Menu ✖

Dark Mode
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pembangunan Rakyat Jadi Prioritas Menuju Indonesia Sejahtera Dua Tahun Prabowo-Gibran, Resiliensi Makroekonomi di Tengah Fragmentasi Geopolitik Dua Tahun Prabowo-Gibran, DEN Nilai Fondasi Ekonomi Nasional Semakin Kuat Dua Tahun Prabowo-Gibran, Penguatan SDM dan Ketahanan Ekonomi Jadi Modal Pembangunan Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pengamat Politik Ungkap Mayoritas Publik Puas Ekonom INDEF dan Pengamat Politik Apresiasi Capaian Prabowo-Gibran Jaga Daya Beli Rakyat

Berita

Guru Besar FEB UKI: Hilirisasi Industri dan Penguatan SDM Dorong Nilai Tambah Ekonomi Indonesia

badge-check


					Guru Besar FEB UKI: Hilirisasi Industri dan Penguatan SDM Dorong Nilai Tambah Ekonomi Indonesia Perbesar

Jakarta – Penguatan hilirisasi industri dan kualitas sumber daya manusia menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi Indonesia. Kedua strategi tersebut dinilai mampu memperkuat daya saing nasional, membuka lapangan kerja, serta mengurangi ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kristen Indonesia (FEB UKI), Prof. Wilson Rajagukguk, mengatakan pemerintah telah menunjukkan upaya serius dalam mengembangkan industri pengolahan. Namun, keberhasilan hilirisasi tetap membutuhkan regulasi yang mendukung dan iklim investasi yang kondusif.

“Saya melihat, pemerintah sekarang ini, ada usaha yang luar biasa sekarang itu,” ujar Wilson.

Menurutnya, Indonesia perlu mengolah hasil pertambangan dan perkebunan menjadi produk bernilai lebih tinggi. Langkah tersebut memungkinkan manfaat ekonomi tidak berhenti pada penjualan bahan baku, tetapi juga dirasakan melalui kegiatan produksi dan penyerapan tenaga kerja.

“Saya sangat setuju, ya pemerintah harus bertindak radikal hilirisasi,” tegasnya.

Wilson mencontohkan perlunya pembangunan fasilitas pengolahan mineral serta industri yang memanfaatkan hasil perkebunan. Ia juga menekankan pentingnya pembenahan aturan, dukungan perbankan, dan kepastian usaha agar pelaku bisnis terdorong berinvestasi di dalam negeri.

Selain itu, hambatan distribusi dan biaya tidak resmi perlu ditangani karena dapat mengurangi daya tarik investasi. Menurut Wilson, Indonesia memiliki pengusaha kreatif, tetapi potensi tersebut harus didukung lingkungan usaha yang aman dan efisien.

Meski demikian, peningkatan nilai tambah tidak cukup bertumpu pada industri. Pengembangan keterampilan masyarakat dan penciptaan pekerjaan dengan penghasilan yang lebih pasti juga diperlukan untuk memperkuat ketahanan ekonomi.

“Nilai tambah industri itu harus, jangka pendek. Tapi bagi saya, nilai tambah utama adalah nilai tambah manusia kita ini,” ungkapnya.

Wilson menilai pendapatan yang lebih terjamin dapat meningkatkan kemampuan masyarakat merencanakan konsumsi dan menghadapi gejolak ekonomi. Karena itu, penguatan industri perlu berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas tenaga kerja.

Ia turut mengingatkan pentingnya mendukung produk dalam negeri. Di samping manufaktur, sektor budaya, ekonomi kreatif, dan pariwisata juga berpotensi menjadi keunggulan Indonesia.

Upaya tersebut sekaligus dapat memperluas kesempatan bagi pelaku usaha lokal di berbagai daerah.

Melalui hilirisasi, perbaikan iklim usaha, dan pengembangan SDM, Indonesia diharapkan membangun ekonomi yang lebih mandiri, berdaya saing, serta memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dua Tahun Prabowo-Gibran, DEN Nilai Fondasi Ekonomi Nasional Semakin Kuat

23 October 2026 - 02:26

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Penguatan SDM dan Ketahanan Ekonomi Jadi Modal Pembangunan

23 October 2026 - 02:26

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pengamat Politik Ungkap Mayoritas Publik Puas

23 October 2026 - 02:26

Ekonom INDEF dan Pengamat Politik Apresiasi Capaian Prabowo-Gibran Jaga Daya Beli Rakyat

23 October 2026 - 02:26

Dua Tahun Prabowo-Gibran, DEN : Digitalisasi Bansos Perluas Perlindungan Sosial

23 October 2026 - 02:26

Trending on Berita