Menu ✖

Dark Mode
MBG Jadi Penggerak Ekonomi Daerah, Buka Peluang Usaha dan Lapangan Kerja Bantuan Pangan Tepat Sasaran Mengurangi Tekanan Pengeluaran Keluarga Perubahan Anak Sekolah Rakyat Menunjukkan Pentingnya Pendampingan Berkelanjutan Pendidikan dan Pengasuhan Sekolah Rakyat Menumbuhkan Kemandirian Anak Membangun Kemandirian Energi Nuklir dengan SDM dan Regulasi Kuat Komitmen Pemerintah Mengelola Potensi Nuklir Indonesia secara Aman dan Berkelanjutan

Berita

MBG Gerakkan Ekonomi Daerah lewat Penyerapan Tenaga Kerja

badge-check


					MBG Gerakkan Ekonomi Daerah lewat Penyerapan Tenaga Kerja Perbesar

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berkembang sebagai upaya meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian daerah. Hingga September 2026, program ini melibatkan lebih dari satu juta pegawai dan relawan. Rantai pasoknya juga membuka peluang bagi puluhan ribu pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk memasok kebutuhan pangan di berbagai wilayah.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan bahwa manfaat MBG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia menekankan pentingnya keterlibatan UMKM, petani, dan peternak dalam rantai pasok program, dengan tetap memastikan bahan pangan memenuhi standar keamanan.

“Program ini berdampak kepada ekonomi lokal dengan memberdayakan UMKM, petani, dan peternak. Syarat utamanya semua bahan makanan harus benar dan memenuhi standar keamanan,” ujar Sudaryono.

Berdasarkan data BGN hingga September 2026, sebanyak 1.027.998 pegawai dan relawan terlibat dalam pelaksanaan MBG. Jumlah tersebut terdiri atas 86.120 pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan 941.878 relawan. Data ini menunjukkan besarnya kebutuhan sumber daya manusia untuk mendukung operasional program di berbagai daerah.

Dampak ekonomi juga terlihat dari keterlibatan pemasok. Data BGN per 9 Oktober 2026 mencatat 63.608 pemasok di 37 provinsi. Sebanyak 52.689 di antaranya merupakan UMKM, disusul 9.388 pemasok dari koperasi, 1.105 dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan 426 dari Koperasi Desa Merah Putih. Keterlibatan ini membuka peluang pasar bagi produk lokal, mulai dari beras, telur, daging, ikan, sayuran, hingga buah-buahan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa pemerintah terus membenahi tata kelola MBG, memperluas layanan ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta memperkuat keamanan dan mutu makanan.

“Tentunya Pemerintah juga akan menertibkan data penerima manfaat dan menegaskan penindakan terhadap penyimpangan agar pelaksanaan program berjalan lebih baik sampai dengan wilayah 3T,” Jelasnya.

Penguatan kemitraan dengan UMKM, koperasi, petani, peternak, dan pelaku usaha lokal menjadi penting agar manfaat ekonomi MBG semakin merata. Dengan pengawasan yang konsisten, tata kelola transparan, dan standar keamanan pangan yang terjaga, program ini diharapkan mampu mendukung peningkatan gizi sekaligus memperluas kesempatan kerja dan menggerakkan ekonomi daerah. (*)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Jajaki Kerja Sama Internasional untuk Pengembangan Energi Nuklir

1 November 2026 - 00:32

Pemerintah Dorong Energi Nuklir untuk Perkuat Kemandirian Indonesia

1 November 2026 - 00:32

Program MBG Buka Lapangan Kerja dan Peluang Usaha Baru

1 November 2026 - 00:32

Pemerintah Percepat Bantuan Pangan untuk 33,2 Juta Keluarga

1 November 2026 - 00:31

Pemerintah Pastikan Bantuan Pangan Desil 1–4 Jadi Prioritas

1 November 2026 - 00:31

Trending on Berita