Menu ✖

Dark Mode
Kesetaraan Pendidikan Lewat Sekolah Rakyat, Negara Tak Membiarkan Anak Tertinggal Sekolah Rakyat Bawa Kesetaraan Pendidikan, dari Wacana Jadi Layanan Nyata Sekolah Rakyat Dorong Kesetaraan lewat Pembelajaran Fleksibel dan Inklusif Kesetaraan Pendidikan Diperkuat, Sekolah Rakyat Jadi Jalan Anak Kembali Belajar Kedaulatan Pangan Menjawab Tantangan dari Sawah sampai Dapur Rakyat Kedaulatan Pangan: Bangsa Mampu Berdiri di Atas Produksi Sendiri

Berita

Masyarakat Adat Papua Dukung Kebijakan Presiden Prabowo Berantas Tambang Ilegal

badge-check


					Masyarakat Adat Papua Dukung Kebijakan Presiden Prabowo Berantas Tambang Ilegal Perbesar

Papua – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan masa depan Tanah Papua, masyarakat adat Papua menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam menindak tegas praktik tambang ilegal. Dukungan tersebut disampaikan oleh Ketua Lembaga Masyarakat Adat MOI sekaligus Tokoh Adat Papua, Benhur Yaboisembut yang menegaskan komitmen masyarakat adat untuk menjaga alam Papua dari aktivitas yang merusak ekosistem dan ruang hidup masyarakat adat.

Benhur Yaboisembut menegaskan bahwa kebijakan pemerintah pusat untuk menindak tegas tambang ilegal merupakan langkah strategis dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat Papua.

“Sebagai masyarakat adat Papua, kami menyambut baik dan mendukung penuh kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam menertibkan dan memberantas seluruh tambang ilegal yang beroperasi di wilayah adat Tanah Papua,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia atas keberanian dan ketegasan pemerintah dalam mengambil langkah hukum terhadap aktivitas pertambangan ilegal. Menurutnya, kehadiran negara melalui kebijakan yang tegas menunjukkan keberpihakan terhadap perlindungan hak-hak masyarakat adat serta kelestarian alam Papua.

“Kami mengapresiasi tindakan tegas Presiden yang menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga Papua dari kerusakan lingkungan akibat tambang ilegal,” katanya.

Lebih lanjut, Benhur Yaboisembut menilai bahwa aktivitas tambang ilegal selama ini telah menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari kerusakan ekosistem, pencemaran lingkungan, hingga terancamnya ruang hidup masyarakat adat. Oleh karena itu, penertiban tambang ilegal dianggap sebagai upaya penting untuk melindungi alam Papua yang menjadi sumber kehidupan masyarakat adat.

“Tambang ilegal sangat merugikan masyarakat adat karena merusak alam dan lingkungan hidup yang kami jaga secara turun-temurun,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat adat Papua untuk bersatu mendukung kebijakan pemerintah. Dukungan kolektif dinilai penting agar upaya pemberantasan tambang ilegal dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Saya mengajak seluruh masyarakat adat Papua, di mana pun berada, untuk bersama-sama mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto demi masa depan Papua yang lebih baik,” ungkapnya.

Menurut Benhur Yaboisembut, keberhasilan penegakan hukum terhadap tambang ilegal akan membuka peluang pembangunan yang adil dan berkelanjutan bagi generasi Papua di masa depan. Ia menegaskan bahwa perlindungan lingkungan hari ini adalah investasi penting agar generasi mendatang tidak kehilangan kesempatan untuk hidup sejahtera di tanahnya sendiri.

Menutup pernyataannya, Tokoh Adat Papua, Benhur Yaboisembut, menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Papua atas dukungan dan kepedulian terhadap Tanah Papua.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sekolah Rakyat Dorong Kesetaraan lewat Pembelajaran Fleksibel dan Inklusif

10 October 2026 - 15:46

Kesetaraan Pendidikan Diperkuat, Sekolah Rakyat Jadi Jalan Anak Kembali Belajar

10 October 2026 - 15:46

Kedaulatan Pangan Diperkuat lewat Percepatan Program Pertanian Nasional

10 October 2026 - 15:46

Kedaulatan Pangan Didorong melalui Produksi, Teknologi, dan Kesejahteraan Petani

10 October 2026 - 15:46

Transaksi Koperasi Merah Putih Naik, Perputaran Uang Desa Makin Terlihat

10 October 2026 - 15:46

Trending on Berita