Menu

Dark Mode
Hilirisasi Riset 2026 Diperkuat untuk Ketahanan Energi, Kesehatan, dan Pangan Hilirisasi Riset dan Jalan Baru Menjadikan Kampus sebagai Mesin Inovasi Nasional Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia CKG Diperkuat dengan Deteksi Kusta di Faskes Dasar Pemerintah Dorong Hilirisasi Riset Tahap II untuk Percepat Inovasi Siap Industri Pemerintah Integrasikan Skrining Kusta dalam CKG untuk Kejar Eliminasi 2030

Berita

Kehadiran Presiden di Perayaan May Day, Menjadi Bukti Pemerintah Hormati Martabat Buruh

badge-check


					Kehadiran Presiden di Perayaan May Day, Menjadi Bukti Pemerintah Hormati Martabat Buruh Perbesar

Jakarta – Mendekati peringatan hari buruh internasional (May Day) yang jatuh pada 1 Mei setiap tahunnya, timbul kekhawatiran tersendiri terhadap kemungkinan adanya demo anarkhis dan aksi tidak kondusif oleh para pekerja.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Karyoto, mengatakan semua elemen buruh diminta untuk menjaga momentum positif May Day. Hal ini sangat penting guna mencegah gangguan keamanan dan menampilkan citra baik di hadapan publik.

“Kita harus menjaga momentum May Day ini dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai terjadi gangguan keamanan yang bisa mencoreng citra perayaan ini,” katanya.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengatakan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam perayaan May Day menjadi momen bersejarah. Hal ini simbol komitmen pemerintah dalam menghormati martabat buruh.

“Ini adalah sejarah yang kedua terulang kembali, seorang Presiden RI hadir langsung bersama buruh dalam perayaan May Day. Yang pertama melakukan itu adalah Presiden Bung Karno atau Ir Soekarno pada tanggal 1 Mei 1965,” tegas Said.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (Sekjen KSBSI), Dedi Hardianto meminta agar aksi May Day 2025 dilaksanakan secara damai dan bertanggung jawab serta tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Aksi kita harus damai, enggak boleh enggak. Kita ini kan perayaan, walaupun menyuarakan jam kerja bermasalah, upah bermasalah, hak-hak buruh bermasalah, kita tetap damai,” ujarnya.

Ditambahkannya bahwa KSBSI tetap mendukung kebijakan pemerintah Prabowo Subianto. Pihaknya berharap pemerintah membuka ruang dialog kaum pekerja dalam pembuatan undang-undang.

“Sepanjang kebijakan pemerintah bagus maka kita akan mendukung kebijakan tersebut Dan di periode ini kita berharap pemerintah kan mumpung sekarang zamannya kolaboratif, zamannya kerja sama,” tutupnya.

Untuk diketahui, peringatan Hari Buruh bakal digelar di Monas dengan estimasi 200.000 buruh terjun langsung dalam aksi. Tidak hanya itu, peringatan ini juga diselenggarakan di sejumlah wilayah di Indonesia. [*]

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Hilirisasi Riset 2026 Diperkuat untuk Ketahanan Energi, Kesehatan, dan Pangan

18 July 2026 - 23:21

CKG Diperkuat dengan Deteksi Kusta di Faskes Dasar

18 July 2026 - 23:21

Pemerintah Dorong Hilirisasi Riset Tahap II untuk Percepat Inovasi Siap Industri

18 July 2026 - 23:21

Pemerintah Integrasikan Skrining Kusta dalam CKG untuk Kejar Eliminasi 2030

18 July 2026 - 23:21

Presiden Prabowo Perkuat Perlindungan Nelayan lewat BBM Khusus dan Cold Storage

18 July 2026 - 23:20

Trending on Berita