Menu ✖

Dark Mode
Investasi 2027 Dipatok Rp2.322 Triliun, Pemerintah Dorong Hilirisasi hingga Industri Lokal Ekonom: Investasi Manufaktur hingga Pariwisata Bisa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Investasi Produktif dan Hilirisasi Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Nasional Ekonom: Investasi Nasional Perkuat Pertumbuhan Ekonomi dan Hilirisasi Investasi Gerakkan Industri Lokal dan UMKM, Ekonomi Daerah Makin Produktif Investasi 2027 Didorong Perkuat Hilirisasi dan Industri Lokal

Berita

Kurikulum Digital Diperkuat, Sekolah Rakyat Masuki Era Kelas Pintar

badge-check


					Kurikulum Digital Diperkuat, Sekolah Rakyat Masuki Era Kelas Pintar Perbesar

Jakarta – Sekolah Rakyat memasuki babak baru penguatan pembelajaran berbasis digital. Kementerian Sosial (Kemensos) menerima 1.018 modul pembelajaran hasil kolaborasi dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang mencakup 177 mata pelajaran untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Seluruh bahan ajar tersebut akan dimanfaatkan melalui Learning Management System (LMS) agar dapat diakses secara digital oleh guru dan peserta didik.

Penguatan materi digital ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pembelajaran Sekolah Rakyat yang tidak hanya mengandalkan metode konvensional. Dari total modul tersebut, sebanyak 322 modul dari 63 mata pelajaran disusun pada 2025, sedangkan 696 modul dari 114 mata pelajaran dikembangkan pada 2026. Berdasarkan jenjang, materi mencakup 73 mata pelajaran SD, 44 mata pelajaran SMP, dan 60 mata pelajaran SMA.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan UPI, Prof. Dr. Rudy Susilana, mengatakan pengembangan bahan ajar tersebut merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi terhadap penyelenggaraan pendidikan bagi peserta didik Sekolah Rakyat.

“Penyusunan modul ini bukan sekadar pekerjaan akademik, tetapi merupakan bagian dari upaya bersama untuk membangun pendidikan bagi anak-anak Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Menurut Rudy, penyusunan modul melibatkan akademisi UPI, unsur Sekolah Rakyat, serta pihak terkait lainnya. Kolaborasi tersebut diarahkan agar kepakaran perguruan tinggi dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan pembelajaran di lapangan.

Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico mengatakan keberadaan bahan ajar menjadi salah satu kebutuhan utama dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Ia menyebut sekolah, murid, dan guru membutuhkan dukungan modul pembelajaran yang memadai.

“Sekolah membutuhkan murid. Murid membutuhkan sekolah. Sekolah membutuhkan guru. Dan semuanya membutuhkan bahan pembelajaran atau modul ajar,” katanya.

Robben juga menekankan modul tersebut tidak berhenti sebagai produk setelah diserahkan. Materi akan dievaluasi berdasarkan pelaksanaan pembelajaran dan kebutuhan peserta didik, kemudian disempurnakan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan Kemensos Cecep Sulaeman mengatakan pemanfaatan teknologi digital diharapkan meningkatkan efisiensi sekaligus memperluas akses terhadap bahan pembelajaran. Dengan LMS, materi dapat digunakan secara lebih fleksibel oleh guru maupun siswa.

Penguatan kurikulum digital tersebut menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat mulai diarahkan tidak sekadar sebagai program perluasan akses pendidikan, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kehadiran ribuan modul digital menjadi fondasi untuk membangun kelas yang lebih terstruktur, mudah diperbarui, dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Investasi 2027 Dipatok Rp2.322 Triliun, Pemerintah Dorong Hilirisasi hingga Industri Lokal

24 September 2026 - 05:36

Ekonom: Investasi Manufaktur hingga Pariwisata Bisa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

24 September 2026 - 05:36

Investasi Produktif dan Hilirisasi Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Nasional

24 September 2026 - 05:36

Ekonom: Investasi Nasional Perkuat Pertumbuhan Ekonomi dan Hilirisasi

24 September 2026 - 05:36

Investasi Gerakkan Industri Lokal dan UMKM, Ekonomi Daerah Makin Produktif

24 September 2026 - 05:36

Trending on Berita