Menu ✖

Dark Mode
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Jadi Prioritas Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ketahanan Ekonomi dan Program Prioritas Jadi Modal Pembangunan Dua Tahun Pragib, Guru Besar UI Apresiasi Ketahanan Ekonomi dan Program Prioritas Lapangan Kerja Berkualitas dan Ketahanan Ekonomi Jadi Prioritas Pembangunan Nasional Guru Besar FEB UI: Penguatan Ekonomi Inklusif Jadi Kunci Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kerja Nyata untuk Rakyat Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional

Berita

APBN Turut Pacu Sektor Manufaktur dan Ekspor dengan Dorongan Fiskal

badge-check


					APBN Turut Pacu Sektor Manufaktur dan Ekspor dengan Dorongan Fiskal Perbesar

Jakarta – Pemerintah kembali menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 diarahkan untuk mengakselerasi sektor manufaktur dan ekspor, dengan dukungan kebijakan fiskal yang produktif dan strategis.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa belanja negara tahun anggaran ini difokuskan untuk mendukung investasi padat karya, hilirisasi industri, dan penguatan rantai logistik.

“Kami akan maksimalkan instrumen fiskal agar industri manufaktur tidak hanya tumbuh, tapi juga mampu bersaing di pasar ekspor global,” jelasnya. Dengan pendekatan ini, pemerintah ingin memastikan APBN berdampak langsung pada kapasitas produksi dan ekspansi ekspor nasional.

Di sisi lain, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menuturkan bahwa program APBN telah mendorong percepatan pembangunan kawasan industri dan fasilitas hilirisasi. Ia menyatakan, “Insentif fiskal melalui APBN memungkinkan industri untuk menambah nilai tambah produknya. Kami melihat lonjakan permintaan ekspor untuk produk terolah, dan ini adalah momentum yang harus kita manfaatkan,” jelasnya.

Pemerintah mencatat bahwa kontribusi sektor pengolahan nonmigas meningkat sepanjang 2025, sekaligus menjadi salah satu pilar pertumbuhan ekonomi. Posisi manufaktur juga diperkuat oleh Indeks Manufaktur (PMI) yang berada dalam zona ekspansif, menunjukkan bahwa kegiatan industri kembali bergairah.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menegaskan komitmen menjaga stabilitas makro ekonomi. Ia menyampaikan, “Meskipun kita mendorong belanja pro-pertumbuhan, kita tetap menjaga disiplin fiskal. Defisit APBN dipantau secara ketat agar tetap berada di level kredibel dan berkelanjutan”, Ujarnya.

Sampai Agustus 2025, data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan nilai ekspor nonmigas secara kumulatif meningkat jika dibandingkan tahun lalu, menjadi sinyal positif bahwa dukungan fiskal mulai terwujud dalam peningkatan ekspor. Pemerintah menyatakan akan terus memantau tren ekspor ini dan menyesuaikan kebijakan bila diperlukan agar manfaat pertumbuhan lebih merata dan berjangka panjang.

Ke depan, sinergi antara kebijakan fiskal, investasi, dan reformasi struktural akan menjadi fondasi APBN untuk mendorong pertumbuhan manufaktur dan ekspor. Pemerintah berkomitmen menjadikan APBN sebagai instrumen utama dalam memperkuat daya saing nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ketahanan Ekonomi dan Program Prioritas Jadi Modal Pembangunan

16 October 2026 - 06:12

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Jadi Prioritas

16 October 2026 - 06:12

Dua Tahun Pragib, Guru Besar UI Apresiasi Ketahanan Ekonomi dan Program Prioritas

16 October 2026 - 06:12

Lapangan Kerja Berkualitas dan Ketahanan Ekonomi Jadi Prioritas Pembangunan Nasional

16 October 2026 - 06:12

Guru Besar FEB UI: Penguatan Ekonomi Inklusif Jadi Kunci Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

16 October 2026 - 06:12

Trending on Berita