Menu ✖

Dark Mode
Pemerintah Perkuat Penyaluran Bansos Beras bagi Keluarga Membutuhkan Pemerintah Kawal Penyaluran Bansos Beras hingga Penerima Manfaat Musim Hujan Lebih Singkat, Semua Pihak Perlu Antisipasi Risiko Bencana Hidrometeorologi Bencana Hidrometeorologi Diwaspadai, BMKG Ingatkan Risiko Banjir dan Longsor Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat Kontribusi Investasi Hilirisasi Meningkat, Pemerintah Fokus pada Kualitas

Berita

Pemerintah Maksimalkan Balai Latihan Kerja untuk Redam Dampak PHK

badge-check


					Pemerintah Maksimalkan Balai Latihan Kerja untuk Redam Dampak PHK Perbesar

Jakarta – Dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan meningkatnya risiko pemutusan hubungan kerja (PHK), Pemerintah Republik Indonesia mengambil langkah nyata melalui berbagai program strategis untuk melindungi dan memberdayakan tenaga kerja. Salah satu fokus utama pemerintah saat ini adalah memaksimalkan peran Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai pusat pelatihan vokasi nasional untuk membantu para pekerja terdampak PHK agar tetap produktif dan kompeten.

Program ini menjadi bagian dari kebijakan jangka menengah dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan berkelanjutan, dengan dukungan penuh dari Kementerian Ketenagakerjaan. Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer, menyampaikan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat peran BLK.

”Kami mendukung penuh upaya peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui BLK dan akan terus mendorong perusahaan untuk patuh terhadap regulasi K3 dan jaminan sosial tenaga kerja,” ungkapnya.

Melalui program Kartu Prakerja, pemerintah juga memberikan akses pelatihan digital kepada para pekerja yang terdampak PHK, pencari kerja, dan masyarakat umum. Peserta dapat memilih berbagai jenis pelatihan mulai dari teknologi digital, manajemen, hingga kewirausahaan, sehingga mampu meningkatkan keterampilan sesuai kebutuhan industri saat ini. Program ini terbukti menjadi solusi cepat dalam membantu pekerja beradaptasi dan mencari peluang baru.

Selain pelatihan keterampilan, pemerintah juga menghadirkan program fasilitasi wirausaha mandiri. Skema ini mencakup pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha, dan akses pembiayaan yang terjangkau untuk mendorong pertumbuhan sektor UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Ini menjadi strategi jitu dalam menciptakan lapangan kerja baru dan menekan angka pengangguran.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Sarif Abdillah, juga menegaskan pentingnya penguatan peran BLK dalam peningkatan kualitas SDM.

”Keberadaan Balai Latihan Kerja harus dioptimalkan sebaik mungkin agar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kompetensi tenaga kerja, pengurangan angka pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.

Sarif juga menambahkan upaya menyesuaikan sekolah vokasi agar sesuai lapangan kerja.

“Misalnya memperbanyak sekolah vokasi, juga link and match dengan perusahaan dan kebutuhan serapan tenaga kerja, harus dilakukan,” ujarnya.

Dalam masa transisi akibat PHK, pemerintah turut menyalurkan bantuan sosial temporer berupa bantuan pangan, bantuan tunai langsung, serta kebutuhan pokok lainnya secara tepat sasaran. Langkah ini dirancang untuk memberikan perlindungan menyeluruh bagi masyarakat yang terdampak secara ekonomi.

Dengan strategi yang terintegrasi antara pelatihan vokasi, kewirausahaan, dan perlindungan sosial, pemerintah tidak hanya membantu pekerja untuk bangkit, tetapi juga memperkuat daya saing nasional di era globalisasi dan transformasi digital.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Perkuat Penyaluran Bansos Beras bagi Keluarga Membutuhkan

26 October 2026 - 01:24

Pemerintah Kawal Penyaluran Bansos Beras hingga Penerima Manfaat

26 October 2026 - 01:24

Musim Hujan Lebih Singkat, Semua Pihak Perlu Antisipasi Risiko Bencana Hidrometeorologi

26 October 2026 - 01:24

Bencana Hidrometeorologi Diwaspadai, BMKG Ingatkan Risiko Banjir dan Longsor

26 October 2026 - 01:24

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

26 October 2026 - 01:24

Trending on Berita