Menu

Dark Mode
Digitalisasi Bansos: Lebih Cepat, Bersih, dan Berkeadilan Mengawal Penguatan Tata Kelola Pengadaan Batu Bara PLN Tetap Menyala, Pemerintah Percepat Solusi Pasokan Listrik Tetap Aman Pemerintah Bergerak Cepat Menjaga Pasokan Listrik Nasional Pemerintah Jaga Stabilitas Kelistrikan, Koordinasi Energi Primer Diperketat Digitalisasi Bansos dan Wajah Baru Perlindungan Sosial Indonesia

Berita

Industri Pengolahan Kontributor Utama Roda Perekonomian, Waspada Provokasi Pelemahan Ekonomi

badge-check


					Industri Pengolahan Kontributor Utama Roda Perekonomian, Waspada Provokasi Pelemahan Ekonomi Perbesar

Jakarta – Sebagai motor utama perekonomian, industri pengolahan mencakup berbagai subsektor strategis seperti makanan dan minuman, tekstil, logam, kimia, serta farmasi. Pertumbuhan subsektor-sektor ini menjadi indikator utama dari perkembangan ekonomi nasional secara umum.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa sektor industri pengolahan menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi berdasarkan lapangan usaha pada kuartal I-2025. Pertumbuhan sektor ini tercatat sebesar 4,55% dan memberikan kontribusi sebesar 19,25% terhadap perekonomian nasional pada periode tersebut.

“Pertumbuhan 4,55% pada industri pengolahan dipacu oleh meningkatnya permintaan dari dalam maupun luar negeri,” ujar Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti.

Pertumbuhan sektor industri pengolahan pada kuartal I-2025 terutama ditopang oleh subsektor industri makanan dan minuman yang mencatat pertumbuhan sebesar 6,04%.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan Peningkatan Manufacturing Value Added (MVA) berdampak pada posisi Indonesia masuk dalam negara manufaktur global.

“Indonesia mengungguli jauh dibandingkan negara Asean lainnya, seperti Thailand dan Vietnam yang nilai MVA-nya hanya setengah dari nilai MVA Indonesia” tegas Agus.

Selain itu, industri logam dasar mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 14,47%, yang didorong oleh lonjakan permintaan ekspor, terutama untuk komoditas besi dan baja. Di sisi lain, lapangan usaha perdagangan mengalami pertumbuhan sebesar 5,03% dan memberikan kontribusi 13,22% terhadap total pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2025.

Sementara itu, sektor pertanian mencatatkan pertumbuhan tertinggi yakni 10,52%, dengan kontribusi sebesar 12,66%. Adapun pertumbuhan positif pada sektor pertanian didorong oleh tanaman pangan yang melonjak 42,26%, seiring musim panen padi dan jagung serta kenaikan produksi kedua komoditas tersebut. Sektor peternakan juga mencatat pertumbuhan sebesar 8,83%, dipicu oleh meningkatnya konsumsi daging dan telur selama Ramadan dan Idulfitri.

Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025 tumbuh sebesar 4,87%. Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp5.695,9 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan mencapai Rp3.264,5 triliun. Dibandingkan dengan kuartal IV-2024, ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 0,98%.

Namun di tengah kontribusi besarnya, sektor industri kini menghadapi tantangan baru dalam bentuk provokasi sistematis yang berpotensi melemahkan fondasi ekonomi nasional. Oleh karena itu, diperlukan kewaspadaan kolektif terhadap segala bentuk provokasi ekonomi yang bisa mengganggu kestabilan pembangunan. Perlu penguatan narasi berbasis data dan capaian konkret di lapangan, untuk memperlihatkan bahwa sektor industri pengolahan tetap menjadi kekuatan utama dalam menopang pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

***

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Bergerak Cepat Menjaga Pasokan Listrik Nasional

23 June 2026 - 09:18

Pemerintah Jaga Stabilitas Kelistrikan, Koordinasi Energi Primer Diperketat

23 June 2026 - 09:18

Hilirisasi di Papua Terus Diperkuat, Buka Peluang Ekonomi yang Lebih Luas

23 June 2026 - 09:18

Hilirisasi Nasional Masuk Fase Akselerasi, Pemerintah Perkuat Kelembagaan dan Tata Kelola

23 June 2026 - 09:18

Digitalisasi Bansos, Pangkas Proses Bansos dari 200 Hari Jadi Hitungan Menit

23 June 2026 - 09:18

Trending on Berita