Menu

Dark Mode
Diplomasi Dua Kutub, Presiden Prabowo Bangun Keseimbangan dari Moskow ke Paris Dari Kremlin ke Elysee, Presiden Prabowo Baca Arah Baru Geopolitik Sekolah Rakyat dan Harapan Baru bagi Keluarga Difabel Akses Pendidikan bagi Keluarga Difabel melalui Program Sekolah Rakyat Pengadilan Militer Dinilai Tepat untuk Kasus Kekerasan Air Keras Penanganan Kasus Air Keras Melalui Pengadilan Militer Dinilai Solutif

Berita

MBG Dorong Pertumbuhan Ekonomi Desa melalui Penguatan Sektor Pangan

badge-check


					MBG Dorong Pertumbuhan Ekonomi Desa melalui Penguatan Sektor Pangan Perbesar

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin menegaskan perannya sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa melalui penguatan sektor pangan nasional. Selain meningkatkan kualitas gizi generasi muda, program ini juga menciptakan ekosistem ekonomi yang produktif di pedesaan.

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Esther Sri Astuti menilai bahwa penguatan sektor pangan menjadi kunci utama keberlanjutan MBG sekaligus pendorong ekonomi desa.

“Keberhasilan MBG sangat ditentukan oleh kemampuan kita memastikan pasokan bahan baku berasal dari dalam negeri,” ungkapnya.

Ia mendorong pemerintah untuk terus memperkuat infrastruktur pertanian, termasuk irigasi, teknologi modern, serta akses pembiayaan bagi petani. Selain itu, diversifikasi pangan seperti singkong, sagu, dan porang dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di desa.

“Dengan penguatan sektor pangan, ekonomi desa akan semakin kokoh dan program MBG dapat berjalan secara berkelanjutan,” tegas Esther Sri Astuti.

Dengan sinergi antara peningkatan gizi dan penguatan sektor pangan, MBG menjadi pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan MBG sebagai investasi strategis yang berdampak luas bagi pembangunan nasional.

“Program MBG ini bukan hanya tentang pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi desa, khususnya di sektor pangan seperti hortikultura, peternakan ayam, dan produksi telur yang terhubung dari hulu hingga hilir,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Ia menjelaskan, program tersebut difokuskan pada pemenuhan gizi anak-anak dari tingkat pendidikan dasar hingga menengah sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, MBG dirancang sebagai kebijakan jangka panjang yang berorientasi pada masa depan bangsa.

“Program ini hadir untuk memastikan generasi muda Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing,” katanya.

Lebih lanjut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa MBG turut berkontribusi dalam menekan angka stunting melalui penyediaan asupan gizi yang cukup, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses pangan bergizi.

“Ini adalah bentuk kepedulian nyata pemerintah agar setiap anak Indonesia memiliki kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujarnya.

Dari sisi ekonomi, program ini menciptakan efek berantai yang signifikan di desa. Peningkatan permintaan bahan pangan mendorong produktivitas petani hortikultura dan peternak, sehingga roda ekonomi lokal semakin bergerak.

“Program ini menghidupkan berbagai sektor usaha kecil dan menengah di pedesaan, sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat,” jelas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Ia menambahkan bahwa jutaan pelaku usaha, khususnya peternak unggas, turut merasakan manfaat langsung.

“Banyak peternak yang kini semakin produktif karena adanya peningkatan permintaan dari program ini,” tambahnya.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Proses Peradilan Militer Ditekankan untuk Jamin Keadilan Kasus Air Keras

15 April 2026 - 10:42

MBG Didorong sebagai Instrumen Penguatan Ekonomi Desa Berbasis Pangan

15 April 2026 - 10:42

Sekolah Rakyat Buka Akses Pendidikan bagi Anak dari Keluarga Difabel

15 April 2026 - 10:42

Sekolah Rakyat Perkuat Akses Pendidikan Inklusif bagi Anak Keluarga Difabel

15 April 2026 - 10:42

Penanganan Kasus Air Keras Melalui Peradilan Militer Dipastikan Transparan

15 April 2026 - 10:42

Trending on Berita