Menu

Dark Mode
Pemerintah Perkuat Ekosistem Pertanian untuk Jaga Kedaulatan Pangan Nasional Di Tengah Ancaman Iklim, Swasembada Pangan Menjadi Benteng Ketahanan Indonesia Swasembada Pangan Multi Komoditas, Sinyal Kuat Indonesia Makin Mandiri Swasembada Pangan Tercapai Lebih Cepat dari Target Pemerintah Pastikan MBG di Daerah 3T Tetap Penuhi Standar Gizi Pemerintah Prioritaskan MBG untuk Daerah 3T dan Kelompok Rentan

Berita

Menuju Pemungutan Suara Ulang yang Adil dan Terbuka

badge-check


					Menuju Pemungutan Suara Ulang yang Adil dan Terbuka Perbesar

Jakarta – Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kabupaten Barito Utara akan dilaksanakan pada 6 Agustus 2025, sebagai tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi. Penyelenggara pemilu di semua tingkatan diminta menjamin agar proses berlangsung transparan, tertib, dan sesuai asas hukum.

Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU RI, Idham Holik, menyatakan bahwa PSU bukan sekadar pelaksanaan teknis, melainkan bentuk nyata tanggung jawab konstitusional.

“PSU adalah amanat Undang-Undang dan bagian dari menjaga integritas pemilihan. Ini bukan hanya tugas KPU kabupaten, tapi juga peran penting KPU provinsi dan KPU RI sebagai penanggung jawab akhir,” katanya saat membuka Training of Trainers di Muara Teweh, Kalimantan Tengah.

Ia menekankan bahwa prinsip keadilan dan keterbukaan dalam PSU hanya bisa dicapai jika seluruh tahapan dilaksanakan dengan penuh komitmen.

“Kami hadir langsung agar bisa memastikan prosesnya berjalan baik. Tanggung jawab ini tidak bisa dibagi-bagi, tapi dipegang bersama,” ujar Idham.

Senada, Ketua KPU Barito Utara, Kalimantan Tengah, Siska Dewi Lestari meminta seluruh penyelenggara di tingkat desa dan kecamatan aktif melakukan sosialisasi.

“PPK dan PPS harus menjelaskan kepada masyarakat bahwa PSU adalah proses yang sah secara konstitusional. Kita harus hindari kesalahpahaman di lapangan,” tutur Siska.

Siska menilai keterbukaan informasi menjadi kunci untuk menjaga partisipasi dan kepercayaan pemilih.

“Jangan sampai ada masyarakat yang bingung atau tidak paham. Penjelasan harus disampaikan dari awal agar tidak timbul polemik,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, juga menyuarakan dukungan penuh atas penyelenggaraan PSU. Kolaborasi merupakan kunci utama untuk mewujudkan visi pembangunan daerah di Kalimantan Tengah.

“Kami mendukung sepenuhnya PSU ini berjalan adil dan aman. Semua pihak harus memastikan prosesnya siap secara menyeluruh,” ucapnya.

Dalam rapat koordinasi bersama, Agustiar juga meminta dan mengajak aparat TNI, Polri, dan tokoh masyarakat turut menjaga ketertiban di lapangan. PSU ini bukan sekadar proses pemilihan ulang, tapi cerminan kedewasaan demokrasi kita.

“TNI-Polri harus menjamin masyarakat bisa mencoblos dengan aman. Mari ajak semua pihak ikut serta, walaupun pilihan berbeda, persatuan harus tetap dijaga,” pungkasnya.

Dengan dukungan menyeluruh, PSU Barito Utara diharapkan menjadi contoh pelaksanaan pemilu yang menjunjung tinggi keadilan dan keterbukaan.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Perkuat Ekosistem Pertanian untuk Jaga Kedaulatan Pangan Nasional

25 August 2026 - 15:01

Di Tengah Ancaman Iklim, Swasembada Pangan Menjadi Benteng Ketahanan Indonesia

25 August 2026 - 15:01

Pemerintah Prioritaskan MBG untuk Daerah 3T dan Kelompok Rentan

25 August 2026 - 15:01

Pemerintah Pastikan MBG di Daerah 3T Tetap Penuhi Standar Gizi

25 August 2026 - 15:01

Presiden Prabowo Instruksikan Penanganan Karhutla Terpadu dari Kalimantan hingga Sumatera

25 August 2026 - 15:01

Trending on Berita