Menu

Dark Mode
DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor Komoditas Strategis Indonesia DSI Memperkuat Tata Kelola Ekspor agar Nilai SDA Tidak Bocor Pemerintah Perkuat Visibilitas Ekspor via DSI, Maksimalkan Nilai SDA Nasional DSI Bidik Optimalisasi Ekspor SDA hingga Rp88,5 Triliun per Tahun PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih

Berita

Langkah Terpadu Perkuat Ketahanan Pangan Papua: Produksi Meningkat, Pengawasan Diperketat

badge-check


					Langkah Terpadu Perkuat Ketahanan Pangan Papua: Produksi Meningkat, Pengawasan Diperketat Perbesar

Jayapura – Ketahanan pangan Papua diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga akademis, dan instansi pengawasan pangan.

Pemkot Jayapura bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar untuk mengembangkan sektor pertanian dan perikanan berbasis potensi lokal sebagai langkah strategis mewujudkan kemandirian pangan.

“Ini merupakan komitmen kami dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis pertanian dan perikanan lokal serta memperkuat ketahanan pangan daerah melalui kerja sama yang berkelanjutan dengan lembaga akademis,” ujar Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru.

Pemkot Jayapura telah menetapkan lima lokasi percontohan pertanian di Kampung Skow Sae, Skow Mabo, Skow Yambe, Koya Tengah, dan Koya Koso. Komoditas yang dikembangkan meliputi cabai besar, cabai kecil, jagung, semangka, dan tomat.

Program yang telah berjalan satu bulan ini menunjukkan perkembangan positif dan ditargetkan dapat dipanen awal Desember 2025. Pemkot juga menyiapkan perluasan ke seluruh kampung berdasarkan kesesuaian lahan dan kebutuhan masyarakat.

Di sektor perikanan, empat jenis budidaya diuji coba yakni kepiting soka, ikan bubara, udang air tawar, dan ikan nila.

“Berdasarkan hasil tinjauan di lapangan, keempat komoditas tersebut menunjukkan perkembangan cukup baik meskipun produksi kepiting soka masih dalam jumlah terbatas,” kata Rustan.

Panen ikan bubara ditargetkan berlangsung pada Desember sebagai model pengembangan perikanan di kampung pesisir seperti Nafri, Tobati, Enggros, Kayu Batu, dan Kayo Pulau.

Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa menyatakan kesiapan pihaknya mendukung penuh program penguatan pangan tersebut.

“Kami siap membantu Pemkot Jayapura dengan sumber daya manusia di sektor pertanian, perikanan dan bidang lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi ini mampu menghasilkan inovasi budidaya yang dapat diterapkan secara luas.

Di Papua Barat Daya, Loka POM Sorong memperkuat aspek keamanan pangan melalui monitoring dan evaluasi tiga program unggulan: SAPA Sekolah, Desa Pangan Aman, dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas.

Kegiatan dilakukan di sekolah, desa, dan pasar yang menjadi lokasi intervensi untuk memastikan ketersediaan pangan aman bagi masyarakat.

“Keamanan pangan merupakan aspek fundamental yang tidak bisa ditawar,” kata Kepala Loka POM Sorong, Rizki Okprastowo.

Ia menegaskan monev dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai sasaran serta menyiapkan langkah perbaikan. Harapannya, cakupan program dapat diperluas ke lebih banyak wilayah.

Melalui penguatan produksi hingga pengawasan, Papua terus memperkuat fondasi ketahanan pangan daerah secara menyeluruh. #

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Perkuat Visibilitas Ekspor via DSI, Maksimalkan Nilai SDA Nasional

30 August 2026 - 00:19

DSI Memperkuat Tata Kelola Ekspor agar Nilai SDA Tidak Bocor

30 August 2026 - 00:19

DSI Bidik Optimalisasi Ekspor SDA hingga Rp88,5 Triliun per Tahun

30 August 2026 - 00:19

Pemerintah Dorong PLTS 100 GWp untuk Hemat Subsidi Rp73,9 Triliun

30 August 2026 - 00:19

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja

30 August 2026 - 00:19

Trending on Berita