Menu ✖

Dark Mode
RUU Perampasan Aset Kawal Pemulihan Uang Negara dari Korupsi RUU Perampasan Aset Dikawal agar Korupsi Tak Lagi Menang RUU Perampasan Aset Jadikan Koruptor Makin Susah Bernapas    RUU Perampasan Aset Membuat Koruptor Kehilangan Tempat Pulang   Pasokan BBM Nasional Cukup, Pemerintah Antisipasi Tekanan Geopolitik Pasokan BBM Dijaga Stabil saat Geopolitik Dunia Memanas

Berita

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Publik Diajak Waspadai Provokasi Negatif

badge-check


					Dua Tahun Prabowo-Gibran, Publik Diajak Waspadai Provokasi Negatif Perbesar

Jakarta – Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2026, masyarakat diajak menjaga keamanan dan ketertiban serta mewaspadai provokasi negatif yang berpotensi memicu perpecahan. Momentum evaluasi pemerintahan diharapkan menjadi ruang penyampaian aspirasi secara damai sekaligus memperkuat persatuan nasional.

Aktivis Pergerakan, Ammad mengingatkan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam menjaga situasi tetap kondusif. Ia juga menekankan agar momentum dua tahun pemerintahan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin mengganggu ketertiban umum.

“Pemerintah telah memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka. Karena itu, penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban agar suasana tetap damai dan kondusif. Seluruh elemen masyarakat perlu tetap waspada terhadap potensi provokasi. Jangan mudah terpancing oleh pihak mana pun yang ingin mengganggu keamanan dan ketertiban,” ujar Ammad,

Senada, Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi, mengajak masyarakat menilai kinerja pemerintah secara objektif berdasarkan data dan fakta.

“Dalam negara demokrasi, kritik dan evaluasi itu wajar. Pemerintah perlu mendengar suara masyarakat dan pandangan para pakar. Namun, penilaian juga harus dilakukan secara objektif, berdasarkan data, fakta, serta dampak nyata kebijakan terhadap kehidupan rakyat,” ujar Habib Syakur.

Menurutnya, kritik tidak seharusnya menjadi pemicu polarisasi di tengah masyarakat. Sebaliknya, masukan yang disertai rekomendasi konkret dapat membantu pemerintah memperbaiki kualitas kebijakan dan memastikan manfaat program dirasakan masyarakat.

Sementara itu, CEO Media Group, Mohammad Mirdal Akib menilai momentum dua tahun pemerintahan perlu dimanfaatkan untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat arah kebijakan nasional.

“Melalui diskursus hari ini, diskursus yang kita harapkan konstruktif dari para pakar hingga pemangku kebijakan yang hadir, kita jadikan momentum dua tahun pemerintahan ini sebagai ruang koreksi yang objektif, sekaligus suntikan energi positif bagi bangsa kita,” kata Mirdal.

Dengan demikian, peringatan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran diharapkan menjadi momentum memperkuat dialog publik yang sehat. Masyarakat diimbau memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya, tidak mudah terprovokasi, serta menyampaikan kritik secara bertanggung jawab demi menjaga persatuan dan stabilitas nasional. (*)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

RUU Perampasan Aset Kawal Pemulihan Uang Negara dari Korupsi

16 October 2026 - 00:34

RUU Perampasan Aset Dikawal agar Korupsi Tak Lagi Menang

16 October 2026 - 00:34

Pasokan BBM Nasional Cukup, Pemerintah Antisipasi Tekanan Geopolitik

16 October 2026 - 00:34

Pasokan BBM Dijaga Stabil saat Geopolitik Dunia Memanas

16 October 2026 - 00:34

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ruang Evaluasi Didorong Tetap Konstruktif

16 October 2026 - 00:34

Trending on Berita