Menu ✖

Dark Mode
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Jadi Prioritas Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ketahanan Ekonomi dan Program Prioritas Jadi Modal Pembangunan Dua Tahun Pragib, Guru Besar UI Apresiasi Ketahanan Ekonomi dan Program Prioritas Lapangan Kerja Berkualitas dan Ketahanan Ekonomi Jadi Prioritas Pembangunan Nasional Guru Besar FEB UI: Penguatan Ekonomi Inklusif Jadi Kunci Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kerja Nyata untuk Rakyat Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional

Berita

Layak Dapat Gelar Pahlawan, Bangsa Apresiasi Peran Soeharto Dalam Stabilitas dan Pembangunan

badge-check


					Layak Dapat Gelar Pahlawan, Bangsa Apresiasi Peran Soeharto Dalam Stabilitas dan Pembangunan Perbesar

Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden kedua RI, Soeharto, merupakan keputusan yang didasarkan pada penilaian objektif terhadap kontribusi historisnya bagi stabilitas nasional dan pembangunan jangka panjang. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa proses penetapan tersebut telah melalui mekanisme ketat sesuai ketentuan Dewan Gelar. Ia menegaskan bahwa

“Pemerintah memberikan penghargaan ini sebagai bentuk pengakuan terhadap dedikasi panjang Soeharto dalam menjaga keutuhan bangsa dan membangun fondasi ekonomi yang kuat bagi Indonesia,” tegasnya.

Presiden Prabowo kemudian menilai bahwa momentum pemberian gelar tersebut diharapkan mampu memperkuat rekonsiliasi nasional. Ia menyampaikan bahwa

“Masyarakat perlu melihat peran sejarah secara utuh, termasuk capaian strategis yang memberi dampak pada stabilitas negara, sehingga gelar ini adalah bagian dari penghormatan terhadap perjalanan bangsa,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa penetapan gelar ini merupakan hasil kajian mendalam dan bukan keputusan politis. Presiden Prabowo menyampaikan bahwa “Gelar pahlawan adalah bentuk penghormatan negara dan seluruh prosesnya dijalankan secara transparan,” lanjutnya.

Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Fadli Zon, menegaskan bahwa Soeharto memenuhi syarat substantif setelah melalui penelitian berlapis dan verifikasi tim ahli. Ia menekankan bahwa

“Setiap nama yang diajukan telah melalui penelitian mendalam, dan Soeharto terbukti memenuhi kriteria pengabdian luar biasa kepada bangsa,” terangnya.

Fadli juga menggarisbawahi bahwa pengusulan terhadap Soeharto bukan baru dilakukan. Ia menjelaskan bahwa

“Nama Soeharto telah diusulkan sejak 2011, 2015, hingga akhirnya diputuskan memenuhi semua persyaratan pada tahun ini,” imbuhnya.

Dalam pernyataannya, Fadli menambahkan bahwa kontribusi Soeharto dalam menciptakan stabilitas keamanan dan mendorong pembangunan nasional menjadi dasar utama penetapan tersebut. Ia menegaskan bahwa

“Keputusan ini bukan untuk membuka kembali polemik masa lalu, melainkan untuk menempatkan sejarah pada porsinya dan memberi penghargaan kepada mereka yang terbukti berperan penting,” tuturnya.

Ia kemudian menutup penjelasannya dengan menekankan pentingnya pesan sejarah bagi generasi muda. Fadli menyampaikan bahwa

“Kita harus memandang sejarah dengan perspektif utuh agar bangsa ini terus melangkah ke depan,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Jadi Prioritas

16 October 2026 - 06:12

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ketahanan Ekonomi dan Program Prioritas Jadi Modal Pembangunan

16 October 2026 - 06:12

Dua Tahun Pragib, Guru Besar UI Apresiasi Ketahanan Ekonomi dan Program Prioritas

16 October 2026 - 06:12

Lapangan Kerja Berkualitas dan Ketahanan Ekonomi Jadi Prioritas Pembangunan Nasional

16 October 2026 - 06:12

Guru Besar FEB UI: Penguatan Ekonomi Inklusif Jadi Kunci Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

16 October 2026 - 06:12

Trending on Berita