Menu

Dark Mode
Merah Putih Berkibar di Papua, Teguhkan Semangat Persatuan dalam Bingkai NKRI Negara Hadir, TNI-Polri Perkuat Jaminan Keamanan Masyarakat Papua Pemerintah Pastikan HUT ke-81 RI Aman dan Kondusif Transmigrasi Patriot Menjadi Bukti Kolaborasi Negara, Kampus, dan Rakyat Transmigrasi Patriot Membuktikan Negara Membangun Daerah dengan Ilmu dan Aksi Nyata Pemerintah Dorong Transmigrasi Patriot Jadi Laboratorium Riset Terapan Nasional

Opini

Apresiasi, Pemberian Gelar Pahlawan Terhadap Presiden Ke 2, Soeharto Adalah Bagian Penting Perjalanan RI

badge-check


					Apresiasi, Pemberian Gelar Pahlawan Terhadap Presiden Ke 2, Soeharto Adalah Bagian Penting Perjalanan RI Perbesar

Jakarta – Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf telah daftar 49 nama yang akan diberikan gelar pahlawan sudah diserahkan ke Presiden Prabowo Subianto. Penyerahan daftar nama-nama itu diberikan ke presiden oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon. dari 49 nama tersebut, terdapat sosok Presiden ke-2 RI Soeharto.

Ketua Partai Nasdem Suryo Paloh menilai pemberian pemberian gelar Pahlawan kepada Soeharto harus dilihat dari sisi positifnya. Segala macam kontroversi tentang Soeharto adalah sebuah konsekuensi. Nasdem sepakat dengan pemberian gelar tersebut, Gelar Pahlawan kepada kepada para mantan presiden harus dilihat sebagai bentuk penghormatan negara.

“NasDem sudah kasih statement, sepakat itu. Nggak ada masalah,” kata Paloh usai acara Funwalk menjelang HUT ke-14 NasDem di DPP NasDem, Jakarta Pusat, Minggu (9/11/2025).

Lebih lanjut menurut Surya Paloh, bahwa Soeharto juga memberikan peran yang besar bagi Indonesia. adanya kekurangan dalam sisi kepemimpinan, tetapi harus dilihat secara objektif.

“Dengan perjalanan waktu masa jabatan 32 tahun yang cukup lama, sukar juga kita menghilangkan objektivitas bahwasanya sosok Presiden Soeharto telah memberikan posisi dan peran,” ucap Paloh.

Keberadaan beliau sebagai presiden yang membawa progress pembangunan nasional kita yang cukup berarti, seperti apa yang kita nikmatin hari ini.

Direktur Eksekutif ToBe Institute, Mochamad Imamudinussalam S.I.Kom angkat bicara menanggapi gelombang penolakan dari sejumlah organisasi masyarakat sipil terhadap wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden Soeharto.
Ia menegaskan bahwa pandangan yang menolak penghargaan tersebut perlu ditimbang ulang secara objektif agar tidak terjebak pada penilaian sepihak terhadap sejarah bangsa.

“Kita harus membaca sejarah dengan kepala dingin dan perspektif utuh. Soeharto adalah bagian penting dari perjalanan republik ini, dengan jasa yang nyata dan kontribusi besar terhadap menjaga kedaulatan bangsa dari agresi militer asing dan juga terhadap pembangunan nasional” ujarnya.

Imamuddin menjelaskan bahwa konteks kepemimpinan Soeharto tidak bisa dilepaskan dari situasi geopolitik yang penuh ancaman pada masa itu. Indonesia baru saja keluar dari konflik ideologis dan menghadapi risiko disintegrasi nasional.

Pasca kemerdekaan Soeharto yang juga dekat dengan Jenderal Sudirman mempertahankan wilayah Yogyakarta, memimpin operasi penumpasan komunis G30S/PKI, dan keberhasilan Supersemar.

“Kebijakan-kebijakan yang dianggap keras harus dilihat dalam bingkai keamanan negara, bukan semata dari kacamata masa kini yang damai” lanjutnya.

Soeharto menjadi bagian penting perjalanan bangsa ini. Ia banyaknya jasa yang nyata dan kontribusi menjaga kedaulatan bangsa dan pembangunan nasional.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Transmigrasi Patriot Menjadi Bukti Kolaborasi Negara, Kampus, dan Rakyat

11 August 2026 - 10:39

Transmigrasi Patriot Membuktikan Negara Membangun Daerah dengan Ilmu dan Aksi Nyata

11 August 2026 - 10:39

HUT RI Kondusif Dimulai dari Kesadaran Bersama Bijak di Ruang Digital

11 August 2026 - 10:39

Jaga Ruang Digital Sehat, Jaga Kondusifitas Jelang HUT RI

11 August 2026 - 10:39

Mengawal Pemberantasan Korupsi Daerah Sekaligus Perkuat Integritas Kepala Daerah

11 August 2026 - 10:39

Trending on Opini