Menu

Dark Mode
Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh Solid di Tengah Tekanan Global Ekonomi Indonesia Tumbuh Stabil Berkat Investasi dan Hilirisasi Saat Ekonomi Global Melambat, Indonesia Menjaga Momentum Tumbuh Tumbuh di Tengah Perlambatan Global Bukti Ekonomi Indonesia Cukup Tangguh Harga Pangan di Daerah Bencana Alam Dipastikan Stabil Pemerintah Mitigasi Dampak Bencana Alam terhadap Harga Pangan

Berita

Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh Solid di Tengah Tekanan Global

badge-check


					Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh Solid di Tengah Tekanan Global Perbesar

Jakarta – Pemerintah optimistis ekonomi Indonesia tetap tumbuh solid meski menghadapi tekanan eksternal, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, dinamika geopolitik, hingga perubahan harga komoditas. Optimisme tersebut ditopang oleh fundamental ekonomi domestik, kebijakan fiskal dan moneter yang sinergis, serta upaya memperkuat konsumsi dan aktivitas sektor riil.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29 persen pada kuartal II 2026 merupakan hasil yang cukup baik di tengah tekanan global. Pemerintah melihat angka tersebut sebagai pijakan untuk mendorong pertumbuhan lebih tinggi pada periode berikutnya.

“Kita bisa tumbuh 5,29 persen itu sudah cukup baik di tengah tekanan global,” katanya.

Purbaya juga menyampaikan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat terus meningkat hingga mendekati 6 persen pada kuartal IV 2026. Pemerintah akan terus mengoptimalkan berbagai mesin pertumbuhan, termasuk konsumsi masyarakat, investasi, belanja pemerintah, serta aktivitas produksi sektor riil. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga momentum ekonomi sekaligus memperkuat daya tahan Indonesia terhadap gejolak global.

Dari sisi moneter, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan stabilitas tetap menjadi fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kepemimpinan baru BI membawa pendekatan yang menempatkan stabilitas dan pertumbuhan sebagai dua agenda yang harus berjalan beriringan, terutama ketika perekonomian dunia masih menghadapi berbagai ketidakpastian.

“Misi ini memastikan bahwa stabilitas dapat bergerak seimbang dan berkesinambungan dengan pertumbuhan ekonomi,” ujar Destry.

Ia menjelaskan BI akan memperkuat bauran kebijakan untuk merespons tekanan eksternal, menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi, sekaligus menciptakan ruang yang lebih besar bagi sektor riil. Sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan juga akan diperkuat agar kebijakan ekonomi memberikan dampak langsung terhadap aktivitas usaha dan penciptaan lapangan kerja.

Ketahanan ekonomi domestik menjadi modal penting karena pertumbuhan Indonesia tetap berada di atas 5 persen meski lingkungan global belum sepenuhnya kondusif. Pemerintah dan BI kini diarahkan untuk memastikan momentum tersebut tidak berhenti pada capaian statistik, melainkan diterjemahkan menjadi peningkatan produktivitas, investasi, daya beli, dan kesempatan kerja.

Dengan kebijakan fiskal dan moneter yang semakin terkoordinasi, pemerintah optimistis tekanan global dapat dihadapi tanpa mengorbankan agenda pertumbuhan. Penguatan ekonomi domestik sekaligus menjadi fondasi untuk membawa Indonesia menuju pertumbuhan yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ekonomi Indonesia Tumbuh Stabil Berkat Investasi dan Hilirisasi

14 September 2026 - 01:40

Harga Pangan di Daerah Bencana Alam Dipastikan Stabil

14 September 2026 - 01:40

Pemerintah Mitigasi Dampak Bencana Alam terhadap Harga Pangan

14 September 2026 - 01:40

Survei Kepercayaan Publik Menguat, Pemerintahan Prabowo Dinilai di Jalur Tepat

14 September 2026 - 01:40

Survei Catat Kepercayaan Publik terhadap Prabowo-Gibran Tembus 61,4 Persen

14 September 2026 - 01:40

Trending on Berita