Menu ✖

Dark Mode
Sinyal Ekonomi Menguat Menunjukkan Daya Tahan RI di Tengah Tekanan Global Sinyal Ekonomi Menguat Jadi Modal Menjaga Kepercayaan Pasar dan Rakyat Sinyal Ekonomi Menguat, Inflasi Terkendali dan Manufaktur Kembali Ekspansi Sinyal Ekonomi Menguat, Aktivitas Manufaktur dan Ekspor Makin Bergairah Perlinsos 2027 Targetkan Bantuan Sosial Lebih Cepat dan Transparan Pemerintah Siapkan Perlinsos 2027 untuk Perkuat Akurasi Bansos

Berita

Ketahanan Energi di Papua Perkuat Kemandirian dan Kesejahteraan Masyarakat

badge-check


					Ketahanan Energi di Papua Perkuat Kemandirian dan Kesejahteraan Masyarakat Perbesar

Jakarta — Program ketahanan energi nasional terus dikembangkan pemerintah sebagai bagian dari strategi mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Papua. Kebijakan ini diarahkan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya lokal agar memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Politisi Partai Golkar sekaligus putra asli Papua, Yance Mote, menyampaikan bahwa kebijakan ketahanan energi yang digagas pemerintah sejalan dengan kebutuhan masyarakat Papua untuk terlibat aktif dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

“Kesejahteraan masyarakat Papua menjadi hal yang utama diperhatikan oleh Pemerintah Pusat. Dengan kata lain, masyarakat Papua harus diberi kesempatan untuk mengolah tanahnya sendiri yang memberi hasil positif bagi warga di sana, bukan diberikan kepada kelompok kapitalis dari luar,” ujar Yance.

Ia menilai Pemerintah Pusat telah menunjukkan keberpihakan melalui peran fasilitasi dan supervisi dalam mendorong kemandirian masyarakat.

“Pemerintah Pusat cukup mensupervisi saja dan melengkapi kebutuhan masyarakat untuk mengolah tanahnya,” kata Yance.

Yance juga menyambut baik pelantikan Anggota Dewan Energi Nasional yang diketuai oleh Bahlil Lahadalia. Menurutnya, penguatan kelembagaan energi nasional menjadi fondasi penting untuk memastikan arah kebijakan ketahanan energi berjalan terintegrasi hingga ke daerah.

Dukungan terhadap program ketahanan energi juga datang dari masyarakat Papua, seiring dengan dorongan untuk meningkatkan kapasitas dan peran ekonomi rakyat dalam pembangunan daerah.

“Bagi kami, sudah saatnya masyarakat Papua naik kelas. Dari yang tadinya sebagai obyek menjadi subyek,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, ketahanan energi di Papua dapat diimplementasikan melalui pengembangan komoditas berbasis sumber daya lokal seperti kopi, tebu, cokelat, cengkeh, dan pala yang terintegrasi dengan agenda hilirisasi nasional.

“Nanti hasil panennya akan dijual kembali kepada pemerintah, bisa dilakukan hilirisasi maupun untuk keperluan ekspor,” urainya.

Skema ini dinilai mampu menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan energi dan ekonomi daerah.

Selain itu, Yance menilai keterlibatan langsung masyarakat dalam pengelolaan lahan akan memperkuat perlindungan lingkungan serta menjaga keberlanjutan tanah adat.

“Selain itu, masyarakat tentu akan berjuang sungguh-sungguh mengelola lahannya karena akan mendapat hasil. Dengan kata lain, rakyat akan naik kelas dengan terlibat langsung dengan program ketahanan energi,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sinyal Ekonomi Menguat, Inflasi Terkendali dan Manufaktur Kembali Ekspansi

9 October 2026 - 23:36

Sinyal Ekonomi Menguat, Aktivitas Manufaktur dan Ekspor Makin Bergairah

9 October 2026 - 23:36

Perlinsos 2027 Targetkan Bantuan Sosial Lebih Cepat dan Transparan

9 October 2026 - 23:36

Pemerintah Siapkan Perlinsos 2027 untuk Perkuat Akurasi Bansos

9 October 2026 - 23:36

Dua Tahun Prabowo-Gibran, HAM Diperkuat lewat Koordinasi Hukum yang Solid

9 October 2026 - 23:36

Trending on Berita