Menu ✖

Dark Mode
Dari Deteksi Dini hingga Penyuluhan, Pemerintah Perkuat Pencegahan Karhutla Pemerintah Percepat Penanganan Karhutla melalui Pemadaman Terpadu dan Inovasi Teknologi Bantuan Karhutla Diperkuat, Pemerintah Prioritaskan Perlindungan Masyarakat Terdampak Kabut Asap Ketegasan Hukum Karhutla Sebagai Bukti Nyata Negara Hadir Melindungi Warga Perkuat Pencegahan Karhutla, Pemerintah Siapkan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove yang Lebih Fleksibel Pemerintah Pastikan Penanganan Karhutla Dipercepat, Enam Provinsi Jadi Fokus

Berita

Diplomasi Karhutla Diperkuat, Indonesia Jaga Komunikasi dengan Negara Tetangga

badge-check


					Diplomasi Karhutla Diperkuat, Indonesia Jaga Komunikasi dengan Negara Tetangga Perbesar

JAKARTA – Pemerintah Indonesia memperkuat komunikasi diplomatik dengan negara-negara tetangga menyusul kekhawatiran terhadap dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lintas batas. Koordinasi internasional tersebut menjadi bagian dari penanganan karhutla yang melibatkan langkah pengendalian di dalam negeri serta komunikasi dengan negara terdampak.

Penanganan asap lintas batas tidak hanya berkaitan dengan upaya pemadaman, tetapi juga pertukaran informasi, pemantauan kondisi lingkungan, dan kerja sama regional. Karena itu, komunikasi antarpemerintah diperlukan agar perkembangan situasi dapat disampaikan secara terbuka dan respons penanganan berjalan terkoordinasi.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang menyampaikan apresiasi Indonesia terhadap perhatian dan tawaran dukungan dari negara sahabat, termasuk Malaysia dan Singapura.

“Indonesia dalam hal ini mengapresiasi perhatian dan tawaran dukungan dari negara-negara sahabat berkenaan dengan penanggulangan karhutla di Indonesia,” ujar Yvonne.

Di sisi lain, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengungkapkan bahwa pemerintah tengah membahas terkait penanganan karhutla dengan negara tetangga. Pembahasan tersebut diarahkan untuk menentukan bentuk kolaborasi yang dapat mendukung percepatan pemadaman di wilayah terdampak.

Jumhur menegaskan koordinasi tidak berhenti pada penyampaian tawaran bantuan, melainkan sedang ditindaklanjuti melalui pembahasan antarpihak.

“Bukan kapan, lagi dikerjain. Nanti dikabarin, saya kabarin. Ongoing ya, ongoing,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman mengakui adanya tanggapan negara tetangga terkait kabut asap. Pemerintah, menurutnya, telah mengerahkan berbagai unsur untuk menangani kebakaran.

“Ya memang ada tanggapan dari negara lain masalah kebakaran hutan ini, tetapi kita sudah maksimal berupaya,” kata Dudung.

“Kalau personel sudah dikerahkan, baik TNI, Polri, maupun satuan-satuan yang terkait. Tinggal memang lahan kita sangat luas ya,” lanjutnya.

Dudung menyebut Presiden Prabowo Subianto meminta percepatan penanganan karhutla. Namun, tawaran bantuan asing belum dibahas dalam rapat tersebut sehingga belum ada keputusan mengenai pemanfaatannya.

Di tengah meningkatnya dampak kabut asap, komunikasi diplomatik dan operasi pemadaman perlu berjalan beriringan. Kerja sama kawasan melalui mekanisme ASEAN menjadi salah satu jalur untuk memperkuat pertukaran informasi, penanganan asap lintas batas, serta pencegahan kebakaran berulang.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Inovasi Teknologi dan Sinergitas Lintas Instansi Dukung Percepatan Penanganan Karhutla

15 October 2026 - 00:00

Presiden Intruksikan 70 Ribu Personel Gabungan Percepat Pemadaman Karhutla

15 October 2026 - 00:00

Dari Deteksi Dini hingga Penyuluhan, Pemerintah Perkuat Pencegahan Karhutla

15 October 2026 - 00:00

Pemerintah Perkuat Penanganan Karhutla Secara Menyeluruh

15 October 2026 - 00:00

Hot Spot Nasional Turun, Bukti Nyata Kerja Keras Pemerintah Mengendalikan Karhutla

15 October 2026 - 00:00

Trending on Berita