Menu ✖

Dark Mode
Jaga Keamanan Papua, Sinergi TNI-Polri dan Masyarakat Dukung Pembangunan Tokoh Papua Imbau Masyarakat Tidak Mudah Terpengaruh Narasi ULMWP Sumpah Pemuda 2026, Tokoh Adat Ajak Pemuda Papua Jaga Persatuan dan Kesatuan Sumpah Pemuda 2026, Generasi Muda Kawal Pembangunan dan Jaga Persatuan Bangsa Sumpah Pemuda ke-98, Pemerintah Optimalkan Pendidikan dan Pemberdayaan Pemuda Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Generasi Muda Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Provokasi

Berita

Hilirasi Komoditas Kelapa Strategi RI untuk Genjot Ekspor Unggulan

badge-check


					Hilirasi Komoditas Kelapa Strategi RI untuk Genjot Ekspor Unggulan Perbesar

Jakarta – Kementerian Pertanian bersama Koalisi Pemerintah Kabupaten Penghasil Kelapa (Kopek) sepakat mempercepat hilirisasi kelapa guna meningkatkan nilai tambah dan daya saing komoditas ekspor unggulan Indonesia.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan, kesepakatan itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas (23/5) terkait percepatan proyek hilirisasi nasional.

“Atas perintah Bapak Presiden, kami akan membangun industri hilirisasi, insyaallah mulai tahun ini,” kata Amran.

Permintaan kelapa global yang meningkat signifikan turut mendorong kenaikan harga komoditas tersebut di pasar domestik.

“Harga kelapa naik tinggi dari Rp1.300 menjadi Rp4.000, Rp5.000, bahkan Rp7.000 per kilo. Jadi sekarang, selamat bagi petani kelapa Indonesia,” tambah Menteri Amran.

Amran menegaskan, pemerintah akan mengakselerasi pengembangan industri kelapa dari hulu ke hilir, khususnya di daerah sentra produksi. Ia juga meminta Kopek aktif mendorong investasi dan industri pengolahan kelapa.

“Momentum ini tidak boleh kita lewatkan. Petani harus sejahtera, dan nilai tambah harus tinggal di daerah,” tegasnya.

Selain hilirisasi, Amran mendorong penerapan sistem tumpang sari dengan menanam padi, jagung, atau kakao di bawah pohon kelapa untuk meningkatkan pendapatan petani.

“Kita harus maksimalkan lahan. Ini cara percepat swasembada dan naikkan pendapatan petani,” ujarnya.

Terdapat 10 daerah sentra kelapa nasional, di antaranya Indragiri Hilir (Riau), Tanjung Jabung Timur dan Barat (Jambi), Banggai (Sulawesi Tengah), dan Sumenep (Jawa Timur).

Sementara itu, Kementerian PPN/Bappenas menjadikan Riau sebagai proyek percontohan hilirisasi kelapa, mengingat provinsi ini memiliki sekitar 400 ribu hektare lahan kelapa.

“Kita ingin jendelanya itu di Riau,” kata Staf Khusus Menteri PPN sekaligus Ketua Satgas Hilirisasi Kelapa, Sukmo Harsono.

Satgas Hilirisasi Kelapa tengah menyusun roadmap yang mencakup data luas lahan, jumlah pohon kelapa yang sudah tua, persiapan bibit baru, penambahan pohon, serta peningkatan produktivitas yang saat ini masih 1,1 ton per hektare.

“Jangan sampai pada 2029 kita net impor kelapa kalau tak bekerja dari sekarang,” tegas Sukmo.

Dengan percepatan hilirisasi dan penguatan tata kelola komoditas kelapa, Indonesia dapat meningkatkan ekspor sekaligus mensejahterakan petani kelapa di berbagai daerah, memperkuat ekonomi lokal, serta menjaga ketahanan pangan nasional.

[ed RW]

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jaga Keamanan Papua, Sinergi TNI-Polri dan Masyarakat Dukung Pembangunan

27 October 2026 - 03:24

Tokoh Papua Imbau Masyarakat Tidak Mudah Terpengaruh Narasi ULMWP

27 October 2026 - 03:24

Sumpah Pemuda 2026, Tokoh Adat Ajak Pemuda Papua Jaga Persatuan dan Kesatuan

27 October 2026 - 03:24

Sumpah Pemuda 2026, Generasi Muda Kawal Pembangunan dan Jaga Persatuan Bangsa

27 October 2026 - 03:24

Sumpah Pemuda ke-98, Pemerintah Optimalkan Pendidikan dan Pemberdayaan Pemuda

27 October 2026 - 03:24

Trending on Berita