Menu

Dark Mode
Insentif dan Program Belanja Nasional Perkuat UMKM dan Pelaku Ritel di Musim Liburan Insentif Liburan sebagai Bantalan Daya Beli dan Pendorong Pertumbuhan Diskon Tiket dan Belanja Jadi Paket Stimulus Pemerintah untuk Perkuat Konsumsi Nasional Pemerintah Beri Stimulus Libur Sekolah, Tiket Pesawat hingga Kereta Didiskon Hilirisasi Tahap II Bukti Keseriusan Pemerintah Bangun Ekonomi Berbasis Produksi Mengawal 13 Proyek Hilirisasi Baru, Indonesia Didorong Jadi Pusat Industri Bernilai Tambah

Berita

Gelar PUIC ke -19, Parlemen OKI Sepakati Penguatan Kerja Sama Hadapi Persoalan Global

badge-check


					Gelar PUIC ke -19, Parlemen OKI Sepakati Penguatan Kerja Sama Hadapi Persoalan Global Perbesar

Konferensi ke-19 Persatuan Parlemen Negara-Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (PUIC) yang digelar di Gedung Nusantara, Jakarta, menghasilkan kesepakatan penting mengenai peran strategis parlemen negara-negara Islam dalam mendorong perdamaian global dan penguatan kerja sama antarnegara.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menekankan pentingnya peran PUIC sebagai jembatan parlementer dalam menghadirkan solusi damai bagi konflik dunia.

“Perkumpulan parlemen negara Islam ini lahir dari kesadaran bersama bahwa dunia Islam membutuhkan wadah kebersamaan antara lembaga parlemen dalam menghadapi tantangan global dan untuk membela kepentingan umat Islam di manapun,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa organisasi ini semakin relevan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan rivalitas antarnegara besar.

Presiden juga menegaskan kembali posisi Indonesia dalam mendorong perdamaian dunia berdasarkan prinsip kebijakan luar negeri sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.

“Ini adalah kompas moral dan dasar pijakan utama kebijakan luar negeri bangsa Indonesia,” tegasnya.

Dalam semangat itulah, Indonesia siap mengambil peran sebagai mediator konflik dalam kerangka kerja sama PUIC.

Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyuarakan harapan agar negara-negara Islam mampu menciptakan peradaban yang maju dan sejahtera.

Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya kerja sama lintas negara Islam dalam menjawab isu-isu strategis seperti ketimpangan ekonomi, perubahan iklim, ketahanan pangan, hingga kemerdekaan Palestina.

“Kita memiliki harapan besar, rakyat dunia Islam akan dapat hidup lebih baik, memiliki peradaban kemajuan dalam kehidupan rakyat,” ucap Puan.

Sementara itu, Ketua BKSAP DPR RI, Mardani Ali Sera, menjelaskan bahwa forum PUIC membahas isu-isu sensitif seperti konflik Pakistan-India, Ukraina-Rusia, hingga Palestina.

“Kita tidak mengabaikan konflik yang ada, tapi kita ajak semua pihak untuk duduk bersama, melihat dari berbagai perspektif, dan mencari titik temu,” tuturnya.

Dengan semangat kolektif dan komitmen terhadap pendekatan damai, hasil sidang PUIC ke-19 menegaskan bahwa negara-negara Islam siap bersatu mendukung tatanan dunia yang lebih adil dan damai, dengan Indonesia mengambil peran penting sebagai penjembatan dialog dan penyelesaian konflik global.**

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Diskon Tiket dan Belanja Jadi Paket Stimulus Pemerintah untuk Perkuat Konsumsi Nasional

17 June 2026 - 09:43

Pemerintah Beri Stimulus Libur Sekolah, Tiket Pesawat hingga Kereta Didiskon

17 June 2026 - 09:43

Baru, 13 Proyek Hilirisasi Sasar Energi, Minerba, dan Perkebunan Strategis Nasional

17 June 2026 - 09:43

Pemerintah Matangkan 13 Proyek Hilirisasi, Daerah Disiapkan Jadi Klaster Industri Baru

17 June 2026 - 09:43

BPJPH Percepat Sertifikasi Halal Gratis, Pasar UMKM Lebih Luas

17 June 2026 - 09:43

Trending on Berita