Menu

Dark Mode
Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokasi Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi Pemerintah Terus Benahi Berbagai Masalah, Penyampaian Aspirasi Jangan Dikotori Provokasi Menko Pangan Tegaskan: Pemerintah Perkuat Dukungan Terhadap Petani dan Nelayan Pemerintah dan DPR Buka Ruang Aspirasi, Buruh Bisa Kawal RUU Ketenagakerjaan

Berita

Pemerintah Jadwalkan Sekolah Rakyat Beroperasi Pada Juli 2025

badge-check


					Pemerintah Jadwalkan Sekolah Rakyat Beroperasi Pada Juli 2025 Perbesar

Jakarta – Pemerintah menetapkan Juli 2025 sebagai waktu resmi dimulainya operasional Sekolah Rakyat, program pendidikan nasional baru yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Sebanyak 100 titik lokasi telah disiapkan untuk tahap awal pelaksanaan, dengan target mencakup hampir 10.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Program ini dirancang sebagai bentuk intervensi langsung negara dalam upaya memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa program Sekolah Rakyat menjadi prioritas lintas kementerian dalam mendukung agenda pengentasan kemiskinan ekstrem.

“Kami memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai jadwal, termasuk rekrutmen guru, pembangunan infrastruktur, dan seleksi peserta didik,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta.

Ia menambahkan bahwa proses pendaftaran calon tenaga pendidik sudah dimulai sejak pertengahan Juni dan akan disusul dengan pelatihan intensif pada awal Juli. Pemerintah juga memastikan seluruh sarana belajar, termasuk asrama dan perlengkapan teknologi pendukung, tersedia sebelum tahun ajaran baru dimulai pada pertengahan Juli.

Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat Mohammad Nuh menjelaskan, sebanyak 396 rombongan belajar telah dibentuk pada tahap awal.

“Setiap sekolah akan menjadi pusat pembinaan karakter dan kepemimpinan berbasis asrama dengan pendekatan digital. Siswa akan mendapatkan fasilitas lengkap, termasuk iPad, seragam, makan, dan tempat tinggal secara gratis,” jelasnya.

Di beberapa wilayah seperti Jawa Timur dan Papua Barat, pembangunan gedung serta penyiapan lahan telah memasuki tahap akhir. Sekolah Rakyat dibangun di atas lahan seluas minimal 8 hektare dan dilengkapi laboratorium, sarana olahraga, serta fasilitas pendukung lainnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menekankan pentingnya kolaborasi antarkementerian dalam menyukseskan program ini.

“Kami bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kementerian PAN-RB, PUPR, dan juga didukung oleh BUMN digital untuk memastikan Sekolah Rakyat menjadi model pendidikan unggulan bagi kelompok termiskin di Indonesia,” katanya.

Sekolah Rakyat ditargetkan menjangkau anak-anak dari kelompok desil 1 dan 2 dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Seleksi siswa dilakukan secara terverifikasi melalui sistem digital dan didampingi oleh petugas program keluarga harapan (PKH).

Program ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah menuju visi Indonesia Emas 2045 dengan memastikan setiap anak, tanpa terkecuali, mendapat akses pendidikan bermutu dan berkelanjutan.

[edRW]

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Menko Pangan Tegaskan: Pemerintah Perkuat Dukungan Terhadap Petani dan Nelayan

23 September 2026 - 02:12

Pemerintah dan DPR Buka Ruang Aspirasi, Buruh Bisa Kawal RUU Ketenagakerjaan

23 September 2026 - 02:12

Pemerintah Percepat Pembangunan Papua, Masyarakat Harus Jaga Kondusivitas

23 September 2026 - 02:12

Mahasiswa Apresiasi Kebijakan Transformatif Pemerintahan Prabowo-Gibran

23 September 2026 - 02:12

Komitmen Pemerintah Tangani Pelanggaran HAM Terus Berjalan, Masyarakat Diajak Jaga Kedamaian

23 September 2026 - 02:12

Trending on Berita