Menu

Dark Mode
Investasi 2027 Dipatok Rp2.322 Triliun, Pemerintah Dorong Hilirisasi hingga Industri Lokal Ekonom: Investasi Manufaktur hingga Pariwisata Bisa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Investasi Produktif dan Hilirisasi Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Nasional Ekonom: Investasi Nasional Perkuat Pertumbuhan Ekonomi dan Hilirisasi Investasi Gerakkan Industri Lokal dan UMKM, Ekonomi Daerah Makin Produktif Investasi 2027 Didorong Perkuat Hilirisasi dan Industri Lokal

Berita

Efisiensi Anggaran MBG 2027 Diperketat dari Dapur hingga Penerima Manfaat

badge-check


					Efisiensi Anggaran MBG 2027 Diperketat dari Dapur hingga Penerima Manfaat Perbesar

JAKARTA — Pemerintah menyiapkan langkah efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027 dengan memperkuat pengawasan penggunaan dana, mulai dari operasional dapur hingga penyaluran manfaat kepada penerima. Upaya tersebut menjadi kelanjutan pembenahan tata kelola MBG yang telah dilakukan sepanjang 2026.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan anggaran MBG tahun ini telah mengalami penyesuaian dari Rp268 triliun menjadi sekitar Rp229 triliun. Dari pagu tersebut, penyerapan anggaran hingga akhir Agustus 2026 telah mencapai Rp117 triliun atau sekitar 56 persen.

“Dari Rp268 triliun itu kemudian kami sisir, itu kami efisiensikan menjadi Rp229 triliun. Dari Rp229 triliun itu terpakailah Rp117 triliun,” kata Sudaryono.

Menurutnya, efisiensi dilakukan melalui penyesuaian kebutuhan program dan pembukaan layanan secara bertahap. Pemerintah juga terus menyisir rencana pembentukan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar pengembangan layanan benar-benar sesuai dengan prioritas wilayah dan kebutuhan penerima manfaat.

“Nah pembukaan ini kan juga mengandung anggaran, di mana anggaran itu kami sesuaikan. Dan insyaallah tidak perlu adanya penambahan anggaran,” ujarnya.

BGN memprioritaskan pembukaan SPPG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar, termasuk pesantren serta daerah di luar Pulau Jawa. Sebanyak 2.700 SPPG ditargetkan dibuka secara bertahap, sementara ribuan usulan lain masih dalam proses evaluasi.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai langkah efisiensi yang dilakukan BGN dapat menjadi pijakan penting dalam pelaksanaan MBG tahun depan. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp240 triliun untuk program tersebut dalam RAPBN 2027.

“Pada dasarnya akan ada efisiensi-efisiensi yang dilakukan yang membuat nanti anggarannya nggak sebesar yang dianggarkan, yang dipakai nanti,” kata Purbaya.

Ia mengatakan efisiensi pada 2026 dapat menjadi pembelajaran untuk memastikan kebutuhan anggaran 2027 lebih optimal. Pemerintah juga menyoroti kemungkinan penyesuaian skema insentif bagi SPPG agar penyaluran anggaran semakin tepat sasaran.
“Dia (BGN) bilang akan diubah, tapi saya nggak tahu, itu urusan dia. Tapi dia bilang akan diubah supaya lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Sudaryono menambahkan, sebagian besar anggaran MBG 2027 akan diarahkan langsung untuk penyediaan makanan bagi penerima manfaat. Sementara porsi operasional digunakan untuk pengawasan, monitoring, serta mendukung keberlangsungan pelaksanaan program.

Dengan penguatan tata kelola dan pengawasan tersebut, pemerintah memanfaatkan anggaran MBG secara efisien. Pembenahan dari dapur hingga penerima manfaat diharapkan menjaga keberlanjutan program sekaligus memperkuat kualitas pelayanan gizi nasional.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Investasi 2027 Dipatok Rp2.322 Triliun, Pemerintah Dorong Hilirisasi hingga Industri Lokal

24 September 2026 - 05:36

Ekonom: Investasi Manufaktur hingga Pariwisata Bisa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

24 September 2026 - 05:36

Investasi Produktif dan Hilirisasi Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Nasional

24 September 2026 - 05:36

Ekonom: Investasi Nasional Perkuat Pertumbuhan Ekonomi dan Hilirisasi

24 September 2026 - 05:36

Investasi Gerakkan Industri Lokal dan UMKM, Ekonomi Daerah Makin Produktif

24 September 2026 - 05:36

Trending on Berita