Menu ✖

Dark Mode
Sinyal Ekonomi Menguat Menunjukkan Daya Tahan RI di Tengah Tekanan Global Sinyal Ekonomi Menguat Jadi Modal Menjaga Kepercayaan Pasar dan Rakyat Sinyal Ekonomi Menguat, Inflasi Terkendali dan Manufaktur Kembali Ekspansi Sinyal Ekonomi Menguat, Aktivitas Manufaktur dan Ekspor Makin Bergairah Perlinsos 2027 Targetkan Bantuan Sosial Lebih Cepat dan Transparan Pemerintah Siapkan Perlinsos 2027 untuk Perkuat Akurasi Bansos

Berita

Magang Nasional 2026 Diperluas, Ribuan Lulusan Disiapkan Masuk Dunia Kerja

badge-check


					Magang Nasional 2026 Diperluas, Ribuan Lulusan Disiapkan Masuk Dunia Kerja Perbesar

Jakarta – Program Magang Nasional 2026 resmi diperluas sebagai bagian dari upaya strategis pemerintah dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja muda dan meningkatkan kesiapan lulusan memasuki dunia kerja. Dengan kuota peserta yang terus diperluas, Magang Nasional diproyeksikan menjadi jembatan penting antara dunia pendidikan dan kebutuhan nyata industri.

Pemerintah memastikan program Magang Nasional kembali dibuka pada tahun 2026 dengan kuota minimal sebanyak 100 ribu peserta. Program ini ditujukan bagi lulusan baru perguruan tinggi sebagai upaya menekan angka pengangguran sekaligus memperkuat kesiapan kerja generasi muda.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan kuota 100 ribu peserta untuk program Magang Nasional 2026 yang rencananya dibuka pada pertengahan tahun.

“Pemerintah akan kembali membuka kesempatan bagi para lulusan baru perguruan tinggi pada pertengahan tahun 2026 dengan kapasitas minimal 100 ribu peserta magang,” ujar Teddy.

Menurut Seskab Teddy, program Magang Nasional kembali dibuka karena sukses memberi manfaat langsung bagi peserta untuk memperoleh pengalaman kerja awal. Program ini dirancang untuk menekan angka pengangguran sekaligus memperkuat keterkaitan kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri.

“Yang terpenting, peserta pemagangan benar-benar belajar langsung di perusahaan/instansi pemerintah, didampingi mentor, memperoleh pengalaman kerja nyata, dan menerima uang saku sesuai upah minimum kabupaten/kota setempat,” jelas Teddy.

Dalam kesempatan yang sama, Menaker Yassierli mengatakan pada semester pertama 2026 akan ada tambahan minimal 100.000 peserta pemagangan. Yassierli berharap, seiring bertambahnya mitra penyelenggara, kesempatan lulusan perguruan tinggi untuk mengikuti program ini makin luas.

“Hal ini semakin meyakinkan bahwa program pemagangan menjadi instrumen penting dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing untuk jangka panjang,” kata Yassierli.

Sementara itu, program Magang Nasional dirancang pemerintah untuk menjembatani lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja. Peserta akan menjalani magang selama enam bulan dan menerima uang saku setara Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Dengan magang terstruktur dan terstandar, peserta diharapkan memperoleh pengalaman kerja nyata, etos kerja profesional, serta pemahaman langsung mengenai budaya industri.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sinyal Ekonomi Menguat, Inflasi Terkendali dan Manufaktur Kembali Ekspansi

9 October 2026 - 23:36

Sinyal Ekonomi Menguat, Aktivitas Manufaktur dan Ekspor Makin Bergairah

9 October 2026 - 23:36

Perlinsos 2027 Targetkan Bantuan Sosial Lebih Cepat dan Transparan

9 October 2026 - 23:36

Pemerintah Siapkan Perlinsos 2027 untuk Perkuat Akurasi Bansos

9 October 2026 - 23:36

Dua Tahun Prabowo-Gibran, HAM Diperkuat lewat Koordinasi Hukum yang Solid

9 October 2026 - 23:36

Trending on Berita