Menu

Dark Mode
PP TUNAS Perkuat Perlindungan dan Literasi Anak di Ruang Digital Pemerintah Dorong PP TUNAS untuk Lindungi Anak dan Perkuat Literasi Digital Menata Ruang Digital Anak melalui PP TUNAS dan Literasi Digital Dari Perlindungan ke Literasi: Pendekatan Menyeluruh PP TUNAS Pemerintah Perkuat Pengawasan dan Evaluasi Program MBG Pemerintah Optimalkan MBG melalui Pengawasan dan Evaluasi

Berita

Listrik Masuk Desa, Harapan Baru Masyarakat 3T

badge-check


					Listrik Masuk Desa, Harapan Baru Masyarakat 3T Perbesar

Jakarta – Pemerintah melalui program Listrik Desa (Lisdes) menargetkan penyediaan listrik bagi 780.000 rumah tangga hingga 2029.

Program ini ditujukan untuk menjangkau desa-desa yang belum mendapatkan akses listrik, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Investasi yang digelontorkan diperkirakan mencapai Rp50 triliun.

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 yang dipaparkan pada 26 Mei 2025, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan target pembangunan pembangkit listrik sebesar 294 megawatt (MW) selama lima tahun ke depan.

Pada 2025, pemerintah merencanakan investasi sebesar Rp4,52 triliun untuk Lisdes, terdiri atas pembangunan jaringan desa, peningkatan jam nyala listrik hingga 24 jam, dan bantuan pasang baru listrik (BPBL).

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp42,3 triliun untuk mendukung program Lisdes selama lima tahun mendatang.

“Bapak Presiden menyampaikan akan dialokasikan bujet sebesar Rp42,3 triliun, sehingga roadmap ini kami juga sudah punya,” ujar Darmawan dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI.

Darmawan menambahkan, program ini dirancang untuk meningkatkan rasio elektrifikasi (RE) dan rasio desa berlistrik (RDB) hingga mencapai 100%. Per Maret 2025, RE telah berada di angka 99,83% dan RDB sebesar 99,94%.

Rencana pelaksanaan Lisdes mencakup penyambungan listrik ke 10.068 desa. Tahun 2025 ditargetkan 1.092 desa akan dialiri listrik, disusul 1.278 desa pada 2026, 3.822 desa di 2027, serta 2.124 dan 1.752 desa masing-masing pada 2028 dan 2029.

Sementara itu, Kepala Desa Sukabangun di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kasius, menyambut gembira perubahan yang terjadi di desanya sejak listrik hadir penuh 24 jam.

“Saya sangat gembira dan bersyukur listrik sudah masuk di desa kami, terima kasih PLN. Semoga dengan adanya listrik ini, desa kami menjadi maju dan ekonomi masyarakat menjadi lebih meningkat lagi,” ucapnya.

Di sisi lain, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, juga memberikan apresiasi.

“Program Lisdes ini sangat penting untuk menciptakan pemerataan pembangunan di wilayah kami yang luas dan berbentuk kepulauan. Kami berharap dengan adanya akses listrik, masyarakat dapat lebih berkembang, terutama dalam sektor ekonomi dan pendidikan,” tuturnya.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

PP TUNAS Perkuat Perlindungan dan Literasi Anak di Ruang Digital

16 May 2026 - 22:57

Pemerintah Dorong PP TUNAS untuk Lindungi Anak dan Perkuat Literasi Digital

16 May 2026 - 22:57

Pemerintah Optimalkan MBG melalui Pengawasan dan Evaluasi

16 May 2026 - 22:57

Pemerintah Perkuat Pengawasan dan Evaluasi Program MBG

16 May 2026 - 22:57

Koperasi Merah Putih Tingkatkan Kesejahteraan Petani dan Pangkas Rantai Pasok

16 May 2026 - 22:57

Trending on Berita