Menu

Dark Mode
Relokasi Permanen dan Layanan Dasar Dipercepat, Penanganan Pascabanjir di Sumatra Tunjukkan Progres Pemerintah Percepat Normalisasi Sungai Batang Sumpur dan Muara Pisang, Kunci Reduksi Risiko Banjir Susulan di Sumatera Transisi dari Darurat ke Pemulihan di Sumatra Jadi Momentum Perbaikan Jalan, Jembatan dan Hunian Jumlah Titik Jalan Fungsional Naik Signifikan, Infrastruktur Sumatra Pascabanjir Kian Pulih Pemerintah Tanggung PPh 21 Sepanjang 2026, Daya Beli Masyarakat Dijaga Pemerintah Bebaskan PPh 21, Stimulus Fiskal Untuk Dongkrak Daya Beli Kelas Menengah

Berita

Memperkuat Ketahanan Ekonomi melalui Inovasi Digital dan Diplomasi Strategis

badge-check


					Memperkuat Ketahanan Ekonomi melalui Inovasi Digital dan Diplomasi Strategis Perbesar

JAKARTA- Menghadapi tantangan pelemahan ekonomi global, sinergi berbagai elemen strategis menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan. Salah satu upaya penting dilakukan oleh institusi pendidikan di Indonesia yang mengambil peran aktif dalam pengembangan ekonomi digital berbasis kecerdasan buatan (AI) dan inovasi teknologi.

Bambang Soesatyo, Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar, menegaskan pentingnya peran institusi pendidikan dan berbagai komunitas dalam menghadapi dinamika ekonomi saat ini. “Dalam era digital saat ini, di mana teknologi berkembang dengan pesat, institusi pendidikan dapat berperan sebagai katalisator dalam menghadapi tantangan dan menciptakan peluang baru,” ujar Bambang Soesatyo.

Proyeksi ekonomi digital Indonesia menunjukkan peluang besar. Menurut laporan e-Conomy SEA, ekonomi digital Tanah Air diperkirakan mencapai nilai USD 220 hingga 360 miliar pada tahun 2030. Dukungan pemerintah melalui Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial (Stranas KA) 2020-2045 menegaskan posisi AI sebagai pendorong utama daya saing nasional di masa depan.

Sementara itu, diplomasi ekonomi juga memainkan peran penting dalam menghadapi tekanan global. Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Brunei Darussalam pada Mei 2025 menggarisbawahi penguatan kemitraan strategis, khususnya di bidang ekonomi, ketahanan pangan, dan perlindungan pekerja migran.

Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian, menegaskan, “Melalui diskusi ini, Indonesia meneguhkan niat untuk memperkuat hubungan di sektor-sektor strategis, mulai dari perdagangan hingga perlindungan WNI. Semangat persahabatan sangat terasa dalam pertemuan ini, yang sekaligus menjadi bentuk diplomasi ekonomi untuk kesejahteraan rakyat,” pungkas Airlangga Hartarto.

Di sisi lain, data Bank Indonesia mencatat stabilitas sistem keuangan nasional tetap terjaga meski kondisi global penuh tantangan. Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan, menegaskan, “Dalam rapat KSSK, kita sepakat meningkatkan kewaspadaan sekaligus memperkuat koordinasi antar-lembaga untuk meredam dampak risiko eksternal, sembari mendorong penguatan sektor keuangan dan perekonomian domestik,” tegas Sri Mulyani Indrawati.

Optimisme terhadap masa depan ekonomi Indonesia semakin kuat dengan berbagai langkah strategis tersebut. Terbukanya peluang inovasi digital dan diplomasi ekonomi yang diperkuat diyakini akan menjadi pondasi utama dalam menghadapi pelemahan ekonomi global sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. [^]

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Relokasi Permanen dan Layanan Dasar Dipercepat, Penanganan Pascabanjir di Sumatra Tunjukkan Progres

13 January 2026 - 09:46

Pemerintah Percepat Normalisasi Sungai Batang Sumpur dan Muara Pisang, Kunci Reduksi Risiko Banjir Susulan di Sumatera

13 January 2026 - 09:46

Pemerintah Tanggung PPh 21 Sepanjang 2026, Daya Beli Masyarakat Dijaga

13 January 2026 - 09:46

Pemerintah Bebaskan PPh 21, Stimulus Fiskal Untuk Dongkrak Daya Beli Kelas Menengah

13 January 2026 - 09:46

Presiden Prabowo Resmikan RDMP Balikpapan, Tonggak Baru Ketahanan Energi Nasional

13 January 2026 - 09:46

Trending on Berita