Menu

Dark Mode
Digitalisasi Bansos: Lebih Cepat, Bersih, dan Berkeadilan Mengawal Penguatan Tata Kelola Pengadaan Batu Bara PLN Tetap Menyala, Pemerintah Percepat Solusi Pasokan Listrik Tetap Aman Pemerintah Bergerak Cepat Menjaga Pasokan Listrik Nasional Pemerintah Jaga Stabilitas Kelistrikan, Koordinasi Energi Primer Diperketat Digitalisasi Bansos dan Wajah Baru Perlindungan Sosial Indonesia

Berita

Danantara Buka Peluang Kerja Sama dengan Negara Lain

badge-check


					Danantara Buka Peluang Kerja Sama dengan Negara Lain Perbesar

Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagatha Nusantara (BPI Danantara) resmi mengumumkan langkah strategisnya untuk membuka peluang kerja sama internasional dengan berbagai negara mitra di sektor investasi strategis. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui kolaborasi global yang inklusif dan berkelanjutan.

Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) bersama Qatar Investment Authority (QIA) akan mengelola dana senilai 4 miliar dolar Amerika Serikat (AS) yang ditujukan untuk pembangunan di Indonesia.

Dana itu akumulasi dari Indonesia dan Qatar yang masing- masing berkontribusi senilai 2 miliar dolar AS, yang akan difokuskan ke peluang investasi di berbagai sektor, diantaranya hilirisasi, kesehatan, energi terbarukan, teknologi, serta sektor-sektor lain yang dipandang relevan oleh pengelola dana.

Badan Pengelola Investasi Daya Anagatha Nusantara (BPI Danantara) buka suara soal rencana investasi US$2 miliar atau Rp 33,6 triliun dari Qatar.

Chief Investment Officer (CIO) Pandu Sjahrir mengatakan selain menaruh dana investasi di saham atau obligasi, Danantara juga akan mengelola dana untuk proyek-proyek pemerintah, salah satunya proyek yang didanai Qatar.

“Pak Prabowo kan sudah bicara juga dengan Qatar untuk memasukkan dana, melakukan investment fund bareng sama Qatar US$4 miliar. US$2 miliar dari Qatar, juga US$2 miliar dari kita, itu nanti proyek-proyek untuk masuk ke Indonesia, jadi itu bagus,” ungkap Pandu.

Pandu mengatakan investasi tersebut bisa mendanai beberapa sektor strategis Indonesia, di antaranya ketahanan pangan, ketahanan energi, hilirisasi, infrastruktur digital, kesehatan, hingga hospitality.

Setelah kabar investasi dari Qatar ini, Pandu pun tak menutup kemungkinan adanya penjajakan dengan negara lain untuk berinvestasi bersama Danantara
“Nanti tunggu dong, pasarnya udah bagus positif,” kata Pandu.

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan resmi ke Doha, Qatar, pada 13 April 2025. Kunjungan tersebut ditandai dengan pertemuan antara Prabowo dan Emir Negara Qatar Sheikh Tamim Bin Hamad Al-Thani yang berlangsung di Istana Amiri Diwan.

“Saya kira pertemuan sangat baik, produktif. Kita sepakat untuk tingkatkan kerja sama,” ujar Prabowo.

Salah satu hasil konkret dari pertemuan itu adalah komitmen Qatar menanamkan investasi senilai US$ 2 miliar atau sekitar Rp 33,6 triliun melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia).

“Beliau (Emir Qatar) akan invest dengan Danantara. Satu dana bersama. Beliau komit US$ 2 miliar dolar ya tadi,” kata Prabowo.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Bergerak Cepat Menjaga Pasokan Listrik Nasional

23 June 2026 - 09:18

Pemerintah Jaga Stabilitas Kelistrikan, Koordinasi Energi Primer Diperketat

23 June 2026 - 09:18

Hilirisasi di Papua Terus Diperkuat, Buka Peluang Ekonomi yang Lebih Luas

23 June 2026 - 09:18

Hilirisasi Nasional Masuk Fase Akselerasi, Pemerintah Perkuat Kelembagaan dan Tata Kelola

23 June 2026 - 09:18

Digitalisasi Bansos, Pangkas Proses Bansos dari 200 Hari Jadi Hitungan Menit

23 June 2026 - 09:18

Trending on Berita