Menu

Dark Mode
Insentif Likuiditas Pacu Investasi dan Sektor UMKM Nasional Dorong Ekonomi Riil, Insentif Likuiditas Dialirkan Optimal ke Sektor UMKM Menjaga Momentum Ekonomi: Mengalirkan Insentif Likuiditas Perbankan UMKM Insentif Likuiditas Perkuat Pondasi Investasi dan Pemberdayaan Ekonomi UMKM Pemerintah Komitmen Jaga Akuntabilitas Pembiayaan Kopdes Merah Putih Pastikan Stabilitas Keuangan, Pemerintah Siapkan Pembayaran Utang Kopdes Merah Putih

Berita

Brutal, OPM Tembak Mati Wanita di Intan Jaya

badge-check


					Brutal, OPM Tembak Mati Wanita di Intan Jaya Perbesar

Intan Jaya – Aksi kekerasan yang dilakukan Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali menelan korban jiwa. Kali ini, seorang perempuan lanjut usia yang mengalami gangguan jiwa, Mama Hertina, menjadi sasaran brutal kelompok separatis bersenjata tersebut. Ia ditembak mati tanpa ampun di Kampung Dugusiga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, hanya karena dituduh sebagai mata-mata TNI.

Peristiwa memilukan ini menjadi sorotan luas karena korban dikenal sebagai warga sipil yang sama sekali tidak bersenjata dan hidup dalam kondisi keterbatasan mental. Menurut keterangan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayor Jenderal Kristomei Sianturi, Mama Hertina terakhir terlihat hidup pada 15 Mei 2025, usai mengungsi ke Kampung Mamba Bawah untuk menghindari ancaman kelompok bersenjata. Ia kemudian dilaporkan hilang dari posko pengungsian, dan warga menduga ia mencoba kembali ke kampung asalnya di Jaindapa.

“Dalam perjalanan pulang itulah ia dicegat dan dieksekusi oleh kelompok OPM pimpinan Daniel Aibon Kogoya. Mereka menuduh Mama Hertina sebagai intel TNI, padahal korban adalah perempuan lanjut usia yang mengalami gangguan jiwa dan kerap berjalan sendirian di hutan,” ungkap Mayjen Kristomei.

Kristomei menegaskan bahwa tidak ada keterlibatan prajurit TNI dalam peristiwa tersebut. Ia menyebut narasi yang menyalahkan aparat hanyalah hoaks yang sengaja diciptakan oleh OPM untuk membangun opini sesat dan memecah belah hubungan antara masyarakat dan aparat keamanan.

“Faktanya, sejak 15 Mei, TNI telah ditarik dari Kampung Sugapa Lama atas permintaan Bupati dan tokoh masyarakat setempat. Kejadian ini murni akibat aksi brutal kelompok separatis bersenjata,” jelasnya.

Jenazah Mama Hertina telah dimakamkan secara adat oleh warga setempat pada hari yang sama saat ditemukan. Pihak TNI menyampaikan duka cita mendalam dan menyerukan agar masyarakat tidak mudah terpancing oleh provokasi maupun informasi menyesatkan yang beredar di media sosial.

“Kami mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan waspada terhadap narasi fitnah yang disebar kelompok separatis. Kejadian ini justru membuktikan bahwa OPM tidak segan menebar teror terhadap siapa pun, bahkan terhadap warga sipil yang paling rentan sekalipun,” tegas Kristomei.

Ia menambahkan bahwa setiap upaya memecah belah antara aparat dan rakyat Papua adalah strategi licik yang dijalankan kelompok separatis untuk melemahkan kepercayaan publik. Pemerintah dan aparat keamanan, lanjutnya, tetap berkomitmen menjaga keselamatan warga dan mendorong penyelesaian damai atas konflik di Papua {}

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Insentif Likuiditas Pacu Investasi dan Sektor UMKM Nasional

7 September 2026 - 09:40

Dorong Ekonomi Riil, Insentif Likuiditas Dialirkan Optimal ke Sektor UMKM

7 September 2026 - 09:40

Pemerintah Komitmen Jaga Akuntabilitas Pembiayaan Kopdes Merah Putih

7 September 2026 - 09:40

Pastikan Stabilitas Keuangan, Pemerintah Siapkan Pembayaran Utang Kopdes Merah Putih

7 September 2026 - 09:40

Jelang Dua Tahun Pemerintahan, Masyarakat Diajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas Indonesia

7 September 2026 - 09:40

Trending on Berita