Menu

Dark Mode
Kebijakan Reformasi Pasar Modal Buka Peluang Arus Modal Asing Lebih Besar Reformasi Pasar Modal di Arah Tepat, Kredibilitas Bursa Makin Menguat Presiden Prabowo Siapkan Peluncuran B50 untuk Percepat Swasembada Energi Program Biodiesel B50 Diluncurkan demi Hemat Devisa dan Perkuat Ketahanan Energi Menghemat Devisa, Menguatkan Energi: Makna Strategis B50 B50 dan Lompatan Strategis Menuju Swasembada Energi

Opini

Kampus Perkuat Ekosistem MBG , Riset dan Inovasi Jadi Fondasi

badge-check


					Kampus Perkuat Ekosistem MBG , Riset dan Inovasi Jadi Fondasi Perbesar

Jakarta – Perguruan tinggi mulai mengambil peran strategis dalam memperkuat ekosistem program Makan Bergizi Gratis (MBG) berbasis riset dan inovasi. Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi salah satu yang terdepan dengan rencana pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bogor dalam waktu dekat.

Rektor IPB, Alim Setiawan Slamet, menyampaikan pembangunan ini akan dilakukan bertahap sesuai kesiapan di lapangan. “Kalau di IPB, Insyaallah mungkin Mei, kesatu. Dan mungkin nanti berikutnya di Juni,” kata Alim. Ia juga menegaskan bahwa lokasi tetap dipusatkan di Bogor agar terintegrasi dengan aktivitas kampus.

Selain mendukung distribusi makanan bergizi ke sekolah sekitar, SPPG di lingkungan kampus didesain sebagai bagian dari ekosistem yang lebih luas. Kampus tidak hanya berfungsi sebagai operator layanan, tetapi juga pusat pengembangan model berbasis riset, termasuk keterlibatan petani lokal dan penguatan rantai pasok domestik.

Pendekatan ini membuka peluang pembelajaran langsung bagi mahasiswa sekaligus menjadi laboratorium hidup bagi dosen dalam mengembangkan inovasi. Berbagai aspek seperti efisiensi energi dapur, keamanan pangan, hingga pengelolaan limbah turut menjadi fokus pengembangan yang berkelanjutan.

Di tempat terpisah, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menekankan pentingnya kontribusi kampus dalam program ini. “Perguruan tinggi memiliki teknologi, SDM, dan inovasi yang sangat bermanfaat untuk pengembangan program Makan Bergizi, mulai dari pengembangan peralatan, keamanan pangan, hingga pelatihan dan bimbingan teknis,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto telah meresmikan SPPG di Universitas Hasanuddin (Unhas), Sulawesi Selatan pada Selasa (28/4) lalu. Peresmian ini menjadi langkah awal integrasi kampus dalam implementasi MBG secara langsung.

“SPPG yang dibentuk di kampus tidak hanya mendukung program, tetapi juga dapat menjadi teaching factory. Fasilitas ini bisa dimanfaatkan sebagai tempat praktik mahasiswa, penelitian, serta pengembangan lebih lanjut program MBG di masyarakat,” jelasnya.

Dengan keterlibatan aktif perguruan tinggi, program MBG kini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi, tetapi juga mendorong inovasi dan penguatan ekosistem berbasis ilmu pengetahuan.*

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Menghemat Devisa, Menguatkan Energi: Makna Strategis B50

2 July 2026 - 10:22

Reformasi Pasar Modal Jadi Kebijakan Tepat Perkuat Daya Saing Investasi Indonesia

2 July 2026 - 10:22

B50 dan Lompatan Strategis Menuju Swasembada Energi

2 July 2026 - 10:22

PP TUNAS: Resiliensi Media Dimulai dari Kepatuhan Platform Digital

2 July 2026 - 10:22

PP TUNAS dan Resiliensi Media dalam Melindungi Anak di Ruang Digital

2 July 2026 - 10:22

Trending on Opini