimika semestinya menjadi modal sosial untuk membangun daerah. Penyelesaian persoalan melalui dialog, musyawarah, dan pendekatan kekeluargaan dinilai jauh lebih konstruktif dibandingkan tindakan kekerasan atau pelanggaran hukum.

Pesan persatuan juga datang dari Kepala Suku Dani, Herminus Kogoya, yang mengajak masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan maupun informasi yang dapat memicu tindakan anarkis. Generasi muda Papua memiliki posisi penting sebagai penerus pembangunan sehingga energi mereka perlu diarahkan pada kegiatan produktif, pendidikan, kewirausahaan, olahraga, serta kegiatan sosial yang memperkuat persaudaraan.

Di Kabupaten Dogiyai, pendekatan keamanan berbasis komunikasi dengan tokoh adat juga terus dilakukan. Kepala Suku Mee Kampung Duntek, Isak Tebai, menyampaikan apresiasi terhadap berbagai program pemerintah yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia berharap pemberdayaan masyarakat terus diperkuat, terutama melalui program pembangunan yang menyentuh kebutuhan warga di wilayah pedalaman.

Isak Tebai juga mengajak masyarakat menjaga keamanan dan menghindari penyebaran informasi yang dapat memecah persatuan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, dan pemberdayaan masyarakat membutuhkan lingkungan yang aman agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal.

Sementara itu, Ketua III Wilayah Awyu Lembaga Masyarakat Adat Boven Digoel, Esebius Balio, mengajak masyarakat mendukung program pemerintah sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban menjelang HUT ke-81 RI. Dukungan tersebut antara lain diarahkan terhadap program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Esebius Balio juga mengingatkan warga agar menghindari aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, termasuk konsumsi minuman keras dan aksi pemalangan jalan. Pesan tersebut menunjukkan bahwa peran tokoh adat sangat penting dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan tetap aman.

Rangkaian pesan dari para tokoh adat tersebut memperlihatkan bahwa menjaga Papua tetap kondusif merupakan kepentingan bersama. Pemerintah dan aparat keamanan memang memiliki tanggung jawab dalam memastikan keamanan, tetapi keberhasilan menjaga stabilitas akan semakin kuat apabila mendapat dukungan masyarakat.

Dengan kolaborasi pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, generasi muda, dan seluruh warga, Papua dapat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI dalam suasana aman dan penuh optimisme. Kondusivitas keamanan bukan hanya prasyarat perayaan kemerdekaan, melainkan fondasi untuk memastikan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua terus bergerak maju.

)* Penulis Merupakan Pengamat Pembangunan Papua

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Koordinasi Kebijakan Fiskal Perkuat Stabilitas Keuangan dan Jaga Ketahanan Ekonomi Nasional

28 September 2026 - 10:48

Pemerintah Optimistis Jaga Ketahanan Ekonomi Nasional Melalui Investasi Strategis Danantara

28 September 2026 - 10:48

Fokus Prabowo pada Gambut Menjadi Kunci Mencegah Karhutla Berulang

28 September 2026 - 10:48

Karhutla Tidak Cukup Dipadamkan, Prabowo Tepat Memperkuat Komando Pencegahan

28 September 2026 - 10:48

Sertifikasi Halal: Perlindungan Konsumen dan Daya Saing Usaha

28 September 2026 - 10:47

Trending on Opini