Menu ✖

Dark Mode
2 Tahun Prabowo-Gibran, Pangan dan Energi Diperkuat hingga Pelosok   Dua Tahun Prabowo-Gibran Perkuat Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Papua   2 Tahun Prabowo-Gibran, Pemerintah Dengarkan Masukan untuk Benahi MBG dan Kopdes   Dua Tahun Prabowo-Gibran, Utamakan Dialog dan Jaga Demonstrasi Tetap Damai   Dua Tahun Prabowo-Gibran, Aspirasi Buruh Naik Kelas Jadi Undang-Undang Dua Tahun Prabowo-Gibran, Masukan Penerima Manfaat Jadi Bahan Perbaikan MBG

Berita

MBG Prasmanan Tekan Sisa Makanan, SOP Pastikan Penyajian Terkendali

badge-check


					MBG Prasmanan Tekan Sisa Makanan, SOP Pastikan Penyajian Terkendali Perbesar

Jakarta — Pemerintah mendorong peningkatan kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui sistem penyajian prasmanan untuk menekan sisa makanan, menjaga kualitas hidangan, dan memperkuat keamanan pangan di sekolah.

Badan Gizi Nasional (BGN) telah menguji coba model prasmanan di lebih dari 60 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Makanan disajikan dalam kondisi hangat agar kualitasnya terjaga hingga dikonsumsi siswa.

“Kita harapkan satu, makanannya lebih enak karena hangat-hangat. Yang kedua, tentu saja lebih fresh karena tidak ada delay waktu. Sehingga mengurangi risiko kerusakan makanan yang kemudian menimbulkan gangguan kesehatan,” ungkap Kepala BGN Sudaryono.

Sistem prasmanan memungkinkan siswa mengambil makanan sesuai kebutuhan. BGN juga menerima laporan awal mengenai berkurangnya sisa makanan.

“Sejauh ini tadi saya dapat laporan, tingkat kehabisan makanannya bagus. Jadi lebih fresh, kemudian ada yang mungkin mau nambah, masih ada sisa bisa nambah. Dan waste-nya lebih sedikit karena prasmanan,” kata Sudaryono.

Sementara itu, Juru Bicara BGN Tysa Novenny menjelaskan, penerapan sistem prasmanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memiliki sejumlah keunggulan, terutama dalam menjaga kualitas makanan dan meminimalkan risiko kontaminasi.

“Dari hasil evaluasi awal, sistem prasmanan memiliki sejumlah manfaat. Makanan bisa lebih cepat sampai kepada anak-anak, suhunya lebih terjaga, dan proses pemorsian dapat dikurangi sehingga potensi kontaminasi bisa diminimalkan. Namun, semuanya tetap harus dilaksanakan dengan prosedur dan standar operasional yang jelas,” kata Tysa.

Penerapan SOP mencakup kebersihan peralatan, pengendalian suhu dan waktu, perlindungan makanan dari kontaminasi, serta pengawasan petugas selama penyajian. Langkah tersebut penting untuk memastikan makanan tetap aman dan memenuhi standar gizi.

Evaluasi sisa pangan juga dilakukan secara berkala. Data makanan yang tidak habis dapat menjadi dasar penyesuaian porsi dan menu tanpa mengurangi kecukupan gizi penerima manfaat. Pengelolaan sisa pangan dan limbah operasional turut mendukung pelaksanaan MBG yang higienis dan berkelanjutan.

Ke depan, evaluasi akan mencakup jumlah sisa makanan, kualitas hidangan, kepatuhan terhadap SOP, dan keamanan pangan. Dengan pengawasan konsisten serta evaluasi berbasis data, sistem prasmanan diyakini akan meningkatkan efektivitas program MBG sekaligus memastikan pemenuhan gizi dan perlindungan kesehatan siswa.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Aspirasi Buruh Naik Kelas Jadi Undang-Undang

19 October 2026 - 01:40

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Masukan Penerima Manfaat Jadi Bahan Perbaikan MBG

19 October 2026 - 01:40

Perbaikan Tata Kelola Karhutla Warnai Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

19 October 2026 - 01:40

Dua Tahun Prabowo-Gibran, 11 Proyek Hilirisasi IWIP Diproyeksikan Buka 10 Ribu Lapangan Kerja

19 October 2026 - 01:40

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pemerintah Dengarkan Aspirasi untuk Perkuat Koperasi Desa

19 October 2026 - 01:40

Trending on Berita