Menu

Dark Mode
MBG Perkuat Ekonomi Lokal dan Mendorong Pertumbuhan Papua Evaluasi MBG Perkuat Langkah Pemerintah Membangun Generasi Emas Indonesia MBG Papua Hadirkan Manfaat Ganda bagi Generasi Muda dan Ekonomi Daerah Efisiensi dan Akuntabilitas Kunci Keberlanjutan Program MBG Pemerintah Perbaiki Tata Kelola Program MBG demi Tingkatkan Transparansi dan Efisiensi Anggaran Menkeu Purbaya: Realisasi Anggaran MBG Tetap Berjalan Ke Seluruh Pelosok Tanah Air

Berita

Kopdes Merah Putih Jadi Penggerak Revolusi Ekonomi Desa dalam Satu Tahun Prabowo–Gibran

badge-check


					Kopdes Merah Putih Jadi Penggerak Revolusi Ekonomi Desa dalam Satu Tahun Prabowo–Gibran Perbesar

JAKARTA — Pemerintah terus mempercepat revolusi ekonomi desa melalui program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang diluncurkan pada bulan Juli 2025 lalu.

Dalam satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran, program tersebut terus berkembang pesat menjadi penggerak utama transformasi ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.

Kopdes Merah Putih bertujuan membangun ekonomi kerakyatan, menekan kemiskinan ekstrem, serta memutus rantai pasok panjang yang selama ini merugikan petani dan pelaku usaha kecil.

Program ini juga memperkuat UMKM melalui akses pembiayaan, pendampingan manajemen, digitalisasi usaha, serta penciptaan lapangan kerja berkualitas di desa.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyebut Kopdes Merah Putih berperan sebagai pengumpul utama hasil produksi masyarakat desa.

“Fungsi dari Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih adalah menjadi offtaker dari hasil produk masyarakat desa,” ujar Ferry dalam acara 1 Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran di Jakarta.

Ferry menjelaskan, jika desa menghasilkan tanaman pangan, maka koperasi akan dilengkapi fasilitas pengering.

Jika produknya berupa sayuran atau buah-buahan, maka koperasi memiliki fasilitas control atmosphere storage sebagai pengatur suhu.

“Kopdes Merah Putih nanti akan berfungsi untuk melengkapi fasilitas pengering-pengering supaya harga gabah kering panen petani di Indonesia itu bisa sesuai dengan kualitasnya,” katanya.

Selain sektor pangan, pemerintah memperkuat koperasi melalui pembangunan gerai dan gudang sejak 15 Oktober 2025.

Setiap Kopdes diwajibkan memiliki tujuh gerai usaha, termasuk sembako, apotek desa, klinik desa, simpan pinjam, serta unit logistik.

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyampaikan kebijakan baru terkait pemanfaatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai jaminan pembiayaan koperasi.

“Maka tidak ada alasan lagi buat kepala lembaga keuangan untuk tidak menerima hak kekayaan intelektual itu menjadi collateral,” katanya.

“Saya mohon dengan sangat, ini bisa dimanfaatkan oleh teman-teman Kopdes Merah Putih,” tegas Supratman.

Presiden ke-7 RI Joko Widodo turut memberikan catatan positif terhadap program tersebut.

“Evaluasinya baik yang berkaitan dengan Sekolah Rakyat, baik yang berkaitan dengan Makan Bergizi Gratis (MBG), baik yang berkaitan dengan Kopdes Merah Putih, saya kira kita melihat berjalan dengan baik. Dan itu diapresiasi oleh masyarakat,” ujar Jokowi.

Dengan dukungan lintas kementerian, TNI, dan perbankan, Kopdes Merah Putih menjadi simbol revolusi ekonomi desa yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi nasional. (*)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Perbaiki Tata Kelola Program MBG demi Tingkatkan Transparansi dan Efisiensi Anggaran

10 June 2026 - 22:51

Menkeu Purbaya: Realisasi Anggaran MBG Tetap Berjalan Ke Seluruh Pelosok Tanah Air

10 June 2026 - 22:51

BGN Dorong Efisiensi MBG Guna Jaga Keberlanjutan Program dan Stabilitas Fiskal

10 June 2026 - 22:51

Sebanyak 222 SPPG Selesai Dibangun Dukung Kehadiran MBG di Wilayah 3 T

10 June 2026 - 22:51

Pemerintah Evaluasi MBG, DPR Sambut Baik Moratorium Dapur Baru

10 June 2026 - 22:51

Trending on Berita