Menu ✖

Dark Mode
Rumah Subsidi: Pintu Masuk Anak Muda Memiliki Hunian Pertama Negara Kawasan Pasifik Dukung Indonesia Percepat Pembangunan Papua Indonesia Tegaskan Perlindungan HAM dan Pembangunan Papua dalam Forum PBB Membangun Fondasi Kemandirian di Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Menjaga Momentum Kemandirian Ekonomi di Dua Tahun Prabowo-Gibran Penataan Haji di Era Presiden Prabowo Memberi Kepastian bagi Calon Jemaah

Berita

Cek Kesehatan Gratis Kini Fokus pada Pengobatan dan Penanganan Berkelanjutan

badge-check


					Cek Kesehatan Gratis Kini Fokus pada Pengobatan dan Penanganan Berkelanjutan Perbesar

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus menekan risiko penyakit kronis di masa depan.

Program tersebut kini tidak hanya difokuskan pada deteksi dini, tetapi juga diarahkan pada pengobatan dan penanganan berkelanjutan agar masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang lebih optimal sejak tahap awal pemeriksaan.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menegaskan program CKG diyakini mampu memberikan dampak besar terhadap sistem kesehatan nasional dalam jangka panjang.

“Kalau ini bisa diatasi masalah-masalah penting seperti ini, pembiayaan kesehatan 5 sampai 10 tahun lagi akan berasa klaim BPJS akan semakin rendah karena masyarakatnya lebih sehat,” kata Dante.

Ia menjelaskan, melalui CKG masyarakat dapat mendeteksi hipertensi, kolesterol tinggi, hingga diabetes sejak dini sehingga pengobatan bisa dilakukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas.

“Lebih baik diobati di Puskesmas untuk yang kolesterolnya tinggi, untuk yang tensinya tinggi, untuk yang gulanya tinggi, daripada mereka sudah harus kena komplikasi akhirnya harus cuci darah, harus kena stroke, kena jantung,” ujarnya.

Dante optimistis manfaat program akan semakin terlihat dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang. Menurutnya, angka penyakit jantung, stroke, diabetes, hingga gagal ginjal berpotensi menurun jika pemeriksaan rutin terus dilakukan.

Kementerian Kesehatan juga tengah memperkuat pengembangan program dengan menyiapkan distribusi alat rontgen ke seluruh puskesmas untuk mendukung deteksi tuberkulosis (TBC).

“Nanti kita akan bagi rontgen ke seluruh Puskesmas, supaya Puskesmas bisa ngerontgen dan ketahuan kalau ada TBC-nya apa nggak di CKG,” kata Dante.

Meski demikian, pelaksanaan CKG masih menghadapi tantangan di wilayah terpencil, perbatasan, dan kepulauan. Dante menyebut sejumlah daerah di Sulawesi dan Papua masih sulit dijangkau karena keterbatasan akses transportasi.

Sementara itu, pengamat kebijakan public, Trubus Rahadiansyah, menilai program CKG Sekolah menjadi langkah penting dalam mendukung kualitas pendidikan nasional. Menurutnya, kondisi kesehatan siswa sangat memengaruhi kemampuan belajar di sekolah.

Di sisi lain, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari mengungkapkan hasil CKG Sekolah hingga Mei 2026 menunjukkan persoalan kesehatan terbesar siswa masih didominasi gigi berlubang sebesar 41,5 persen, peningkatan tekanan darah 22,1 persen, dan penumpukan kotoran telinga 8,6 persen.

“Melalui program ini, pemerintah tidak hanya menjaga kesehatan siswa. Tetapi juga membangun fondasi SDM yang lebih sehat, produktif, dan siap menghadapi masa depan,” ujar Qodari.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Rumah Subsidi: Pintu Masuk Anak Muda Memiliki Hunian Pertama

1 October 2026 - 09:55

Negara Kawasan Pasifik Dukung Indonesia Percepat Pembangunan Papua

1 October 2026 - 09:55

Membangun Fondasi Kemandirian di Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

1 October 2026 - 09:54

Indonesia Tegaskan Perlindungan HAM dan Pembangunan Papua dalam Forum PBB

1 October 2026 - 09:54

Menjaga Momentum Kemandirian Ekonomi di Dua Tahun Prabowo-Gibran

1 October 2026 - 09:54

Trending on Berita