Menu ✖

Dark Mode
Program MBG Menjadi Fondasi Strategis Generasi Emas dan Pemerataan Ekonomi Nasional Peningkatan Kualitas MBG sebagai Investasi Gizi dan Pendidikan Karakter Anak Indonesia Mengapresiasi Pembenahan Tata Kelola MBG untuk Pelayanan yang Lebih Baik Dua Tahun Prabowo-Gibran, Perluasan MBG Perkuat Pemerataan Gizi di Papua Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG Perluas Jangkauan hingga Papua Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pemerintah Perluas Akses Gizi di Papua melalui MBG

Berita

Gejolak Global Meningkat, Rupiah Tetap Terjaga Berkat Fondasi Ekonomi Kuat

badge-check


					Gejolak Global Meningkat, Rupiah Tetap Terjaga Berkat Fondasi Ekonomi Kuat Perbesar

Jakarta – Di tengah meningkatnya dinamika dan ketidakpastian ekonomi global, nilai tukar rupiah menunjukkan ketahanan yang solid. Stabilitas ini tidak terlepas dari kuatnya fondasi ekonomi nasional yang terus dijaga oleh pemerintah bersama otoritas moneter melalui kebijakan yang terukur dan responsif.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti mengatakan BI memastikan akan terus menjaga stabilitas nilai tukar dengan mengoptimalkan berbagai instrumen moneter.

“Kami akan mengoptimalkan semua instrumen operasi moneter yang kami miliki. Jadi yang sekarang ini yang terus dilakukan oleh kami adalah secara terukur, terus menerus ya, dan juga timely. Kami lihat timing-nya. BI akan terus berada di market,” ujarnya.

Destry menjelaskan bahwa intervensi tidak hanya dilakukan di pasar domestik, tetapi juga di pasar offshore melalui instrumen non-deliverable forward (NDF). Langkah ini dinilai penting untuk merespons pergerakan nilai tukar yang sering kali dipengaruhi transaksi di luar negeri.

“Kadang rupiah di dalam negeri masih stabil, tapi di pasar NDF offshore sudah bergerak di atas Rp17.100 per USD. Kalau tidak diintervensi, itu bisa langsung berdampak ke pasar spot,” jelasnya.

Selain intervensi pasar, BI juga memastikan likuiditas rupiah tetap terjaga guna mendukung aktivitas ekonomi. Hal ini tercermin dari pertumbuhan uang primer (base money) yang saat ini berada di atas 12 persen, menunjukkan kebijakan ekspansi likuiditas masih berlangsung.

“Target kami adalah base money itu tidak akan di bawah 10%. Base money sekarang pertumbuhannya sudah di atas 12-an persen. Jadi itu adalah M0. Itu adalah hal yang menunjukkan bahwa bank sentral akan tetap melakukan ekspansi,” tambah Destry.

Senada, Chief Economist Bank Central Asia (BCA), David Sumual, menyampaikan bahwa stabilitas Rupiah tidak hanya dilihat dari level nilai tukar, tetapi juga dari stabilitas volatilitasnya.

“Bagi pasar, yang menjadi perhatian utama bukan hanya level nilai tukar, tetapi juga stabilitas volatilitasnya. Stabilitas tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga keyakinan investor dan pelaku usaha,” ujar David.

Sebagai bagian dari penguatan stabilitas, Bank Indonesia juga memperkuat tata kelola dalam transaksi valas domestik dengan mewajibkan transaksi valas di atas USD50 ribu untuk disertai dengan dokumen underlying yang lengkap. Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan transaksi yang dilakukan mendukung kelancaran aktivitas ekonomi.

Dengan fondasi ekonomi yang kokoh dan kebijakan yang adaptif, Indonesia dinilai mampu menghadapi berbagai tantangan global dengan optimisme. Stabilitas rupiah bukan hanya mencerminkan kekuatan ekonomi saat ini, tetapi juga menjadi indikator kepercayaan terhadap prospek jangka panjang Indonesia yang semakin menjanjikan.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG Perluas Jangkauan hingga Papua

8 October 2026 - 06:41

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pemerintah Perluas Akses Gizi di Papua melalui MBG

8 October 2026 - 06:41

Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG Jadi Bukti Program Prioritas Berorientasi Rakyat

8 October 2026 - 06:41

BGN Hadirkan 13 SPPG Baru untuk Perluas Jangkauan MBG di Papua

8 October 2026 - 06:41

BGN Perbaharui PKS dengan Mitra Pengelola Dapur SPPG Demi Perbaikan Tata Kelola

8 October 2026 - 06:41

Trending on Berita