Menu

Dark Mode
Evaluasi MBG sebagai Kunci Keberlanjutan Kebijakan Gizi Nasional 
 Negara Berkomitmen Jaga Kualitas Program MBG   Evaluasi MBG Diperkuat, Program Gizi Nasional Disiapkan Lebih Akurat Pemerintah Terus Perketat Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis Menjaga Ketahanan Energi di Papua melalui Penguatan Sektor Hulu Migas SDM Hilir dan Masa Depan Ketahanan Energi Indonesia  

Berita

GKI Mengecam Penembakan Pekerja Gereja di Wamena

badge-check


					GKI Mengecam Penembakan Pekerja Gereja di Wamena Perbesar

WAMENA – Penembakan dua tukang bangunan di area pembangunan Gereja GKI Imanuel Air Garam, Distrik Asotipo, Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (4/6), menuai kecaman luas. Insiden tragis ini merenggut nyawa Saepudin dan Rahmat Hidayat, pekerja asal Purwakarta, Jawa Barat, yang tengah menyelesaikan proyek gereja tersebut.

Ketua Klasis GKI Baliem Yalimo, Pendeta Eduard Su, menyatakan keterkejutannya atas peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya di lingkungan jemaat mereka. Ia mengungkapkan, peristiwa ini sangat memukul komunitas gereja, terlebih karena terjadi di tempat yang seharusnya menjadi simbol kedamaian.

“Harusnya lokasi gereja menjadi tempat yang aman bagi umat. Apalagi ini dalam pergumulan membangun rumah ibadah, tetapi justru terjadi peristiwa memilukan ini,” ujar Pendeta Eduard Su.

Ia menambahkan, seluruh jemaat diajak untuk memperkuat doa, sambil berharap aparat dan pemangku kebijakan dapat segera memulihkan keamanan.

“Kami mendoakan agar keluarga korban diberi kekuatan. Biarlah Tuhan yang memproses pelaku dengan cara-Nya sendiri,” pungkasnya.

Dalam kesaksian di Polres Jayawijaya, Yustinus Kuantapo, Kepala Kampung Kuantapo sekaligus Ketua Panitia Pembangunan Gereja, menjelaskan kronologi kejadian. Ia menyebut kedua korban ditembak usai melakukan pengecoran tiang bangunan.

“Setelah melihat tiang cor, saya masuk ke dalam gereja sambil memeriksa HP. Tiba-tiba beberapa orang tak dikenal datang dari belakang dan mengejar mereka,” ungkap Yustinus Kuantapo.

Kedua tukang itu sempat berusaha melarikan diri ke arah jalan, namun akhirnya ditembak.

“Saya hanya mendengar dua kali suara tembakan. Saat keluar, mereka sudah tergeletak tak bernyawa,” jelasnya.

Yustinus menegaskan bahwa sebelumnya kondisi kampung sangat aman dan tidak pernah terjadi penembakan serupa. Ia berharap jenazah korban dapat segera dipulangkan dan pemerintah setempat memberikan perhatian penuh.

Kedua tokoh tersebut menyerukan agar pembangunan rumah ibadah tetap dilindungi dari segala bentuk kekerasan. Harapan besar disematkan agar keamanan Papua Pegunungan segera pulih, sehingga masyarakat bisa beraktivitas dan beribadah tanpa rasa takut. (^)

[edRW]

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Evaluasi MBG Diperkuat, Program Gizi Nasional Disiapkan Lebih Akurat

10 February 2026 - 09:07

Pemerintah Terus Perketat Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

10 February 2026 - 09:07

Penguatan SDM Hilir Jadi Fokus Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi

10 February 2026 - 09:07

Ketahanan Energi Papua Digenjot lewat Penguatan SDM Hilir

10 February 2026 - 09:07

Kampung Haji Indonesia di Makkah Simbol Kehormatan Bangsa

10 February 2026 - 09:07

Trending on Berita