Menu

Dark Mode
DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor Komoditas Strategis Indonesia DSI Memperkuat Tata Kelola Ekspor agar Nilai SDA Tidak Bocor Pemerintah Perkuat Visibilitas Ekspor via DSI, Maksimalkan Nilai SDA Nasional DSI Bidik Optimalisasi Ekspor SDA hingga Rp88,5 Triliun per Tahun PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih

Berita

Danantara Dorong Hilirisasi Peternakan untuk Stabilkan Harga di Indonesia

badge-check


					Danantara Dorong Hilirisasi Peternakan untuk Stabilkan Harga di Indonesia Perbesar

Jakarta – Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) terus memperkuat program hilirisasi peternakan ayam terintegrasi sebagai langkah strategis guna menjaga kestabilan harga komoditas unggas di Indonesia. Program ini tidak hanya diarahkan untuk menekan fluktuasi harga, tetapi juga ditujukan untuk memperkuat pasokan daging ayam dan telur, sekaligus mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa hilirisasi sektor peternakan unggas memiliki tujuan utama untuk menjaga keseimbangan harga di tingkat peternak maupun konsumen. Menurutnya, upaya stabilisasi tidak dapat hanya dilakukan pada sektor hilir atau distribusi, melainkan harus dimulai dari penguatan sektor hulu.

“Prioritas utama kami adalah memastikan harga tetap terkendali, baik untuk DOC, telur, maupun ayam,” kata Amran.

Ia menjelaskan bahwa kestabilan harga sangat bergantung pada pengendalian komponen produksi utama, mulai dari pakan, vaksin, hingga bibit ayam atau DOC. Pemerintah menilai intervensi dari sisi hulu merupakan cara paling efektif untuk meredam gejolak harga yang kerap terjadi dalam industri perunggasan.

“Untuk menjaga harga tetap stabil, pemerintah harus turun langsung di sektor hulu, seperti pakan, vaksin, dan DOC. Jika itu tidak dikendalikan, maka stabilitas harga sulit tercapai,” ujarnya.

Amran juga menyoroti kondisi industri unggas nasional yang sejatinya telah mencapai swasembada. Namun demikian, ketidakseimbangan harga masih menimbulkan keluhan dari berbagai pihak, baik peternak maupun masyarakat sebagai konsumen.

“Kita sebenarnya sudah swasembada telur dan ayam. Tetapi kenyataannya, peternak mengeluh dan konsumen juga mengeluh. Dua-duanya sama-sama merasa dirugikan,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaan program hilirisasi ini, Danantara melibatkan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memperkuat rantai pasok unggas dari hulu hingga hilir. Amran menegaskan keterlibatan BUMN akan diawasi secara ketat agar tetap berjalan sesuai tujuan dan tidak menyimpang dari target pemerintah.

Sementara itu, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan investasi sebesar Rp20 triliun untuk mendukung program hilirisasi peternakan ayam tersebut. Ia menekankan bahwa proyek hilirisasi merupakan bagian dari agenda prioritas nasional yang terus didorong oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Hilirisasi merupakan program yang selalu menjadi perhatian utama Presiden. Karena itu, percepatan terus dilakukan agar manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat dan berdampak pada perekonomian,” ujar Rosan.

Pemerintah memproyeksikan program hilirisasi peternakan ayam terintegrasi ini mampu meningkatkan produksi hingga 1,5 juta ton daging ayam serta 1 juta ton telur per tahun. Selain itu, proyek ini juga diperkirakan dapat membuka sekitar 1,46 juta lapangan kerja baru. Pada tahap awal, pengembangan proyek akan difokuskan di enam wilayah, yakni Malang, Bone, Gorontalo Utara, Paser, Sumbawa, dan Lampung Selatan.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Perkuat Visibilitas Ekspor via DSI, Maksimalkan Nilai SDA Nasional

30 August 2026 - 00:19

DSI Memperkuat Tata Kelola Ekspor agar Nilai SDA Tidak Bocor

30 August 2026 - 00:19

DSI Bidik Optimalisasi Ekspor SDA hingga Rp88,5 Triliun per Tahun

30 August 2026 - 00:19

Pemerintah Dorong PLTS 100 GWp untuk Hemat Subsidi Rp73,9 Triliun

30 August 2026 - 00:19

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja

30 August 2026 - 00:19

Trending on Berita