Menu

Dark Mode
MBG Jadi Solusi Tingkatkan Kualitas Gizi dan Pendidikan Anak di Papua Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Papua Dukung Program MBG Perkuat Masa Depan Generasi Muda Ketua FKMP Papua Dukung MBG Sebagai Investasi Jangka Panjang Generasi Emas 2045 Tokoh Pemuda Papua Ajak Masyarakat Kawal Program Makan Bergizi Gratis MBG Papua Investasi Jangka Panjang Generasi Emas 2045 Presiden Prabowo Minta Aparat Tegas Mengusut Kasus Penyiraman Air Keras

Berita

Cadangan Beras Capai 4 Juta Ton, Indonesia Raih status Swasembada Pangan

badge-check


					Cadangan Beras Capai 4 Juta Ton, Indonesia Raih status Swasembada Pangan Perbesar

Jakarta – Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengumumkan bahwa per Mei 2025, cadangan beras nasional telah mencapai 4 juta ton, menandai tonggak penting dalam upaya Indonesia mencapai status swasembada pangan. Peningkatan cadangan ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga mengurangi ketergantungan terhadap impor beras dalam jangka panjang.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menjelaskan arahan Presiden Prabowo Subianto sudah jelas, yaitu mewujudkan kesejahteraan petani melalui kebijakan pro-produksi dan perlindungan harga yang berkeadilan. Dengan stok beras yang cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh rakyat Indonesia tanpa bergantung pada impor, ketahanan pangan nasional kini berada di jalur yang lebih stabil dan mandiri.

“Kami patut bersyukur karena cadangan beras nasional saat ini sangat kuat. Ini adalah hasil kerja keras seluruh petani, Bulog, serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk program tanam serentak, perbaikan irigasi, dan pendampingan teknis di lapangan,” kata Mentan Amran.

Sementara itu, Pengamat Pertanian Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori mengatakan keberhasilan menjaga ketersediaan stok beras juga didukung oleh penguatan distribusi dan digitalisasi data gudang. Pencapaian swasembada pangan ini harus menjadi momentum untuk membangun strategi jangka panjang yang inklusif. Namun demikian, keberhasilan ini perlu disertai langkah akseleratif pemerintah dalam menjawab tantangan regenerasi petani, modernisasi teknologi, serta adaptasi terhadap perubahan iklim, yang kini sudah mulai direspons melalui program strategis lintas kementerian.

“Pencapaian ini menjadi momentum membangun strategi jangka panjang berbasis inovasi dan inklusivitas, di mana isu regenerasi petani dan perubahan iklim telah mulai ditangani secara progresif oleh pemerintah”, ujarnya.

Di sisi lain, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono menjelaskan dengan penguatan sektor hulu dan hilir secara berkesinambungan, Indonesia tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan domestik, tetapi juga berpeluang menjadi eksportir pangan unggulan di kawasan Asia Tenggara.

“Dengan penguatan sektor hulu dan hilir secara berkesinambungan, Indonesia tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan domestik, tetapi juga berpeluang menjadi eksportir pangan unggulan di kawasan Asia Tenggara,” ucapnya.

Sejak 2023, pemerintah telah menggencarkan berbagai program prioritas, seperti pemberian pupuk bersubsidi, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, hingga perluasan lahan tanam di daerah potensial. Program-program ini memperkuat kapasitas produksi nasional dan mendorong efisiensi sektor pertanian secara menyeluruh.

Ke depan, pemerintah menargetkan Indonesia tidak hanya swasembada beras, tetapi juga mampu menjadi eksportir pangan berbasis keunggulan lokal. Dengan pencapaian ini, Indonesia membuktikan bahwa ketahanan pangan adalah pondasi kedaulatan negara.

[edRW]

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

MBG Jadi Solusi Tingkatkan Kualitas Gizi dan Pendidikan Anak di Papua

16 March 2026 - 18:00

Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Papua Dukung Program MBG Perkuat Masa Depan Generasi Muda

16 March 2026 - 18:00

Ketua FKMP Papua Dukung MBG Sebagai Investasi Jangka Panjang Generasi Emas 2045

16 March 2026 - 18:00

Tokoh Pemuda Papua Ajak Masyarakat Kawal Program Makan Bergizi Gratis

16 March 2026 - 18:00

Presiden Prabowo Minta Aparat Tegas Mengusut Kasus Penyiraman Air Keras

16 March 2026 - 17:57

Trending on Berita