Menu

Dark Mode
BBM Aman, Tak Perlu Panic Buying di Tengah Isu Global BBM Aman, Indonesia Tangguh di Tengah Gejolak Dunia Layanan Andal, Komitmen Kesejahteraan Buruh Terjaga Asta Cita dan Komitmen Layanan untuk Kesejahteraan Buruh Koperasi Merah Putih Perluas Akses Kredit Terjangkau bagi Masyarakat Koperasi Merah Putih: Modal Murah, Harapan Besar Rakyat

Berita

Koperasi Merah Putih Hadirkan Pinjaman Bunga Rendah untuk Masyarakat

badge-check


					Koperasi Merah Putih Hadirkan Pinjaman Bunga Rendah untuk Masyarakat Perbesar

Jakarta – Pemerintah terus berupaya memperkuat akses pembiayaan yang adil dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi maraknya praktik pinjaman online ilegal dan rentenir. Salah satu langkah konkret yang dihadirkan adalah melalui program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang menawarkan skema pinjaman dengan bunga rendah.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih akan menawarkan pinjaman dengan bunga rendah sebesar 6 persen per tahun. Langkah ini bertujuan agar masyarakat dapat mengakses kredit murah untuk berbagai kebutuhan.

“Itu adalah untuk menjadikan alternatif bagi masyarakat supaya masyarakat tidak terjebak kepada praktik rentenir, pinjaman online,” ujar Ferry.

Ferry mengatakan, skema penyaluran pembiayaan akan dilakukan melalui unit lembaga keuangan ultra mikro yang beroperasi di bawah naungan Kopdeskel Merah Putih. Pihaknya juga berkomitmen untuk terus memonitor kebutuhan likuiditas di setiap desa, guna memastikan keberlanjutan dan efektivitas program ini.

Selain menyediakan kredit dengan bunga rendah, Kopdeskel Merah Putih juga memiliki peran strategis lain. Koperasi ini diharapkan dapat menyediakan barang kebutuhan pokok sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau. Kopdeskel Merah Putih juga akan bertindak sebagai offtaker atau penyerap hasil produksi dari masyarakat setempat.

Kementerian Koperasi saat ini sedang melaksanakan rapat pimpinan untuk mematangkan fokus kerja lembaga tersebut secara mendalam. Di samping itu, pembahasan mengenai mekanisme penyerapan produk desa menjadi salah satu agenda paling krusial dalam rapat tersebut.

“Nah ini yang hari ini kami di Kementerian Koperasi akan melaksanakan rapat pimpinan untuk fokus juga membahas salah satunya yang terpentung adalah menjadi Koperasi Desa ini menjadi offtaker atau menyerap hasil produk masyarakat desa,” kata Ferry.

Implementasi program ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi kerakyatan secara lebih masif di tingkat akar rumput. Selain itu, penguatan fungsi koperasi sebagai penyangga ekonomi desa menjadi target utama pemerintah dalam jangka pendek.

Ferry menilai keberadaan lembaga keuangan mikro di tingkat desa akan mempercepat proses inklusi keuangan nasional. Terlebih lagi, kemudahan akses modal bagi pelaku usaha kecil akan berdampak langsung pada penurunan angka kemiskinan di daerah.

Kehadiran pinjaman berbunga rendah melalui Kopdes Merah Putih diharapkan menjadi angin segar bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau, mereka dapat mengembangkan usaha tanpa terbebani bunga tinggi. Langkah ini sekaligus menjadi bukti komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat dari praktik keuangan yang merugikan, sekaligus mendorong terciptanya sistem ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sinergi Akademisi dan Aparat Perkuat Pengawalan PSN Papua agar Tepat Sasaran

4 April 2026 - 14:57

Pinjaman Bunga Rendah Koperasi Merah Putih Dorong Usaha Masyarakat

4 April 2026 - 14:57

Sinergi Nasional Perkuat PSN untuk Kesejahteraan Papua

4 April 2026 - 14:57

Asta Cita Diperkuat, Komitmen Layanan Ketenagakerjaan Diperbaiki untuk Buruh

4 April 2026 - 14:57

Pemerintah Perkuat JKP dan Pelatihan Kerja untuk Lindungi Buruh

4 April 2026 - 14:57

Trending on Berita