Menu

Dark Mode
Presiden Prabowo Perintahkan Pengawasan Menyeluruh agar Program MBG Tetap Berjalan Pengawasan MBG Diperketat, Presiden Pastikan Tidak Ada Celah untuk Korupsi Presiden Prabowo Pastikan Program MBG Berjalan dengan Pengawasan Dapur yang Maksimal Pemerintah Terus Perluas MBG dan Prabowo Minta Masyarakat Bersabar Pemerintah Targetkan 80 Sekolah Garuda Transformasi Terbangun pada 2029 Pemerintah Gandeng PTN Bangun Ekosistem Sekolah Garuda

Berita

Ekspansi Sekolah Rakyat Dipercepat, Sistem Pendidikan Bermutu Dipastikan Inklusif

badge-check


					Ekspansi Sekolah Rakyat Dipercepat, Sistem Pendidikan Bermutu Dipastikan Inklusif Perbesar

Jakarta-Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperluas akses pendidikan berkualitas melalui percepatan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini menjadi bagian strategis dalam memastikan sistem pendidikan nasional tidak hanya merata, tetapi juga inklusif dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) saat ini tengah mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 104 lokasi yang tersebar di 32 provinsi dan 102 kabupaten/kota. Program ini ditargetkan mampu menampung hingga 112.320 siswa dalam 3.744 rombongan belajar, sehingga diharapkan dapat menjadi solusi nyata dalam mengatasi kesenjangan akses pendidikan di berbagai daerah.

Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan bahwa percepatan pembangunan ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini.

“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,” kata Menteri Dody.

Progres pembangunan nasional telah mencapai 15,54 persen, didorong percepatan konstruksi, penyelesaian lahan, dan penguatan koordinasi pusat-daerah agar tetap sesuai target.

Sekolah Rakyat Tahap II dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu di lahan 5–10 hektare, dilengkapi fasilitas modern seperti kelas berbasis teknologi, laboratorium, perpustakaan, pusat digital, serta asrama guna mendukung pemerataan dan kualitas pendidikan.

Kementerian PU juga memastikan seluruh proyek memenuhi kriteria kesiapan. Persyaratan itu mencakup sertifikat lahan, surat bebas sengketa, dokumen PKKPR, dokumen lingkungan, analisis lalu lintas, dan Persetujuan Bangunan Gedung.

“Langkah ini dilakukan agar pembangunan berjalan aman, tertib, dan berkelanjutan,” kata Dody Hanggodo.

Selain itu, Kementerian PU juga terus mengatasi berbagai kendala teknis di lapangan, mulai dari akses konstruksi, mobilisasi material, hingga kesiapan infrastruktur pendukung. Upaya ini dilakukan agar seluruh proses pembangunan dapat berjalan efektif tanpa menghambat target penyelesaian.

Di sejumlah wilayah seperti Provinsi Jawa Tengah, progres pembangunan bahkan melampaui rata-rata nasional, mencerminkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Ke depan, sinergi akan terus diperkuat agar Sekolah Rakyat Tahap II selesai tepat waktu dan segera dimanfaatkan, sehingga ekspansi pendidikan tidak hanya menekankan kuantitas, tetapi juga kualitas dan inklusivitas dalam mencetak generasi unggul.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pengawasan MBG Diperketat, Presiden Pastikan Tidak Ada Celah untuk Korupsi

15 July 2026 - 09:57

Presiden Prabowo Perintahkan Pengawasan Menyeluruh agar Program MBG Tetap Berjalan

15 July 2026 - 09:57

Pemerintah Gandeng PTN Bangun Ekosistem Sekolah Garuda

15 July 2026 - 09:57

Pemerintah Targetkan 80 Sekolah Garuda Transformasi Terbangun pada 2029

15 July 2026 - 09:57

Implementasi B50 Diproyeksikan Serap 2,1 Juta Tenaga Kerja

15 July 2026 - 09:57

Trending on Berita