Menu

Dark Mode
Kepuasan Publik Menguat Tunjukkan Kepercayaan Masyarakat pada Percepatan Program Prioritas Pemerintah   Tingginya Kepuasan Publik, Modal Politik bagi Pemerintahan Prabowo Seni Merangkul dan Tingginya Kepuasan Terhadap Kinerja Presiden Prabowo   Kepuasan Publik Tinggi Cerminkan Keberhasilan Program Pemerintahan Presiden Prabowo   Survei Nasional Tegaskan Mayoritas Generasi Z Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo Kepuasan Publik terhadap Presiden Prabowo Tinggi dan Stabil, Dukungan Anak Muda Masih Dominan

Berita

Berbagai Kalangan Dukung Tindakan Tegas Aparat terhadap OPM

badge-check


					Berbagai Kalangan Dukung Tindakan Tegas Aparat terhadap OPM Perbesar

Papua- Berbagai kalangan menyuarakan dukungan terhadap tindakan tegas yang diambil aparat keamanan dalam menghadapi kekejaman yang dilakukan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Serangkaian aksi kekerasan yang menargetkan warga sipil di Papua, khususnya tragedi berdarah di Yahukimo, Papua Pegunungan, menjadi peringatan bahwa ketegasan negara dalam menjaga stabilitas dan melindungi masyarakat tidak bisa ditawar lagi.

Tokoh masyarakat Papua, Martinus Kasuay, menilai langkah tegas aparat sebagai bentuk perlindungan nyata bagi masyarakat Papua yang selama ini menjadi korban kekejaman kelompok separatis bersenjata. Ia menyebut bahwa tindakan OPM tidak hanya mengganggu keamanan dan meresahkan, namun juga telah merenggut banyak nyawa tak bersalah serta menghambat pembangunan.

“Kami sebagai tokoh masyarakat di Papua, mendukung tindakan-tindakan yang dilakukan oleh pihak keamanan kepada mereka-mereka yang melakukan perbuatan-perbuatan yang bukan manusiawi, perbuatan-perbuatan yang meresahkan masyarakat, yang selalu menganiaya masyarakat sipil,” ungkap Martinus.

Ia menambahkan bahwa kehadiran aparat di Papua bukan untuk menekan rakyat, melainkan menjamin keamanan agar masyarakat bisa hidup dalam ketenangan dan ikut menikmati hasil pembangunan yang dijalankan pemerintah pusat.

Dukungan juga datang dari kalangan legislatif. Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Dewi Asmara, mengecam keras tindakan biadab yang dilakukan oleh kelompok bersenjata di Yahukimo. Aksi tersebut menyebabkan sedikitnya 12 warga sipil tewas dan beberapa lainnya luka-luka serta hilang.

“Ini adalah bentuk kekerasan yang sangat memprihatinkan. Negara harus hadir dengan langkah yang tegas namun terukur untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Papua,” tegas Dewi. Ia mendorong penguatan peran intelijen TNI dan Polri untuk melakukan deteksi dini terhadap potensi ancaman, terutama di wilayah rawan konflik.

Senada dengan itu, Kementerian Pertahanan melalui Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan), Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang, menyebut tindakan OPM sebagai aksi tidak berperikemanusiaan yang menyasar warga sipil tak bersenjata. Ia membantah narasi OPM yang menyebut para korban sebagai agen intelijen, dan menyebut hal itu sebagai propaganda untuk menyesatkan publik.

“Apa yang dilakukan OPM di Yahukimo sangat tidak berperikemanusiaan. Mereka menyebar hoaks untuk membenarkan kekejaman. Ini harus diklarifikasi dan ditindak tegas,” ujarnya.

Pemerintah berkomitmen melanjutkan pembangunan di Papua secara adil dan menyeluruh. Namun, proses tersebut membutuhkan stabilitas keamanan yang hanya bisa dicapai melalui sinergi aparat keamanan dan dukungan masyarakat. Dengan ketegasan negara dan kesadaran kolektif semua pihak, Papua diharapkan menjadi wilayah damai dan sejahtera di dalam bingkai NKRI.[]

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Survei Nasional Tegaskan Mayoritas Generasi Z Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo

14 February 2026 - 10:02

Istana Tegaskan Prioritas Kerja Nyata di Atas Pencapaian Angka Survei

14 February 2026 - 10:02

Kepuasan Publik terhadap Presiden Prabowo Tinggi dan Stabil, Dukungan Anak Muda Masih Dominan

14 February 2026 - 10:02

Istana Komitmen Fokus Kerja Nyata Meski Kepuasan Publik Presiden Prabowo Tinggi

14 February 2026 - 10:02

Kepuasan Publik 79,9 Persen, Prabowo Paham Cara Merangkul Semua

14 February 2026 - 10:02

Trending on Berita