Menu

Dark Mode
Hilirisasi Riset 2026 Diperkuat untuk Ketahanan Energi, Kesehatan, dan Pangan Hilirisasi Riset dan Jalan Baru Menjadikan Kampus sebagai Mesin Inovasi Nasional Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia CKG Diperkuat dengan Deteksi Kusta di Faskes Dasar Pemerintah Dorong Hilirisasi Riset Tahap II untuk Percepat Inovasi Siap Industri Pemerintah Integrasikan Skrining Kusta dalam CKG untuk Kejar Eliminasi 2030

Berita

Cadangan Beras Capai 4 Juta Ton, Indonesia Raih status Swasembada Pangan

badge-check


					Cadangan Beras Capai 4 Juta Ton, Indonesia Raih status Swasembada Pangan Perbesar

Jakarta – Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengumumkan bahwa per Mei 2025, cadangan beras nasional telah mencapai 4 juta ton, menandai tonggak penting dalam upaya Indonesia mencapai status swasembada pangan. Peningkatan cadangan ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga mengurangi ketergantungan terhadap impor beras dalam jangka panjang.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menjelaskan arahan Presiden Prabowo Subianto sudah jelas, yaitu mewujudkan kesejahteraan petani melalui kebijakan pro-produksi dan perlindungan harga yang berkeadilan. Dengan stok beras yang cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh rakyat Indonesia tanpa bergantung pada impor, ketahanan pangan nasional kini berada di jalur yang lebih stabil dan mandiri.

“Kami patut bersyukur karena cadangan beras nasional saat ini sangat kuat. Ini adalah hasil kerja keras seluruh petani, Bulog, serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk program tanam serentak, perbaikan irigasi, dan pendampingan teknis di lapangan,” kata Mentan Amran.

Sementara itu, Pengamat Pertanian Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori mengatakan keberhasilan menjaga ketersediaan stok beras juga didukung oleh penguatan distribusi dan digitalisasi data gudang. Pencapaian swasembada pangan ini harus menjadi momentum untuk membangun strategi jangka panjang yang inklusif. Namun demikian, keberhasilan ini perlu disertai langkah akseleratif pemerintah dalam menjawab tantangan regenerasi petani, modernisasi teknologi, serta adaptasi terhadap perubahan iklim, yang kini sudah mulai direspons melalui program strategis lintas kementerian.

“Pencapaian ini menjadi momentum membangun strategi jangka panjang berbasis inovasi dan inklusivitas, di mana isu regenerasi petani dan perubahan iklim telah mulai ditangani secara progresif oleh pemerintah”, ujarnya.

Di sisi lain, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono menjelaskan dengan penguatan sektor hulu dan hilir secara berkesinambungan, Indonesia tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan domestik, tetapi juga berpeluang menjadi eksportir pangan unggulan di kawasan Asia Tenggara.

“Dengan penguatan sektor hulu dan hilir secara berkesinambungan, Indonesia tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan domestik, tetapi juga berpeluang menjadi eksportir pangan unggulan di kawasan Asia Tenggara,” ucapnya.

Sejak 2023, pemerintah telah menggencarkan berbagai program prioritas, seperti pemberian pupuk bersubsidi, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, hingga perluasan lahan tanam di daerah potensial. Program-program ini memperkuat kapasitas produksi nasional dan mendorong efisiensi sektor pertanian secara menyeluruh.

Ke depan, pemerintah menargetkan Indonesia tidak hanya swasembada beras, tetapi juga mampu menjadi eksportir pangan berbasis keunggulan lokal. Dengan pencapaian ini, Indonesia membuktikan bahwa ketahanan pangan adalah pondasi kedaulatan negara.

[edRW]

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Hilirisasi Riset 2026 Diperkuat untuk Ketahanan Energi, Kesehatan, dan Pangan

18 July 2026 - 23:21

CKG Diperkuat dengan Deteksi Kusta di Faskes Dasar

18 July 2026 - 23:21

Pemerintah Dorong Hilirisasi Riset Tahap II untuk Percepat Inovasi Siap Industri

18 July 2026 - 23:21

Pemerintah Integrasikan Skrining Kusta dalam CKG untuk Kejar Eliminasi 2030

18 July 2026 - 23:21

Presiden Prabowo Perkuat Perlindungan Nelayan lewat BBM Khusus dan Cold Storage

18 July 2026 - 23:20

Trending on Berita