Menu

Dark Mode
Industrialisasi Nasional Memperkuat Kedaulatan Ekonomi Indonesia Percepatan Industrialisasi Menjadi Jalan Strategis Menuju Indonesia Maju Percepatan Industrialisasi Dorong Indonesia Semakin Mandiri di Sektor Manufaktur Percepatan Industrialisasi Perkuat Fondasi Ekonomi Indonesia Menuju Negara Maju Pelatihan Calon Manajer Koperasi Merah Putih Difokuskan pada Manajemen Perkoperasian Pelatihan Kopdes Merah Putih Makin Aman, Relevan, dan Menguatkan Aspek Manajerial

Berita

MBG Hadir di Perbatasan, Negara Perkuat Akses Gizi dan Layanan Dasar

badge-check


					MBG Hadir di Perbatasan, Negara Perkuat Akses Gizi dan Layanan Dasar Perbesar

Jakarta – Pemerintah terus mengoptimalkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari strategi memperkuat akses gizi dan layanan dasar, khususnya di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Langkah ini diperkuat melalui pembangunan Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan perbatasan negara salah satunya di PLBN Wini dan Motamasin. Kehadiran fasilitas ini menjadi bukti nyata komitmen negara dalam memastikan masyarakat perbatasan mendapatkan layanan gizi yang merata dan berkualitas.

Pembangunan SPPG difokuskan pada wilayah dengan kebutuhan layanan gizi yang mendesak. Selain mendukung pemenuhan nutrisi, dapur MBG di kawasan perbatasan juga berfungsi sebagai penguat layanan dasar sekaligus penggerak aktivitas ekonomi lokal. Dengan demikian, kehadiran MBG tidak hanya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, tetapi juga memperluas manfaat pembangunan hingga ke wilayah perbatasan.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyampaikan bahwa program MBG merupakan bagian dari kebijakan strategis nasional yang berdampak luas.

“Program MBG adalah amanat Presiden untuk memastikan generasi Indonesia tumbuh sehat dan cerdas. Di sisi lain, program ini juga memperkuat ekonomi lokal melalui keterlibatan petani, nelayan, dan pelaku UMKM, sehingga manfaatnya dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan SPPG di perbatasan mencerminkan kehadiran negara dalam memperkuat layanan dasar.

“Kehadiran fasilitas ini menunjukkan komitmen negara dalam menjamin akses gizi yang layak, menjaga stabilitas pangan, serta memastikan ketersediaan layanan dasar bagi masyarakat di wilayah perbatasan,” tambah Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo.

Secara teknis, SPPG di PLBN Wini dan Motamasin dilengkapi dengan fasilitas yang memenuhi standar kebersihan dan keberlanjutan lingkungan, mulai dari dapur utama, area pencucian, gudang penyimpanan, hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Fasilitas pendukung seperti jaringan air bersih, area parkir, serta penataan kawasan juga disiapkan untuk menunjang operasional yang optimal.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengelolaan Lintas Batas Negara (Tasbara) BNPP, Budi Setyono, menekankan pentingnya kesiapan operasional pascapembangunan.

“Arahan Sekretaris BNPP menegaskan agar SPPG yang telah dibangun dapat segera dioperasikan. Oleh karena itu, kesiapan aspek teknis dan manajerial, termasuk penetapan mitra pengelola dan penyusunan SOP, menjadi hal yang krusial,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pengelolaan SPPG di kawasan PLBN memerlukan koordinasi lintas sektor.

“Perencanaan operasional harus mencakup pemetaan kebutuhan pangan, distribusi, hingga kesiapan tenaga kerja agar layanan berjalan efektif dan berkelanjutan,” tambah Budi Setyono.

Melalui percepatan ini, pemerintah bersama BNPP menegaskan komitmennya untuk menghadirkan MBG di perbatasan sebagai upaya memperkuat akses gizi dan layanan dasar. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di wilayah perbatasan Indonesia.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Percepatan Industrialisasi Dorong Indonesia Semakin Mandiri di Sektor Manufaktur

6 July 2026 - 09:02

Percepatan Industrialisasi Perkuat Fondasi Ekonomi Indonesia Menuju Negara Maju

6 July 2026 - 09:01

Pelatihan Calon Manajer Koperasi Merah Putih Difokuskan pada Manajemen Perkoperasian

6 July 2026 - 09:01

Pemerintah Evaluasi Pelatihan Kopdes, Materi Manajerial Jadi Prioritas Utama

6 July 2026 - 09:01

Digitalisasi Bansos Diperluas, Pemerintah Perkuat Transparansi Penyaluran Bantuan

6 July 2026 - 09:01

Trending on Berita