Menu ✖

Dark Mode
Rumah Subsidi: Pintu Masuk Anak Muda Memiliki Hunian Pertama Negara Kawasan Pasifik Dukung Indonesia Percepat Pembangunan Papua Indonesia Tegaskan Perlindungan HAM dan Pembangunan Papua dalam Forum PBB Membangun Fondasi Kemandirian di Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Menjaga Momentum Kemandirian Ekonomi di Dua Tahun Prabowo-Gibran Penataan Haji di Era Presiden Prabowo Memberi Kepastian bagi Calon Jemaah

Berita

CKG sebagai Solusi Kesehatan Berkualitas untuk Lansia di Era Modern

badge-check


					CKG sebagai Solusi Kesehatan Berkualitas untuk Lansia di Era Modern Perbesar

Jakarta – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) semakin menegaskan perannya sebagai fondasi penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, termasuk bagi kelompok lansia.

Melalui pendekatan deteksi dini, pemerintah mendorong perubahan dari pola pengobatan menuju pencegahan untuk menekan risiko penyakit berat seperti stroke dan jantung yang banyak dialami usia lanjut.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan berkala merupakan langkah penting yang tidak boleh diabaikan.

“Cek Kesehatan Gratis minimal setahun sekali itu semua orang harus lakukan. Kenapa?, karena kematian paling tinggi itu stroke, jantung, dan ginjal.” ucapnya

Pernyataan tersebut memperkuat pentingnya CKG sebagai langkah preventif, khususnya bagi lansia yang rentan terhadap penyakit kronis.

Data menunjukkan bahwa stroke menjadi penyebab kematian tertinggi dengan ratusan ribu kasus setiap tahun, disusul penyakit jantung, kanker, dan gagal ginjal. Menkes juga mengingatkan bahwa penyakit-penyakit tersebut sebenarnya dapat dicegah jika terdeteksi lebih awal.

“Stroke itu 300 ribu, jantung 250 ribu, kanker 234 ribu. Itu penyakit-penyakit kronis yang sebenarnya kita punya waktu 5 sampai 6 tahun sebelum kondisi menjadi fatal.” jelas Budi.

Dalam praktiknya, pencegahan dapat dilakukan dengan memantau indikator kesehatan utama seperti tekanan darah, gula darah, dan kolesterol.

“Tekanan darah harus di bawah 120 per 80, gula darah tidak lebih dari 200. Kolesterol ideal di bawah 200, atau LDL sebaiknya di bawah 100.” terang Budi.

Implementasi CKG tidak berhenti pada tahap pemeriksaan, tetapi juga mencakup tindak lanjut berupa pengobatan atau rujukan medis.

Hal ini memperkuat efektivitas program dalam menekan angka kesakitan dan kematian, sekaligus meningkatkan kualitas hidup lansia.

Di sisi lain, Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin P. Octavianus, menekankan bahwa CKG juga berperan dalam mendukung penanganan penyakit menular seperti tuberkulosis.

“Kita fokus pada pemberantasan tuberkulosis sebagai bagian dari program prioritas. CKG menjadi pintu masuk penting untuk memperluas skrining dan menemukan kasus lebih awal.” paparnya.

Pelaksanaan di daerah juga menunjukkan hasil positif. Kepala Dinas Kesehatan Donggala, Aprina Lingkeh, menyebutkan,jika CGK difokuskan untuk pendektesian awal.

“CKG difokuskan untuk mendeteksi lebih awal kondisi kesehatan masyarakat sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.” ujar Aprina.

Dengan penguatan program ini, CKG menjadi lebih dari sekadar layanan kesehatan. Bagi lansia, CKG merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga kualitas hidup, meningkatkan kemandirian, serta memastikan masa tua yang lebih sehat dan produktif di era modern.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Rumah Subsidi: Pintu Masuk Anak Muda Memiliki Hunian Pertama

1 October 2026 - 09:55

Negara Kawasan Pasifik Dukung Indonesia Percepat Pembangunan Papua

1 October 2026 - 09:55

Membangun Fondasi Kemandirian di Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

1 October 2026 - 09:54

Indonesia Tegaskan Perlindungan HAM dan Pembangunan Papua dalam Forum PBB

1 October 2026 - 09:54

Menjaga Momentum Kemandirian Ekonomi di Dua Tahun Prabowo-Gibran

1 October 2026 - 09:54

Trending on Berita