Menu

Dark Mode
Hilirisasi Riset 2026 Diperkuat untuk Ketahanan Energi, Kesehatan, dan Pangan Hilirisasi Riset dan Jalan Baru Menjadikan Kampus sebagai Mesin Inovasi Nasional Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia CKG Diperkuat dengan Deteksi Kusta di Faskes Dasar Pemerintah Dorong Hilirisasi Riset Tahap II untuk Percepat Inovasi Siap Industri Pemerintah Integrasikan Skrining Kusta dalam CKG untuk Kejar Eliminasi 2030

Berita

Gelar PUIC ke -19, Parlemen OKI Sepakati Penguatan Kerja Sama Hadapi Persoalan Global

badge-check


					Gelar PUIC ke -19, Parlemen OKI Sepakati Penguatan Kerja Sama Hadapi Persoalan Global Perbesar

Konferensi ke-19 Persatuan Parlemen Negara-Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (PUIC) yang digelar di Gedung Nusantara, Jakarta, menghasilkan kesepakatan penting mengenai peran strategis parlemen negara-negara Islam dalam mendorong perdamaian global dan penguatan kerja sama antarnegara.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menekankan pentingnya peran PUIC sebagai jembatan parlementer dalam menghadirkan solusi damai bagi konflik dunia.

“Perkumpulan parlemen negara Islam ini lahir dari kesadaran bersama bahwa dunia Islam membutuhkan wadah kebersamaan antara lembaga parlemen dalam menghadapi tantangan global dan untuk membela kepentingan umat Islam di manapun,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa organisasi ini semakin relevan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan rivalitas antarnegara besar.

Presiden juga menegaskan kembali posisi Indonesia dalam mendorong perdamaian dunia berdasarkan prinsip kebijakan luar negeri sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.

“Ini adalah kompas moral dan dasar pijakan utama kebijakan luar negeri bangsa Indonesia,” tegasnya.

Dalam semangat itulah, Indonesia siap mengambil peran sebagai mediator konflik dalam kerangka kerja sama PUIC.

Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyuarakan harapan agar negara-negara Islam mampu menciptakan peradaban yang maju dan sejahtera.

Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya kerja sama lintas negara Islam dalam menjawab isu-isu strategis seperti ketimpangan ekonomi, perubahan iklim, ketahanan pangan, hingga kemerdekaan Palestina.

“Kita memiliki harapan besar, rakyat dunia Islam akan dapat hidup lebih baik, memiliki peradaban kemajuan dalam kehidupan rakyat,” ucap Puan.

Sementara itu, Ketua BKSAP DPR RI, Mardani Ali Sera, menjelaskan bahwa forum PUIC membahas isu-isu sensitif seperti konflik Pakistan-India, Ukraina-Rusia, hingga Palestina.

“Kita tidak mengabaikan konflik yang ada, tapi kita ajak semua pihak untuk duduk bersama, melihat dari berbagai perspektif, dan mencari titik temu,” tuturnya.

Dengan semangat kolektif dan komitmen terhadap pendekatan damai, hasil sidang PUIC ke-19 menegaskan bahwa negara-negara Islam siap bersatu mendukung tatanan dunia yang lebih adil dan damai, dengan Indonesia mengambil peran penting sebagai penjembatan dialog dan penyelesaian konflik global.**

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Hilirisasi Riset 2026 Diperkuat untuk Ketahanan Energi, Kesehatan, dan Pangan

18 July 2026 - 23:21

CKG Diperkuat dengan Deteksi Kusta di Faskes Dasar

18 July 2026 - 23:21

Pemerintah Dorong Hilirisasi Riset Tahap II untuk Percepat Inovasi Siap Industri

18 July 2026 - 23:21

Pemerintah Integrasikan Skrining Kusta dalam CKG untuk Kejar Eliminasi 2030

18 July 2026 - 23:21

Presiden Prabowo Perkuat Perlindungan Nelayan lewat BBM Khusus dan Cold Storage

18 July 2026 - 23:20

Trending on Berita