Menu ✖

Dark Mode
Perpres Perkuat Tata Kelola, Koperasi Merah Putih Bersiap Jadi Simpul Ekonomi Desa Pemerintah Perkuat Kopdes Jadi Simpul Distribusi Barang Subsidi di Desa Pemerintah Percepat Operasional Kopdes di Papua, Produk Lokal Didorong Naik Kelas Kopdes Merah Putih Buka Jalan Ekspor, Komoditas Desa Tembus Pasar Dunia Pemerintah Dorong Penguatan KDMP, KADIN Libatkan Dunia Usaha 23 Ribu Bangunan Rampung, Kopdes Merah Putih Bersiap Gerakkan Ekonomi Desa

Berita

Literasi Digital Jadi Benteng Hadapi Lonjakan Penipuan Siber Berbasis AI dan Deepfake

badge-check


					Literasi Digital Jadi Benteng Hadapi Lonjakan Penipuan Siber Berbasis AI dan Deepfake Perbesar

Jakarta – Pemanfaatan AI yang semakin luas turut meningkatkan ancaman penipuan siber dan deepfake yang kian canggih. Karena itu, literasi digital menjadi kunci utama melindungi masyarakat dari berbagai kejahatan digital.

Deputi Direktur Departemen Perlindungan Konsumen OJK sekaligus Sekretariat Satgas PASTI, Daniel Apriandi, mengingatkan bahwa masyarakat harus semakin waspada terhadap berbagai bentuk penipuan yang memanfaatkan teknologi AI dan deepfake.

“Rendahnya tingkat literasi digital masih menjadi celah utama yang dimanfaatkan pelaku kejahatan,” kata Daniel.

Menurutnya, kemampuan pelaku kejahatan dalam memanipulasi identitas digital kini semakin sulit dikenali.

“Scam dengan modus phishing dan social engineering terus meningkat, diperparah dengan penggunaan AI dan deep fake yang kini mampu meniru wajah, suara, dan bahasa tubuh korban secara sempurna,” ujar Daniel.

Perkembangan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan literasi digital agar masyarakat mampu mengenali ciri-ciri penipuan, menjaga kerahasiaan data pribadi, serta melakukan verifikasi sebelum mempercayai informasi maupun permintaan transaksi yang diterima melalui media digital.

OJK bersama Satgas PASTI terus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai keamanan transaksi digital sebagai bagian dari upaya perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Operasi Keamanan dan Pengendalian Informasi BSSN, Satryo Suryantoro, menegaskan bahwa peningkatan literasi keamanan siber merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

“Diperlukan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, baik kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, komunitas, dunia usaha, media, maupun masyarakat luas,” ungkap Satryo.

Melalui peningkatan kesadaran dan kecakapan digital, masyarakat diharapkan semakin tangguh menghadapi ancaman kejahatan siber berbasis AI sehingga ruang gerak pelaku penipuan dapat semakin dipersempit. [-RWA]

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Dorong Penguatan KDMP, KADIN Libatkan Dunia Usaha

27 September 2026 - 12:15

23 Ribu Bangunan Rampung, Kopdes Merah Putih Bersiap Gerakkan Ekonomi Desa

27 September 2026 - 12:15

Pemerintah Siapkan Anggaran Koperasi Merah Putih, Pembayaran Dijamin Transparan

27 September 2026 - 12:15

Pemerintah Optimistis Penempatan Manajer Kopdes Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Desa

27 September 2026 - 12:15

KDMP Diperluas Bertahap di Papua Tengah, Kesiapan Wilayah Jadi Prioritas

27 September 2026 - 12:15

Trending on Berita