Menu ✖

Dark Mode
Prabowo Gandeng Pakar Perkuat Solusi Penanganan Karhutla Sinergi Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi Pemerintah Optimalkan Mitigasi Bencana, Perkuat Peringatan Dini dan Pendidikan Kebencanaan Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi melalui Edukasi dan Kolaborasi Lintas Sektor Lindungi Pelajar dari Risiko Bencana, Pemerintah Perkuat Edukasi Mitigasi Hadapi Ancaman El Niño, Pemerintah Perkuat Mitigasi Kekeringan dan Ketahanan Air Nasional

Berita

Program MBG Buka Jalan Baru Pemenuhan Gizi Generasi Muda Indonesia

badge-check


					Program MBG Buka Jalan Baru Pemenuhan Gizi Generasi Muda Indonesia Perbesar

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG), disebut oleh Presiden Prabowo Subianto, telah sukses menjangkau hampir 36,7 juta penerima manfaat di seluruh wilayah Indonesia per Oktober 2025. Program tersebut merupakan inisiatif penting pemerintah untuk memastikan kebutuhan gizi generasi muda tercukupi demi masa depan bangsa yang lebih sehat, kuat, dan berdaya saing.

Presiden Prabowo juga menyatakan total porsi yang telah dibagikan sebanyak 1,4 miliar. Di sisi ekonomi, juga MBG sudah membuka 1 juta lapangan pekerjaan baru di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur. Dia menuturkan 30.000 SPPG yang dimiliki BGN saat ini membutuhkan setidaknya 50 pekerja.

“Jadi kita bisa bandingkan multiplayer effect daripada ini,” ujar Presiden Prabowo di Jakarta (20/10).

Kehadiran Program MBG, utamanya di lingkungan sekolah, membawa dampak positif, salah satunya soal kenaikan angka kehadiran siswa di sekolah. Misalnya di SMP Negeri Serui Laut, Yapen, Papua, tingkat kehadiran siswa biasanya hanya mencapai 70 persen.

“Program Makan Bergizi Gratis ini benar-benar berdampak positif. Kehadiran siswa yang sebelumnya hanya 70 persen, kini bisa mencapao 90 sampai 95 persen. Ini menunjukkan bahwa program tersebut sangat membantu,” ungkap Pelaksana Harian (Plh) Kepala Sekolah SMP Negeri Serui Laut, Dody Sugiarto.

Dody menambahkan, meningkatnya kehadiran siswa turut menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan kondusif di kelas. Karena itu, pihak sekolah memberikan apresiasi kepada pihak terkait yang telah menggagas dan melaksanakan program ini.

Bila yang terjadi di SMP Serui Laut juga dialami oleh seluruh sekolah yang memperoleh MBG, maka dampak ke depannya tak main-main. Founder Lansia Sejahtera Surabaya, Jani Purwanty, mengatakan MBG penting karena gizi adalah fondasi kecerdasan, produktivitas, dan daya saing bangsa, terutama jika Indonesia akan menghadapi bonus demografi.

Jani menjelaskan, bonus demografi adalah jendela kesempatan yang hanya datang satu kali. Jika anak-anak kita hari ini tumbuh dengan gizi buruk, maka pada tahun 2045 mereka akan menjadi generasi rapuh.

“Jika fondasi sumber daya manusia (SDM) usia produktif tidak dibangun sekarang, maka Indonesia akan memikul beban ganda, yaitu kekurangan tenaga produktif tangguh penopang ekonomi bangsa dan ketika memasuki era aging society, menanggung beban meningkatnya pembiayaan sosial bagi penduduk lansia,” jelas Jani.

Dosen dan Peneliti FH Unair itu juga menekankan bahwa kalau tidak diantisipasi, maka Indonesia akan menanggung beban yang sangat berat. Menurutnya, Program MBG adalah solusi yang tepat.*

[edRW]

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Lindungi Pelajar dari Risiko Bencana, Pemerintah Perkuat Edukasi Mitigasi

18 October 2026 - 12:30

Hadapi Ancaman El Niño, Pemerintah Perkuat Mitigasi Kekeringan dan Ketahanan Air Nasional

18 October 2026 - 12:30

Pemerintah Dorong Kesiapsiagaan Nasional Hadapi Dinamika Perubahan Musim

18 October 2026 - 12:30

BNPB Gandeng Perguruan Tinggi Untuk Perkuat Edukasi Kebencanaan

18 October 2026 - 12:30

Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Diperkuat melalui Mitigasi Kekeringan dan Pencegahan Karhutla

18 October 2026 - 12:30

Trending on Berita