Menu

Dark Mode
Pangan Aman Jelang Lebaran 2026, Langkah Tanggap Pemerintah Hadapi Kenaikan Permintaan Kolaborasi Lintas Sektoral Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran Danantara dan Akselerasi Program 3 Juta Rumah Meluasnya Peran Danantara: Dari Proyek Mercusuar ke Rumah Layak untuk Rakyat Tidak Perlu Keluar dari Board of Peace, Jalur Diplomasi Tetap Efektif BoP Masih Menjadi Ruang Diplomasi Indonesia untuk Palestina

Berita

Isu HAM dan Perlindungan Perempuan Jadi Fokus Sidang PUIC di Jakarta

badge-check


					Isu HAM dan Perlindungan Perempuan Jadi Fokus Sidang PUIC di Jakarta Perbesar

Jakarta – Sidang ke-19 Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) yang digelar di Jakarta pada 12–15 Mei 2025 tak hanya membahas kerja sama ekonomi, tetapi juga menaruh perhatian besar pada isu hak asasi manusia, termasuk perlindungan perempuan dan anak di tengah konflik maupun dalam kondisi normal.

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fraksi Gerindra, Muhammad Husein Fadlulloh, menegaskan pentingnya membahas kesetaraan gender dalam forum ini.

“Isu perempuan dan anak menjadi fokus, baik dalam kondisi perang maupun damai. Di parlemen sendiri, kita sudah mencapai representasi perempuan sebesar 22 persen, mendekati target global 30 persen,” ujarnya

Ia menambahkan, tantangan terhadap elektabilitas perempuan di ranah politik masih terjadi di banyak negara.

Karena itu, menurutnya, pembahasan di forum PUIC harus mampu mendorong solusi nyata dalam meningkatkan partisipasi perempuan di semua level pengambilan keputusan.

Anggota BKSAP DPR RI, Eva Yuliana Monica, dikutip melalui Youtube DPR RI, juga menekankan urgensi pembahasan kemerdekaan Palestina dalam sidang ini.

“Parlemen Indonesia akan terus mendorong negara-negara OKI agar bersatu membebaskan Palestina dari penindasan yang telah berlangsung selama puluhan tahun,” kata Eva.

Ia menyoroti pentingnya dukungan terhadap negosiasi kemerdekaan Palestina dan peningkatan partisipasi internasional dalam isu ini.

“Kita akan angkat juga kondisi tahanan Palestina, beberapa di antaranya sudah puluhan tahun ditahan dan mengalami penyiksaan berat hingga menyebabkan kebutaan,” ungkapnya.

Eva menegaskan bahwa rakyat Palestina menolak evakuasi karena ingin mempertahankan eksistensi etnis mereka.

“Mereka tidak ingin kehilangan identitas di tanah kelahirannya. Kami juga menyambut baik semangat dari para delegasi yang ingin ikut serta dalam perjuangan ini,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua BKSAP DPR RI, Mardani Ali Sera, menyatakan bahwa Indonesia akan membawa isu partisipasi perempuan dan generasi muda dalam sidang ini, selain fokus utama pada perjuangan kemerdekaan Palestina.

“Kita akan dorong isu partisipasi perempuan dan generasi muda sebagai bagian dari agenda besar PUIC, di samping solidaritas atas Palestina,” jelasnya.***

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Langkah Presiden Prabowo di Board of Peace Buka Peluang Perdamaian Dunia

11 March 2026 - 12:43

Pengawasan dan Transparansi MBG Jadi Prioritas Utama Pemerintah

11 March 2026 - 12:43

Pemerintah Serius Awasi MBG dari Pusat hingga Akar Rumput

11 March 2026 - 12:43

⁠Masuk Board of Peace, Indonesia Pilih Perjuangan Diplomasi dari Dalam

11 March 2026 - 12:43

Danantara Bidik Hunian MBR, Percepatan Program 3 Juta Rumah Makin Nyata

11 March 2026 - 12:43

Trending on Berita