Menu

Dark Mode
Strong Workers, Strong Nation: Kesejahteraan Buruh dan Stabilitas Nasional Menjaga Harmoni Sosial melalui Peningkatan Kesejahteraan Buruh Reshuffle Tegaskan Hak Presiden dalam Menjaga Ritme Kinerja Kabinet Presiden Gunakan Reshuffle untuk Maksimalkan Capaian Program Strategis APBN di Tengah Badai Global: Stabilitas yang Terjaga Ketahanan APBN dalam Menghadapi Gejolak Global

Berita

Tindakan Tegas Aparat Keamanan Tingkatkan Rasa Aman Masyarakat di Papua Tengah

badge-check


					Tindakan Tegas Aparat Keamanan Tingkatkan Rasa Aman Masyarakat di Papua Tengah Perbesar

PAPUA – Komitmen menjaga stabilitas keamaman kembali dibuktikan melalui langkah tegas TNI dalam menghadapi kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM). Operasi penindakan yang dilakukan pada 22 dan 23 Juli 2025 di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, tepatnya di Kampung Kunga, Distrik Ilaga, dan Kampung Gunalu, Distrik Onerik, berhasil melumpuhkan dua tokoh OPM, Lison Murib dan Alena Murib.

Keduanya dikenal sebagai pelaku utama berbagai aksi teror terhadap masyarakat sipil dan aparat keamanan di wilayah Pegunungan Tengah Papua. Operasi ini menjadi bukti bahwa negara tidak tinggal diam terhadap ancaman yang merongrong integritas bangsa.

“Operasi ini dilakukan dengan mengedepankan prinsip hukum, profesionalisme, dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Kapuspen TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi.

Ia menambahkan bahwa langkah TNI tidak hanya semata bersifat ofensif, tetapi juga strategis untuk mengamankan masyarakat dari ancaman nyata yang dilakukan oleh kelompok bersenjata. Setiap tindakan dilakukan sesuai hukum, guna memastikan legitimasi dan akuntabilitas operasi.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa TNI tidak bertindak semena-mena, dan setiap tindakan kami punya dasar hukum yang jelas,” pungkasnya.

Selain dua pelaku, operasi tersebut juga mengungkap berbagai barang bukti seperti senjata tajam, amunisi, dokumen organisasi, bendera Bintang Kejora, dan uang tunai yang diduga berasal dari praktik pemerasan terhadap warga sipil.

“Kami menemukan bukti kuat bahwa kelompok ini bukan hanya bergerak dalam kekerasan, tetapi juga melakukan pemerasan dan intimidasi terhadap masyarakat,” lanjut Mayjen TNI Kristomei Sianturi.

Temuan ini memperkuat analisis bahwa aktivitas separatis OPM bukan sekadar ideologi, tetapi juga bertumpu pada struktur yang memanfaatkan kekerasan dan simbolisme untuk menciptakan ketakutan.

“Barang bukti yang kami amankan mengonfirmasi adanya upaya sistematis untuk melemahkan negara lewat kekerasan dan provokasi,” tambahnya.

Meski tegas dalam penindakan, TNI juga terus melakukan berbagai pendekatan. Hal ini sebagai upaya holistik meningkatkan rasa amana bagi masyarakat serta menjamin kelancaran pembangunan.

Dengan demikian, langkah TNI bukan hanya tindakan pertahanan negara, tetapi juga bentuk perlindungan dan harapan bagi rakyat Papua menuju kehidupan yang damai dan bermartabat.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

APBN Terkelola Baik, Dampak Global Direspon Terukur

28 April 2026 - 09:13

Di Tengah Tekanan Global, APBN Dipastikan Tetap Aman

28 April 2026 - 09:13

Kesejahteraan Buruh Jadi Prioritas, Stabilitas Sosial Tetap Dijaga

28 April 2026 - 09:13

Langkah Reshuffle Presiden Dorong Percepatan Capaian Program Pemerintah

28 April 2026 - 09:13

Reshuffle Kabinet Upaya Presiden Tingkatkan Produktivitas Pemerintah

28 April 2026 - 09:13

Trending on Berita